
Hari ini adalah hari Sabtu, Aldi akan membawaku ke rumah keluarganya. Ia akan mengenalkanku lebih dekat dengan mereka. Sekaligus membicarakan soal pertunanangan itu. Aku bersiap-siap, lalu aku berjalan menuju teras untuk menunggu kedatangan Aldi. Sambil menunggu, aku bermain ponsel. Tiba-tiba tak sengaja aku melihat postingan sepupunya yang begitu mesra dengan pakaian terbuka. Saat aku melihatnya, hatiku terasa seperti tercabik-cabik. Bukan karena cemburu buta, tapi soal menghargai, sepertinya Fira sengaja, agar aku putus dengan Aldi. Apalagi teman-temanku mengenali Aldi. Apa kata mereka jika melihat postingan itu. Mataku mulai berkaca-kaca. Begitu Aldi sampai, aku langsung memarahinya.
"Kamu apa-apaan, sih. Harus ya foto kayak gini diposting?" tanyaku dengan nada marah.
"Foto apa sayang? Serius aku gak ngerti maksud kamu," jawab Aldi kebingungan.
"Ini, buat apa foto begini. Kamu tau, kan, teman-temanku kenal kamu, Bang," ujarku sambil menunjukkan foto itu dari ponselku. "Apa kata teman kampusku, jika melihat foto ini, walaupun kalian itu sepupu, tapi... aaargghh!!". Aku berusaha menahan air mata agar tidak terjatuh.
"Maaf, sayang. Jujur itu tadi Fira maksa aku buat ikutan. Sebenarnya aku gak mau," lirih Aldi sambil menarik tanganku dan memohon. "Tolong, maafin aku, ya. Nanti akan aku kasih tau Fira untuk menghapus foto itu."
__ADS_1
Aku masih saja cemberut, marah dan kesal. Saat itu aku diam membisu tak melontarkan kata-kata apapun saat diperjalanan menuju rumah Aldi. Begitu sampai, aku langsung turun dan masuk ke rumahnya, aku mengucapkan salam lalu menyalami Ibu dan Ayah Aldi yang tengah duduk di ruang tamu. Tak lupa memberikan senyuman kepada mereka, walaupun hatiku sedang dongkol.
"Duduk, Viona!! Sebentar, ya. Ibu buatkan minuman," ucap Ibu Aldi menyuruhku duduk lalu berdiri dan berjalan menuju dapur.
"Ibu, gak usah repot-repot. Vio minum air putih aja, Bu," balasku sedikit cangung.
Aldi pun mulai membahas masalah pertunangan itu. Ayah kaget, kenapa Aldi tiba-tiba bahas soal ini. Karena sebelumnya, Aldi tidak bercerita apa-apa kepada keluarganya. Ibu Aldi datang membawa teh hangat, lalu meletakkan di atas meja. Ibu ikut nimbrung tentang pembahasan yang Aldi omongkan tadi. Rendi adalah Adik kandung dari Aldi, ia pun ikut mendengar pembicaraan kami di ruang tamu.
"Ha? Serius kamu mau tunangan?" tanya Rendi dengan suara keras.
__ADS_1
"Ssttt... Rendi, jangan pakai otot dong kamu ngomongnya, santai aja," tutur Aldi sambil mengerutkan keningnya.
"Kamu serius, Aldi? Ini bukan permainan. Nanti kita akan runding dengan keluarga," ungkap Ibu Aldi. "Ibu sama Ayah setuju aja, gimana baiknya menurut kamu."
Setelah kira-kira dua jam kami membahas masalah pertunangan itu, Aldi mengantarkanku pulang. Diperjalanan pulang, aku masih saja dongkol dengan postingan itu.
Serius, masih kesel dengan postingan si Fira tadi. Supaya apa sih dia upload begituan. Bukan cemburu, tapi geram aja. Sengaja mau manasin aku gitu. Heh, gak mempan tau.
Aku termenung, Aldi berulang kali memanggil namaku tetap saja tidak terdengar. Akhirnya Aldi menarik paksa tanganku untuk segera memeluk erat pinggangnya. Aku tersontak kaget dengan kelakuannya. Spontan aku memukul tangannya.
__ADS_1
"Kamu apaan, sih!!" teriakku kaget lalu memukul tangan Aldi.
"Ya ampun, kok dipukul, sayang. Habis kamu dipanggil gak nyaut," jawab Aldi dengan sedikit mengeraskan suaranya.