KISAH TAK BERUJUNG Bad Senior In Love

KISAH TAK BERUJUNG Bad Senior In Love
END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku


__ADS_3

Rendra


Ia akan bekerja keras. Membuktikan kepada dunia bahwa ia memang pantas mendampingi sisa hidupnya. Mematahkan keraguan banyak orang tentang niat dan kesungguhannya. Sekaligus mempersembahkan yang terbaik untuk kekasih hati, yang tak pernah ia duga akan hadir mengisi kehidupannya menjadi sedemikian indah.


Waktu kurang dari setahun harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Menuntaskan semua capaian yang ingin diraih. Sebelum kelak memilih menjalani hidup yang lebih tenang bersama orang tercinta.


"Bank garansi aman," Rakai kembali bersemangat setelah episode badai.


"Om SJW minta ketemu."


"Subkon lintas selatan aman."


"Outer ringroad aman."


"Bang, besok jangan lupa undangan potong pita Rumah Sakit di Gunungkidul," Puput tak lupa mengingatkan.


"Ground breaking Rumah Sakit di Kulonprogo."


"Orang Pemda minta ketemu."


"Bang, terima kasih nih bersedia interview. Gimana pesan kesannya tentang kasus kemarin?"


"Kok bisa hampir semua berita bombastis hilang? Kalau yang nggak sempet ngesave udah nggak bisa nemu lagi."


Ia tersenyum, sometimes people with worst past creates the best future.


Dan untukmu yang mengusik jiwa, aku selalu menantimu di ujung rindu.


***


Anggi


Ia dan 29 teman satu tim KKN berangkat tanggal 11, naik bus dari Jogja ke Surabaya. Lanjut naik pesawat dari Surabaya ke Manado. Dari Manado lanjut dengan pesawat kecil ke bandara Melonguane.


Dari bandara mereka naik mobil carteran menuju sebuah dermaga yang sederhana, tempat berlabuhnya speed boat kecil yang berisi sekitar delapan orang. Mereka pun mulai menaiki speed boat, lalu menyimpan barang-barang bawaan yang segambreng, dan duduk di kursi.


Speed boat mulai berlayar, terasa oleng dan penuh goyangan karena ombak cukup besar. Zahira yang anak Psikologi bahkan sudah mabuk laut sejak mesin speed boat mulai dinyalakan.


Dari tempat duduknya ia melihat ke belakang, ke dermaga yang semakin mengecil, lalu akhirnya menghilang. Ia jadi teringat kejadian yang hampir sama, saat naik Ojek online usai Ospek. Persis seperti sekarang, dulu ia juga melihat melalui kaca spion ke belakang, dimana Rendra berdiri dengan wajah penuh penyesalan. Seperti baru kemarin, padahal ada begitu banyak hal yang telah mereka lalui.


Deru mesin speed boat membuyarkan lamunannya. Zahira masih memegang erat kresek hitam dengan wajah pucat. Sementara Indira, Gavin, dan Mika asyik ngobrol, mereka harus setengah berteriak agar suara masing-masing bisa di dengar.


Beberapa kali angin menerpa wajahnya, bercampur dengan percikan air laut. Pasti sebentar lagi wajahnya lengket karena cipratan air laut. Tapi tak apa, ia justru tersenyum. Sambil menghirup udara laut dalam-dalam yang mulai terasa asin. Benaknya terbayang wajah seseorang, lalu hatinya berbisik pelan, tak terhitung waktu tuk melupakanmu, aku tak pernah bisa.


***


Dio


"Haru ga kita da yo!"


(Musim semi telah datang)


Hari ini sudah masuk musim semi. Ditandai dengan hari yang cerah, cuaca lebih hangat, dan yang paling ditunggu-tunggu oleh hampir semua orang adalah mekarnya bunga sakura. Bunga yang berwarna merah muda pucat ini akan mekar serentak di taman, jalanan, pegunungan, tepi sungai, dan lain-lain.


Pagi ini, karena sedang masa Golden Week alias libur sepekan, tak harus ngelab, ia memilih mengisi waktu dengan bermain basket 3 on 3 bersama teman-teman seasrama.


