
Yu Muha mengikuti Hu Ling sembari melihat keadaan ke tempat kumuh tersebut rumah-rumah yang ada di sini sebenarnya layak untuk di huni tapi keadaan sekitar rumah yang kotor membuat tempat ini tidak layak untuk kehidupan sehari-hari.
Setelah sampai dijalan utama kota Hu Ling yang sudah mengantar Yu Muha sampai ditempat tujuan langsung ingin kembali karena itu adalah perintah yang diberi oleh bibi Ning tadi.
“tunggu siapa namamu” tanya Yu Muha
“nama saya Hu Ling Tuan” jawab Hu Ling
“terima kasih Hu Ling dan hati-hati dijalan” Ucap Yu Muha
“baik Tuan “ Hu Ling pergi kembali ke panti asuhan.
Yu Muha yang sudah siang dan merasa terlalu lama meninggalkan kediaman keluarga Su langsung kembali sebelum ada orang yang mengetahui dia tidak ada.
Yu Muha sampai kembali ke kamarnya sebelum makan siang karena setiap waktu makan akan ada pelayan yang mengantar makanan, benar saja tidak lama kemudian ada seorang pelayan yang mengetuk pintu untuk mengantarkan makan siang untuk nya, setelah selesai meletakan makanan dimeja pelayan itu keluar dan akan datang 30 menit lagi untuk mengambil piringnya.
Setelah selesai makan untuk menghilangkan bosan Yu Muha keluar dari kamarnya untuk pergi ke tempat latihan para prajurit keluarga Su, karena dia melihat tempat itu saat menyelinap keluar dari kediaman keluarga Su tadi pagi, sesampainya ditempat latihan para prajurit Yu Muha hanya melihat –lihat para prajurut latihan Yu hanya melihat dari sudut suatu bangunan saja.
Yu Muha dapat melihat bahwa jurus yang sudah diperagakan oleh para prajurit memiliki kekurangan pada jurus pertahanan yang akan menjadi suatu yang fatal pada saat berada di pertarungan nantinya.
Terlalu asyik dengan dengan yang dilihat oleh nya ada seseorang yang menghampiri Yu Muha.
“salam pendekar Yu saya Luo Pian murid inti dari sekte Gunung Seribu Pedang”
“salam juga saya Yu Muha”
“saya hanya ingin mengajak pendekar Yu untuk berlatih tanding ilmu pedang dengan saya apa anda bersedia” ucap Luo Pian
“boleh juga saya juga sedang senggang” Ucap Yu Muha
__ADS_1
“mari pendekar Yu kita akan menggunakan lapangan latihan para prajurit” ajak Luo Pian.
Luo Pian langsung menjumpai instruktur yang sedang melatih para prajurit untuk meminta izin menggunakan lapangan latihan, instruktur itu merasa senang karena akan adanya latih tanding antara pendekar hebat yang mana akan menjadi contoh untuk semua prajurit.
“semuanya diharapkan menyingkir dari lapangan sekarang kita akan melihat latih tanding antara kedua pendekar ini” ucap Bun Liang instruktur prajurit keluarga Su.
Semua prajurit menyingkir ke tepi, Luo Pian dan Yu Muha masuk ke lapangan dengan saling berhadapan, dan Bun Liang bertindak sebagai wasitnya, setelah melihat keduanya sudah siap Bun Liang mengangkat tangan dan menjatuhkan tangan tanda mulai dan Bun Liang mundur ke belakang.
Luo menarik pedangnya dan menyerang Yu Muha tanpa menggunakan tenaga dalam karena latih tanding ini hanya menggunakan keterampilan pedang saja. Luo Pian dengan percaya diri mengayunkan pedangnya tapi Yu Muha hanya mengangkat pedang langit biru untuk menangkisnya.
“seranganmu terlalu mudah untuk dibaca ” ucap Yu Muha dan mendorong Luo Pian mundur hanya dengan sekali ayunan pedang.
Yu Muha hanya berdiri melihat Luo Pian yang mencoba menyeimbangkan diri.
“kau harus lebih banyak memberikan tekanan pada bahu dan mengayunkan pedangmu secara vertikal” Ucap Yu Muha
Yu Muha bergerak kearah Luo Pian sambil memperagakan yang baru saja di ucapkannya, tebasan pertama berhasil di tangkis oleh Luo Pian tapi karena tebasan Yu Muha terlalu kuat membuat Luo Pian mencondongkan pedangnya kesamping untuk membelokan serangan Yu Muha yang membuat Yu Muha bisa melakukan serangan keduanya, Yu Muha berputar sambil mengayunkan pedangnya sehingga Luo Pian yang baru saja menangkis serang tidak siap, Pedang Yu Muha berhenti sebelum mengenai leher Luo Pian yang sudah terduduk di tanah.
