Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
Turnamen Hari Kedua


__ADS_3

Peserta yang lolos ke tahap berikutnya kembali untuk beristirahat ke kediaman masing-masing begitu juga dengan Lin Chen. Dan semua murid dari sekte menengah yang akan bertanding esok hari juga bersiap dan juga ada beberapa yang mewaspadai Lin Chen yang datang dari keluarga bangsawan tapi memiliki keterampilan yang sangat hebat setara dengan murid sekte menengah.


Keesokan harinya seperti hari pertama banyak penduduk lokal yang menyaksikan pertandingan hari ini karena adanya kabar seorang anak bangsawan yang memiliki keterampilan yang sangat hebat.


Semua peserta dan penonton sudah berkumpul di tempat pertandingan dan seperti kemarin semua peserta mengambil nomor peserta untuk menentukan lawannya masing-masing dan keempat wasit mulai memanggil peserta satu per satu dan pertandingan dimulai satu persatu peserta mulai mengalami kekalahan dan ada beberapa peserta yang menyerah sebelum bertanding karena lawannya adalah murid dari sekte menengah yang sangat hebat. Ada tiga orang murid dari sekte menengah yang memiliki nama di dunia beladiri kerajaan Hi karena prestasinya yang mereka catatkan.


setelah lama waktu berjalan giliran Lin Chen yang bertanding dia melawan seorang murid dari sekte harimau putih, keduanya sudah berdiri di arena pertandingan kedua saling memperkenalkan diri dan wasit memberikan aba-aba untuk memulai pertandingan.


“kalian berdua siap” ucap wasit sambil melihat ke arah kedua peserta, keduanya mengangguk.


“mulai”


Murid sekte harimau putih menyerang Lin Chen dengan sarung tangan berbentuk cakar yang merupakan senjata Khas milik sekte harimau putih.


“jurus cakaran harimau” ucapnya.


Lin Chen menahan dengan pedangnya tapi serangan tersebut cukup kuat yang memaksa Lin Chen mundur beberapa meter.


“kau cukup hebat bisa menahan seranganku tanpa terluka” ucapnya.


Dia menyerang kembali Lin Chen dengan menambah kekuatannya.


“jurus pertama tarian burung merak, mengincar mangsa”


Lin Chen juga maju menyambut serangan sehingga terjadi benturan antara besi yang saling bergesekan dan setelahnya murid sekte harimau putih terpental kebelakang sedangkan Lin Chen mulai melakukan gerakan seperti sebuah tarian dan menyerang kembali, Lin Chen menusuk lurus kearah lawannya yang belum siap menerima serangan dan hanya pasrah saja. Pedang Lin Chen berada di samping kepala murid sekte harimau putih dan wasit menetapkan Lin Chen sebagai pemenangnya.


Semua orang bersorak karena serangan balasan dari Lin Chen sangat hebat yang membuat lawannya tidak bisa berkutik sama sekali.


Lin Chen kembali ketempat duduknya menunggu giliran dia di panggil kembali.


Orang orang yang baru saja melihat seberapa hebatnya Lin Chen bisa menyimpulkan kalau kabar tentang seorang yang berasal dari keluarga Bangsawan tapi memiliki keterampilan bela diri yang sangat hebat.


Pertandingan terus berjalan sudah mulai ada peserta yang tersingkir karena sudah kalah dua kali pertandingan Lin Chen juga sudah bertanding dua kali dan menang di pertandingan ke tiga dia harus berhadapan dengan salah satu peserta yang di unggulkan yang bernama Jeng Kuzi dari sekte bulan sabit.


Lin Chen naik keatas arena begitu juga Jeng Kuzi.


“Lin Chen dari Keluarga Lin di kota Tosan”

__ADS_1


“Jeng Kuzi dari sekte bulan sabit”


“apa kalian sudah siap” ucap wasit sambil menoleh kepada kedua peserta.


Keduanya mengangguk.


“mulai”


Kedua peserta hanya diam di tempatnya tidak ada yang ingin menyerang terlebih dahulu, Lin Chen memegang pedangnya dengan kuda-kuda siap menyerang Jeng Kuzi juga bersiap dengan senjatanya yang berbentuk celurit di kedua tangannya.


“aku sering mendengar kabar tentang seorang anda dan kehebatan anda yang sering membasmi penjahat” ucap Lin Chen.


“aku tidak menyangka akan berhadapan dengan seorang yang sedang naik daun pada turnamen ini” ucap Jeng Kuzi.


“baiklah aku akan menyerang terlebih dahulu” ucap Lin Chen.


“teknik kedua tarian burung merak, menangkap mangsa”


Lin Chen menyerang Jeng Kuzi dengan gerakan yang sangat cepat dari yang biasa di lihat oleh penonton yang membuat penonton terkejut karena mereka mengaggap teknik bela diri yang di miliki oleh Lin Chen sudah di level terbaiknya tapi setelah melihat teknik yang di keluarkan oleh Lin Chen mereka mulai berfikir teknik bela diri Lin Chen masih bisa lebih hebat lagi.


