Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
Keadaan Panti Asuhan


__ADS_3

Empat bulan berlalu Yu Muha berlatih Fisik di desa Guli dan latihan fisik Yu Muha tidak hanya sekedar mengangkat batu saja, Yu Muha juga berlari mengelilingi bukit dengan beban yang semakin hari semakin banyak, karena Yu Muha sudah mencapai pendekar langit batu yang di angkat oleh Yu Muha tidak biasa Yu Muha harus mengangkat batu besar yang di tumpuk beberapa buah dan harus mengangkatnya keatas bukit tanpa menjatuhkan batu yang berada diatasnya dengan begitu Yu Muha juga melatih keseimbangannya dan berlari Yu Muha juga menumpuk batu di punggungnya sambil berlari tanpa menjatuhkan batu tersebut tapi batu yang dipakai ukurannya lebih kecil setelah semua itu di sore hari harus berlatih tanding dengan Uzaki Sang. Itulah rutinitas Yu Muha selama empat bulan ini.


“besok saya harus meninggalkan desa ini karena sebulan lagi saya harus menghadiri turnamen bela diri di sekte gunung seratus pedang” ucap Yu Muha saat makan malam.


“latihanmu memang sudah selesai jadi kau sudah bisa pergi untuk melanjutkan petualangan mu, aku hanya berpesan tetaplah rendah hati” ucap Uzaki Sang.


“terima kasih telah mau membantu saya selama ini tuan Uzaki Sang” ucap Yu Muha.


“Sama-sama” ucap Uzaki Sang.


“kapan-kapan datanglah kesini lagi nak Yu” ucap Uzaki Hana.


“baik bibi saya akan berkunjung lagi” ucap Yu Muha.


Setelah selesai makan Yu Muha kembali kerumah yang biasa ditempatinya. Dipagi buta Yu Muha sudah pergi dari desa Guli menuju kota Yusu karena ingin melihat panti asuhan yang ada di kota itu.


Dengan kecepatan Yu Muha saat ini hanya butuh satu hari untuk sampai di kota Yusu.


“Sepertinya latihanku selama empat bulan ini sudah meningkatkan fisik dan keseimbanganku sehingga aku bisa bergerak lebih cepat dari dulu” ucap Yu Muha.


Yu Muha memasuki kota dengan mudah setelah menunjukan identitasnya untung saja prajurit yang berjaga biasa saja dan menyuruh Yu Muha masuk. Yu Muha langsung pergi ke pemukiman kumuh saat sampai disitu Yu Muha terkejut karena tempat itu sudah berbeda dari dulu sekarang tempat yang dulunya kumuh sekarang sudah berdiri rumah-rumah layak dan area sekitar sudah bersih tidak lagi kotor bahkan sekarang ada penghuninya yang berdagang di depan rumahnya Yu Muha terus berjalan sampai ditempat panti asuhan berdiri bangunan panti asuhan yang memiliki dua lantai terlihat mencolok dari bangunan lainnya yang yang satu lantai taman tempat anak-anak bermain sudah ada arena untuk bermain anak-anak dan di tanami bunga-bunga yang membuat taman itu indah dipandang.


Yu Muha memasuki panti asuhan dan seorang anak yang mengenali Yu Muha langsung berteriak.


“itu Tuan Yu Muha” sambil berlari menghampiri Yu Muha yang diikuti oleh anak lainnya.


Yu Muha menyambut semua anak-anak yang mendatanginya.


“apa kabar kalian semua anak-anak” Ucap Yu Muha.

__ADS_1


“baik tuan Yu” ucap semua anak-anak.


“apa bibi Ning di dalam” Ucap Yu Muha.


“bibi Ning sedang tidak ada di rumah bibi sedang membeli kebutuhan sehari-hari” ucap salah satu anak.


Tak lama bibi Ning pulang dari berbelanja.


“selamat datang tuan Yu kapan anda sampai” ucap Ning Hilan di belakang Yu Muha.


“oh. Bibi Ning anda sudah pulang” ucap Yu Muha.


Melihat Ning Hilan membawa banyak barang Yu Muha langsung membantu Ning Hilan.


“biar saya bawakan barang bawaan bibi” ucap Yu Muha sambil mengambil bawaan Ning Hilan.


