KITA

KITA
Episode 10


__ADS_3

Keesokan harinya, aku agak cepat berangkat ke kampus. Karena hari ini aku dan Tari akan menemui Nicko. Semalam aku dan Aldi berantam gara - gara Nicko menelepon ku. Dan Nicko sengaja mengadu ke Aldi, agar aku dan Aldi putus. Sesampainya di kampus, aku dan Tari menunggu Nicko di parkiran. 1 jam kami menunggu tak juga kunjung datang. Akhirnya, aku dan Tari melanjutkan untuk masuk kelas dulu.


"Udah 1 jam nih kita nungguin Nicko, kemana tu orang, batang hidungnya dari tadi gak kelihatan," ujar Tari.


"Mungkin dia sengaja telat datang, Tar," jawabku kepada Tari.


"Ya udah, kita masuk kelas dulu yuk. Ntar kira samperin dia ke kelasnya aja," ujar Tari.


Kami pun berjalan menuju kelas, hari ini cuma 1 mata kuliah selama 2 jam. Dan akhirnya pun selesai. Aku dan Tari pun keluar. Lalu, bergegas menuju kelas Nicko.


"Tar, gimana kalau dia gak datang hari ini?" tanyaku.


"Kita datangi rumahnya, Vio. Udah tenang aja," jawab Tari.


Belum sampai ke kelas Nicko, aku dan Tari melihatnya duduk bersama teman - temannya didekat tangga.


"Duh, Tar. Rame lagi disana," ucapku.


"Kita tunggu aja sampai mereka bubar" kata Tari.


Akhirnya aku dan Tari menunggu teman - temannya Nicko pulang. Tak lama kemudian Nicko lewat dan aku langsung mengagetkannya.


"Sini kamu," ucapku sambil menarik Nicko.


"Ya ampun, Vio. Kamu rupanya, kenapa pakai ngagetin segala," ujar Nicko.


"Kamu sengaja ya tadi datang telat biar kamu bisa menghindar," kataku.


"Kamu nungguin aku ya, cieeee. Nyariin aku ya," ucap Nicko dengan candaan.


"Udah ke inti permasalahannya aja sekarang, Bang," ucap Tari.


"Masalah yang mana? Emang kita punya masalah?" tanya Nicko kepadaku.


"Parah kamu ya, Bang. Jadi yang semalam bukan masalah ya namanya?" tanyaku balik ke Nicko.


"Yang mana?" tanya Nicko sambil berjalan ingin meninggalkan aku dan Tari.


"Eh, jangan lari kamu, ya. Aku belum selesai ngomong. Tolong kamu duduk disini, jelaskan!" ucapku dengan nada marah.


"Oke.. oke, aku duduk disini. Kamu minta penjelasan yang semalam?" tanya Nicko.


"Ya, jelasin. Gara - gara kamu semua jadi hancur," ucapku.


"Aku gak ada maksud," ucap Nicko.


"Gak ada maksud kamu bilang? Sampai - sampai kamu aduin ke Aldi, kamu bilang aku selingkuh dengan kamu. Parah ya memang!!" bentakku ke Nicko.

__ADS_1


"Ya, aku..." ucap Nicko dengan sedikit gugup.


"Aku apa?" tanyaku.


"Aku kan udah bilang dari kemaren - kemaren. Aku tu suka sama kamu. Makanya aku lakuin itu supaya kamu tu putus dan bisa jadian sama aku," jawab Nicko kepadaku sambil menatapku.


"Gak gitu juga Bang, Nicko. Aku gak mau tau, pokoknya kamu harus jelasin ini semua ke Bang Aldi!!" ucapku dengan rasa kesal.


"Ya, oke aku jelasin. Sekaligus minta maaf ke dia. Aku pulang dulu kalau gitu," kata Nicko sambil berjalan ingin menghindariku.


"Tidak!! ucapku dan Tari serentak.


"Pokoknya sekarang juga kamu ikut ke rumahku, Bang. Nanti kamu ngilang," ucapku.


Aku, Tari dan Nicko pun menuju ke rumahku. Hari ini aku akan menyuruh Aldi untuk datang, dan Nicko yang akan menjelaskan semuanya apa yang semalam ia bilang itu tidak benar. Aku pun mengambil ponsel ku dan segera menelepon Aldi. Aldi pun mau datang ke rumahku. 30 menit kami menunggu, akhirnya Aldi datang. Dan ia terkejut ada Nicko disini.


"Kok ada..?" tanya Aldi kepadaku dengan sedikit heran.


"Ya, Bang. Nanti akan dijelasin Bang Nicko masalah semalam. Apa yang Abang tuduh itu tidak benar " jawabku.