Pertandingan terus berlangsung dengan Lin Chen yang menyerang Jeng Kuzi dengan agresif sedangkan Jeng Kuzi masih bisa menahan serangan yang dilancarkan oleh Lin Chen sampai di titik Lin Chen kelelahan sendiri karena terlalu banyak menggunakan staminanya dan melompat kebelakang dan berkata.


Lin Chen turun dari arena pertandingan dan wasit menyatakan Jeng Kuzi sebagai pemenangnya.


Pertandingan terus berlanjut sampai telah di dapatkan tiga peserta terbaik yaitu tiga peserta unggulan yang akan bertanding melawan murid sekte besar dan masih tersisa tiga tempat lagi yang akan melaju ke tahap berikutnya.


Lin Chen berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa ketahap berikutnya, Lin Chen bertanding dengan lebih banyak lawan dari hari kemarin yang membuatnya kelelahan dan saat pertandingan untuk penentuan Lin Chen sudah terlalu lelah yang membuatnya mengalami kekalahan yang membuatnya tersingkir dari turnamen bela diri.


Lin Chen turun dari arena pertandingan dengan lesu karena tidak bisa melaju ketahap berikutnya. Yu Muha yang melihat dari arena lainnya tersenyum karena Lin Chen sudah menunjukan peningkatan yang sangat hebat.


Dan akhirnya sudah di dapatkan enam peserta yang akan bertanding ketahap berikutnya dan turnamen hari kedua sudah selesai dan akan diadakan tiga hari lagi karena adanya perubahan pada arena pertandingan.


Semua orang membubarkan diri untuk kembali kerumahnya masing-masing, Lin Chen kembali ke kediaman sekte pedang api Sin Tong dan Lu Yun juga tidak berhasil ketahap berikutnya keduanya kalah lebih dahulu daripada Lin Chen yang hampir berhasil masuk ketahap berikutnya.


“sudahlah Chen’er kau sudah berusaha semaksimal mungkin” ucap Lin Wenli


“iya kakak sepertinya aku harus berlatih lebih keras lagi” ucap Lin Chen.

__ADS_1


“benar Lin Chen kau hampir saja berhasil melaju ketahap berikutnya sedangkan kami berdua tersingkir diawal-awal turnamen” ucap Lu Yun.


“benar Lin Chen” ucap Sin Tong.


“sudahlah sebaiknya kalian beristirahat tiga hari lagi kalian akan melihat pendekar muda terbaik yang ada di kerajaan Hi ini” ucap Ruan Yukai.


“baik tetua Ruan” ucap ketiganya dan juga Lin Wenli.


Keesokan harinya di pagi hari di depan kediaman sekte Pedang api, Ruan Yukai yang pada pagi hari keluar kediaman melihat Yu Muha lalu menyapanya.


“saya tidak menyangka anda sudah ada disini di pagi hari tuan Yu” ucap Ruan Yukai.


“saya kesini untuk mengajak Chen’er untuk berlatih” ucap Yu Muha.


“saya membangunkannya karena dia sepertinya kelelahan dan masih kecewa karena tidak bisa lanjut ketahap berikutnya” ucap Ruan Yukai.


“tidak usah tetua Ruan saya akan menunggu sampai dia bangun” ucap Yu Muha.


“kalau begitu mari duduk dan berbincang dahulu sampai dia bangun” ucap Ruan Yukai.


Keduanya duduk didepan kediaman dan berbincang.


“Tuan Yu sebenarnya saya memiliki permintaan” ucap Ruan Yukai.


“apa itu tetua Ruan” tanya Yu Muha.


“saya ingin anda mengizinkan jurus tarian Burung Merak untuk di ajarkan kepada murid sekte pedang api” ucap Ruan Yukai.


“maaf tetua saya sudah berjanji kepada diriku sendiri akan mengajarkan jurus itu kepada Chen’er saja supaya dia bisa menjadi pendekar yang sehat suatu hari nanti” ucap Yu Muha.


Ruan Yukai setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Yu Muha terlihat kekecewaan di wajahnya.


“tapi aku bisa memberikan jurus lainnya untuk anda tetua Ruan” ucap Yu Muha.


“benarkah jurus apa itu” ucap Ruang Yukai.


“jurus ini bernama jurus Lingkaran Api, jurus ini memiliki Lima teknik yang yang ada di dalamnya, aku merasa jurus ini cocok dengan sekte kalian yang kebanyakan menggunakan pedang dalam bertarung” ucap Yu Muha.

__ADS_1


Yu Muha mengeluarkan sebuah buku dari dalam bajunya dan memberikan kepada Ruan Yukai.


__ADS_2