“terima kasih tuan Yu mari bawa semuanya ke dapur” ucap Ning Hilan berjalan kedalam panti asuhan.


Sesampainya di dapur Yu Muha meletakan belanjaan di tempatnya.


“mari tuan Yu kita berbincang di ruang tamu” ucap Ning Hilan.


“ iya bibi” ucap Yu Muha.


Ning Hilan berjalan ke ruang tamu yang diikuti oleh Yu Muha dan perempuan itu tetap tinggal di dapur.


“silahkan duduk tuan Yu” Ucap Ning Hilan


Yu Muha duduk dikursi dan mulai berbicara.

__ADS_1


“seperti tidak hanya panti asuhan ini yang berubah tapi semua permukiman ini juga suda berubah.


“seperti itulah permukiman ini dulu yang sangat kumuh tapi semua berubah saat kepala keluarga Su membuat permukiman kumuh ini, seperti mendirikan rumah untuk semua penghuni disini, dan mereka juga yang membuat taman depan seperti sekarang ini" ucap Ning Hilang.


"Mengapa mereka melakukan itu semua" ucap Yu Muha.


" kepala keluarga Su hanya mengatakan semua ini adalah bantuan dari yang mulia Raja untuk penghuni permukiman kumuh" ucap Ning Hilan.


"Mengapa yang mulia Raja baru melakukannya sekarang" ucap Yu Muha.


"kalau itu saya juga tidak mengetahuinya tuan Yu" ucap Ning Hilang.


"baguslah kalau seperti itu saya juga senang semua penduduk disini bisa memiliki rumah yang layak " ucap Yu Muha.


Yu Muha terus berbincang dengan Ning Hilang dan perempuan yang tadi datang dan menyuguhkan teh untuk Yu Muha dan langsung kembali ke dapur.


"siapa itu bibi Ning" tanya Yu Muha.


" dia adalah pelayan yang dipekerjakan oleh keluarga Su untuk membantu bibi mengurus panti asuhan: ucap Ning Hilang.


Dan perbincangan terus berlanjut sampai Ning Hilang harus memasak untuk makan malam. Yu Muha berkeliling panti asuhan melihat -lihat kamar yang digunakan anak-anak untuk tidur. Kamar tidur anak-anak terlihat sangat rapi dan kasurnya yang nyaman membuat yu Muha merasa senang karena semua anak-anak bisa hidup dengan nyaman dan. Tidak bernasib sama dengan dia walaupun Yu Muha sadar masih banyak anak-anak yang bernasib buruk diluar sana.


Dilantai atas juga ada kamar untuk anak panti yang sudah dewasa dan masih banyak kamar kosong di atas. Saat memasuki waktu mulai malam anak panti yang berkerja mulai pulang. Dan masuk waktu makan malam semua berkumpul di ruang makan semuanya duduk dengan teratur dan Yu muha duduk bersama dengan Ning Hilan menyantap makanan yang disediakan selesai makan semua. anak-anak panti asuhan kembali berkumpul untuk menceritakan sebuah cerita yang sangat menarik.


Yu Muha yang menyanggupi permintaan dari anak-anak panti menceritakan pengalaman dirinya dengan mengubah beberapa cerita lucu untuk menghibur anak-anak panti asuhan. dimulai dari seorang anak yatim piatu yang desanya desanya diserang oleh perampok gunung sehingga anak yatim piatu itu bertemu dengan seorang kakek tua yang mengajarinya beladiri sampai kakek tua itu meninggal dunia dan anak yatim piatu itu berkelana dan bertemu dengan orang-orang baik yang membuatnya memiliki banyak teman di seluruh dunia .


anak-anak yang mendengar cerita Yu Muha yang di bumbui komedi terkadang tertawa sedih sampai Yu Muha selesai bercerita ada beberapa anak yang sudah tertidur.


anak-anak yang belum tertidur masuk kedalam kamar masing-masing dan anak-anak yang sudah tertidur diangkat oleh Yu Muha ketempat tidurnya yang dibantu oleh anak pasti yang sudah dewasa dan juga Ning Hilan.

__ADS_1


"tuan Yu anda bisa tidur di lantai atas kamar nomor 10" ucap Ning Hilan.


Yu Muha naik keatas dan mencari kamar nomor 10 untuk beristirahat.


__ADS_2