Ia satu tim dengan Aryan dan Hifzhil, mahasiswa S2 dari India dan Malaysia. Sementara lawan mereka adalah trio Jepang, Keigo, Ryota, dan Eiji.


Aryan yang berpostur tinggi jago three point, hampir setengah poin mereka dihasilkan dari lemparan Aryan. Ia lebih ke dribling, dan Hifzhil passingnya selalu akurat. Sementara tim Jepang, meski badan mereka tak begitu tinggi, tapi punya kecepatan like Usain Bolt. Untuk sementara skor imbang 18-18.


Sekarang ia berhasil menusuk ke garis pinalti trio Jepang, passing ke Hifzhil yang berdiri bebas, Hifzhil passing lagi ke Aryan. Aryan sedikit kesulitan karena di press Keigo dan Ryota, namun masih mampu melakukan pivot yang manis lalu shoot. Ah, terkena papan. Bola memantul. Ia yang berdiri bebas segera melompat melakukan rebound, then shoot. In, 20-18.


Mereka tertawa bersama, lalu masing-masing menjatuhkan diri di atas lapangan. Telentang dengan nafas tersengal.

__ADS_1


"Watashi wa hijo ni tsukarete iru (aku lelah sekali)," ujar Ryota sambil memandang langit cerah.


"Hai (ya)," Aryan setuju.


"Onaka ga suitable (Kalau aku lapar)," Eiji memegang perutnya.


"Nodo ga kawaita (Aku haus)," Hifzhil bangkit untuk mengambil botol minumnya.


"Hai, nemui desu (Ya, aku justru ngantuk)," Keigo memejamkan mata.


Ia juga hampir mengeluh namun sebuah suara lebih dulu terdengar, "Shitsurei shimasu (permisi)."


Membuat mereka berlima serentak bangun demi mendengar suara perempuan. Ternyata Hibiki sudah berdiri di belakang mereka.


"Sugoi (keren)," sebelum meninggalkan lapangan Ryota sempat mengerling ke arahnya. Begitu juga yang lain, sementara ia hanya tertawa kecil.


"Gomennasai, o genki desu ka (Maaf, apa kabar)?"


"Genki desu (Saya baik). O genki desu ka (apa kabarmu)?"


"O kage sama de (baik, terima kasih sudah bertanya)."


"O hisashiburi desu (sudah lama tak bertemu ya)." Beberapa waktu terakhir ia lebih sering tidur di lab mengerjakan sesuatu.


"Dio-san, Boku to dekakenai (Dio, mau keluar denganku)? Sugee suteki na took shitteru zo (aku tahu tempat yang bagus)."


"Chotto matte kudasai (tunggu sebentar)."


Mereka naik densha ke Prefektur Ibaraki, sekitar 2 jam dari Tokyo, menuju Hitachi Seaside Park. Ya, Hibiki mengajaknya ke taman seluas 190 hektar. Taman yang sangat indah berupa hamparan bunga yang sangat luas. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah hamparan kelopak nemophilia yang berwarna biru muda cerah berpadu sempurna dengan warna biru langit.


"Koi ni ochiru nante koto wa arienai to omotte ta. Konna kimochi ni natta koto wa nai. (Aku kira aku tak akan pernah jatuh cinta. Belum pernah aku merasa seperti ini)."


"......."


"Ai shite iru (Aku cinta padamu)."


"Kore o kata'omoi de owarasetakunai (Aku tak mau semua ini berakhir menjadi cinta tak terbalas)."


"......"


"Boku no koto dou omotteru (Bagaimana perasaanmu padaku)?"


Ia harus berdiam sejenak sebelum menghela napas lalu berkata, "Moushi wake nai. Mou jikan o kure (Maafkan aku. Tolong beri aku waktu)...."


Hibiki tersenyum penuh pengertian, "Kimi o matteiru (aku akan menunggumu)."