Aldi pun diam tak menjawab apa pun. Dia bingung dengan ucapanku itu.


Aku pun mengambilkan minuman untuk mereka.


"Minum dulu, biar berpikir positif," ujarku sambil menyuguhkan minuman.


Nicko pun mulai menyampaikan yang sebenarnya ke Aldi.


"Sebelum Bang Nicko menjelaskan, Abang jangan emosi ya. Jangan kelahi gara - gara ini," ucapku.


"Ya, ayo cepat jelasin, Nicko," ucap Aldi ke Nicko.


"Oke, jadi yang semalam aku chat. Itu semua bohongan, jadi sekalian aku mau minta maaf disini. Sorry ya bro, aku udah bikin kalian putus," ucap Nicko ke Aldi.


"Biar apa kalau aku putus? Biar bisa pacaran sama Vio?" tanya Aldi.


"Ya, sorry kali bro, aku minta maaf," jawab Nicko.


Aldi kesal dengan penjelasan dari Nicko. Aku pun menahan emosi Aldi. Tari pun mendamaikan Aldi dan Nicko.


"Jadi, Bang Aldi dan Bang Nicko. Silahkan berjabat tangan. Supaya tidak bermusuhan," ucap Tari.


Akhirnya mereka berdua bersalaman, Aldi meminta maaf kepadaku.


"Sayang, aku minta maaf udah menuduh yang tidak - tidak," kata Aldi kepadaku.


" Ya, udah dimaafin kok," ucapku.

__ADS_1


"Kita balikan lagi kan sayang?" tanya Aldi.


"Tentu, makanya lain kali jangan langsung percaya omongan orang," jawabku.


"Ya, maaf. Abang terlalu percaya kali sampai bentak - bentak kamu semalam. Kesal dengarnya," ucap Aldi.


"Ya udah, kalau ada masalah. Kita selesaikan baik - baik gini ya" ucapku.


Aldi pun memeluk ku. Dalam hati ku, ini baru 1 masalah belum lagi ke depannya. Aku harus siap melewati masalah lainnya. Terutama terhadap masalah sepupunya yang tidak menyukaiku itu. Aku harus sabar, kuat hati dan tetap senyum walaupun masalah datang bertubi - tubi. Akhirnya, Nicko dan Tari pun pulang.


"Sayang, kamu janji jangan gini lagi ya. Aku sedih tau," ujarku dengan nada sedih.


"Ya, sayang. Maafin Abang terlalu cepat mengambil keputusan," ucap Aldi.


"Kamu gak sedih ya?" tanyaku.


"Enggak, cuma kepikiran terus sama Viona yang pesek dan bawel ini. Padahal dulu waktu pertama kenal kamu cuek orangnya, sekarang kok jadi bawel, ya," jawab Aldi sambil meledek.


"Ngejek kamu ya, tu lebih pesek hidung kamu kan. Ya, kalau belum kenal dekat emang orang ngira aku tu cuek, sombong, Bang. Padahal enggak seperti itu," ucapku.


"Ya udah kita jalan hari ini ya sayang, sebagai tanda perminta maafan ke Vio," ucap Aldi.


"Yuk, kita kelilingi kota ini ya. Hahaha" ucapku dengan penuh semangat.


Aku dan Aldi pun pergi jalan. Tiba - tiba ponsel Aldi berbunyi, ternyata Bos Aldi yang menelepon. Aldi segera menepi dan mengangkat telepon. Setelah selesai mengobrol di ponselnya. Aldi menceritakan apa yang dibahas tadi. Dan ternyata, Aldi akan pindah kerja lagi kesini. Betapa senangnya aku mendengar berita itu.


"Jadi kita gak akan LDR lagi kan?" tanyaku.


"Enggak sayang, mulai besok udah kerja sini. Jadi tiap hari bisa singgah ke rumah kamu," jawab Aldi.


"Serius? gak bohong kan sayang?" tanyaku lagi.


" Ya, seriuslah sayang. Buat apa bohong," jawab Aldi.


Setelah 1 jam kami jalan - jalan. Aldi mengantarkan ku pulang.


"Yaudah kamu masuk lagi, udah malam ini," ucap Aldi.


"Gak mau, ah," ujarku


"Kenapa sayang?" tanya Aldi kepadaku.


"Kamu lupa biasanya sebelum pulang kan ngasih hadiah," jawabku dengan penuh harap.


"Hmm.. Oh, kamu ya. Ya udah sini mana keningnya," ucap Aldi.


Aldi pun pulang, aku segera masuk ke dalam rumah. Setiba Aldi di rumah, ia tidak pernah lupa memberi tauku. Lalu Aldi pun menyuruhku untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2