Yu Muha kembali menyarungkan pedangnya. Dan membantu Luo Pian berdiri.
“teknik pedangmu sudah bagus, kalau aku bisa memberi masukan sebaiknya kau memegang pedangmu seperti ini supaya kau lebih leluasa mengalirkan serangan, dan saat mengayunkan pedang kau harus...” Yu Muha memberikan masukan kepada Luo Pian yang langsung dipraktekan olehnya.
Luo Pian dapat merasakan perbedaan dari sebelumnya, dia bisa mengambangkan teknik pedangnya yang sedikit sulit berkembang karena tidak mendapatkan cara dan saat bertanya kepada gurunya hanya mendapat jawaban karena kurangnya kekuatan fisik, sehingga Luo Pian melatih fisiknya terus menerus tapi hanya bisa berkembang sedikit saja.
Instruktur dan semua prajurit yang melihat Yu Muha memberikan masukan untuk teknik pedang Luo Pian juga dapat merasakan bahwa teknik pedang Luo Pian sudah berkembang dari saat latih tanding tadi.
“terima kasih atas masukannya pendekar, eh senior Yu” ucap Luo Pian.
“sama-sama pendekar Luo, panggil saja saya pendekar Yu seperti sebelumnya” ucap Yu Muha
__ADS_1
Bun Liang menghampiri keduanya.
“salam tuan-tuan sungguh latih tanding yang sangat bagus kalau boleh saya ingin meminta sesuatu kepada tuan Yu” ucap Bun Liang.
“apa itu instruktur Bun” tanya Yu Muha.
“saya hanya ingin meminta masukan kepada tuan Yu tentang teknik yang sedang dilatih oleh semua prajurit” jawab Bun Liang.
“Hmm. Boleh saja tadi aku sudah melihat latihan yang kalian lalukan dan aku hanya bisa memberi masukan sedikit” Ucap Yu Muha
“benarkan kalau begitu saya akan kembali mengumpulkan semua prajurit” ucap Bun Liang.
Yu Muha dan Luo Pian menyingkir ketepi lapangan dan semua prajurit kembali memasuki lapangan kembali berbaris, tak perlu waktu lama para prajurit sudah selesai berbaris.
“baiklah mari kita ulangi gerakan yang biasa kita latih” ucap Bun Liang
Semua prajurit kembali mengulangi semua gerakan yang biasa di latih sambil Yu Muha memperhatikan semua gerakannya. Setelah semua gerakan selesai semua prajurit hanya diam.
“bagaimana tuan Yu” ucap Bun Liang
“semuanya sudah baik hanya harus memperbaiki pada saat ....” Yu Muha memberikan pendapatnya dan memberi saran harus bagaimana dan lain-lainnya.
Bun Liang yang mengerti semua apa yang di ucapkan oleh Yu Muha kembali memimpin latian semua prajurit sambil menerapkan semua yang dikatakan oleh Yu Muha.
Dan setelah menerapkan semua yang diucapkan oleh Yu Muha semuanya sudah mulai bisa merasakan perkembangan walaupun hanya sedikit karena harus dilatih lagi semua yang diucapkan oleh Yu Muha.
Karena merasakan manfaat yang dirasakan semua prajurit jadi lebih giat lagi berlatih.
Yu Muha yang melihat semua prajurit menjadi lebih giat berlatih merasa senang karena ilmu yang dipelajarinya dari membaca kitab-kitab miliki gurunya di waktu senggangnya dulu bermanfaat untuk banyak orang.
__ADS_1
Yu Muha yang hanya melihat para prajurit yang sedang berlatih tanpa sadar kalau hari sudah menjelang petang yang ditandai dengan selesainya para prajurit yang sedang berlatih dan bubar untuk kembali ketempatnya masing – masing, Bun Liang yang menghampiri Yu Muha kembali berterima kasih atas arahannya Yu Muha hanya bisa berkata sama-sama.
Yu Muha kembali ke kamarnya dan bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan oleh Su Tian dan juga Guang Huo sekarang dan apa rencana mereka berdua dengan banyaknya prajurit yang berjaga di seluruh kota.