Matanya memandang hamparan bunga nemophilia yang indah, namun kepalanya dipenuhi banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Tentang keputusan yang menurutnya benar dan aman, ternyata justru menyakitkan dan ia sesali.


Hati kecil sering bertanya, sebenarnya apa yang ia harapkan dari kalimat, "Take care of her?"


Membayangkan orang asing menjaga Anggi sebaik mungkin selama ia pergi, lalu ketika pulang, orang tersebut dengan senang hati mengembalikan padanya? Sungguh kebodohan yang nyata. Jabatan tangan di teras kost Anggi saja sudah mendeklarasikan mereka adalah "Musuh yang nyata!"


Namun dengan naifnya justru mendatangi rival berat, lalu menitipkan miliknya yang paling berharga. Semua orang pasti sedang menertawakan kebodohannya. Dan kiriman video berdurasi 5 menit berhasil dengan telak menusuk relung hati, menghancurkan bayangan tentang masa depan yang sering diangankan. Sekaligus menghinakan karier analisis yang selalu dibanggakan.


Bayu. : "Minggu depan gw ada proyek ke Jogja. Lu mo titip salam?"


Bayu bahkan sengaja merekam semua.


"Ini dari Dio!"


BUG!


"Ini dari Anggi!"

__ADS_1


BUG!


"Lawan brengsek! Jangan diem aja!"


"Gua emang brengsek. Tapi lu nggak kalah brengsek nuduh Anggi bisa di apa-apain. Lu sahabatnya bukan? Harusnya lu tahu dia cewek kayak apa!"


"Banyak bacot lu!"


BUG!


Ya, ia tahu betul siapa Anggi. Rendra jelas ba jingan, tapi ia yakin Anggi takkan pernah mengijinkan cowok manapun menjamah hina. Tragedi ini jelas menjadi event deklarasi, bahwa Anggi dan si ba jingan saling mencintai. Now, he's just another part of her past. Case clear. Pilihannya hanya satu, letting go.


Rendra, tolong jaga bidadariku.


Ini aku kau genggam hatiku


Simpan didalam lubuk hatimu


Tak tersisa untuk diriku habis semua rasa didada


Selamat tinggal kisah tak berujung


Kini ku kan berhenti berharap


Perpisahan kali ini untukku


Akan menjadi kisah sedih yang tak berujung'


(Glenn Fredly, Sedih Tak Berujung)


--------------------END--------------------


###############################


Love from Author 🤗


Readers tersayang,


Akhirnya End juga Kisah Tak Berujung yang beralur lambat 🤧.


Maafkan atas End yang menggantung 🙏🤧.


Tadinya malah mau dibikin sad ending se sad sad nya 😭. Tapi demi readers tersayang yang selalu support author, bisa lah ya end nya di otak atik dikit 🤫🤭. Meski memang belum bisa memuaskan semua 🙏, masih banyak plothole juga, doakan ke depan lebih baik lagi ya 🤗.


Oiya, kisah ini fiktif belaka 🤫. Jika ada kesamaan nama, tempat, kejadian, please no hurt feeling ya 😇.


Terima kasih banyak, maturnuwun, haturnuhun, thank you, arigatou gozaimasu untuk semuwaaaah readers tersayang, yang udah sabar baca tiap part nya, sabar nungguin jadwal up yang gaje, juga semua view, like, rate, vote, komen -yang belum bisa dibalas satu-satu, maapkeun🙏🤧-


Really appreciate it 🤗🤗🤗


Dan demi memuaskan readers pecinta si babang tamvan jago nyepik 🤫🤭, rencananya akan ada sekuel Kisah Tak Berujung Bad Senior in Love 😍🤗 judulnya Always Gonna be You.



Doakan review nya cepet yaa biar bisa cepet up 😚. See you there!


Okeh, readers tersayang,


Jangan bosan baca novel-novel Sephinasera selanjutnya yaa.


Ditunggu kehadirannya selalu di lapak Sephinasera 🤗.


Author terbuka untuk kritik, saran, ide, usul, apapun namanya 🤗.

__ADS_1


Love you,


Sephinasera 🤗


__ADS_2