KITA

KITA
Episode 24


__ADS_3

Hari ini Kevin menyuruhku untuk ke kantor lebih awal. Karena ada meeting sekitar jam 09.00 WIB. Aku harus menyiapkan berkas-berkas untuk meeting hari ini. Setelah sampai di kantor, aku pun berjalan ke meja kerjaku. Hari ini kedua kalinya aku mendapat kotak misterius lagi. Aku pun membukanya, ternyata isinya adalah selembar kertas. Aku pun mengambil lalu membacanya.


Hai Vio, selamat pagi. Senang berkenalan denganmu, kuharap kamu betah ya disini. Aku selalu merindukanmu. Aku siap nungguin kamu putus. Kamu tidak akan bertahan lama dengan Aldi pacarmu itu. Salam penggemar rahasia.


"Siapa sih, pagi-pagi kirim beginian. Sumpah gak lucu!" ucapku dengan kesal.


Gina yang mendengar ucapanku langsung menghampiri.


"Kenapa, Vi?" tanya Gina. "Pagi-pagi udah marah aja."


"Ini, udah dua hari diteror. Dikirimin coklatlah, bungalah, hari ini surat. Ntar yang ada Aldi salah paham," jawabku.


Gina pun tersenyum kepadaku. Lalu, dia pergi meninggalkan aku dengan wajah yang cemberut. Aku pun melanjutkan untuk menyusun berkas yang hendak dibawa Kevin. Tak lama kemudian, Kevin datang.


"Vio, gimana sudah siap berkas-berkasnya?" tanya Kevin.


"Sudah, Pak. Ini berkas-berkasnya," jawabku.

__ADS_1


Kevin pun pergi. Karena tugasku sudah selesai aku pun menelepon Aldi, aku menunggunya di kantin. Begitu Aldi sampai, aku langsung menunjukan surat yang tadi pagi ada dimeja kerjaku. Aldi terlihat heran, ini sudah dua kali aku mendapatkan teror dari orang iseng.


"Ini kerjaan Gina pasti. Kamu tau, semenjak kamu labrak dia waktu di Mall. Dia marah dan ingin membalas dendam," lirih Aldi.


"Tapi untuk apa dia buat gini segala? Aku gak ngerti. Supaya kita putus?" tanyaku.


"Ya begitulah. Dia gak terima udah dipermalukan sayang," jawab Aldi.


Setelah jam istirahat habis, aku pun kembali ke meja kerjaku. Tiba-tiba ada seorang pria menunggu. Aku terkejut, karena tidak mengenalinya. Aku pun menghampirinya.


"Ada apa, Pak? Ada yang bisa saya bantu?" tanyaku.


"Gak usah ngaco, aku lebih tau tentang Aldi," jawabku. "Kamu suruhan Gina, kan?"


"Ini buktinya, masih gak percaya?" tanya orang asing itu sambil menunjukan foto diponselnya. "Jelas bukti nyata, gimana kamu percayakan, Aldi itu bukan cowok baik-baik."


Aku pun tidak mempedulikan apa yang pria itu tunjukan. Aku duduk dibangku kerjaku. Lalu, melanjutkan pekerjaanku. Tiba-tiba ponselku bergetas. Aku mengambil dari saku celanaku. Ada pesan via Whatsapp, nomor baru mengirimkan sebuah foto mesra Aldi dengan wanita lain.

__ADS_1


Aku tidak boleh percaya, paling cuma editan.


Setelah pekerjaan selesai, aku pun pulang duluan tanpa menunggu Aldi. Tiba-tiba ada mobil melaju kearahku.


Untung aja aku bisa ngelak. Kenapa dengan hari ini? Siapa sih dalang dari semuanya? Hampir nyawaku melayang.


Aku pun melanjutkan untuk pulang. Begitu sampai rumah, orang misterius ini tak henti-hentinya mengirimkan foto Aldi. Selalu ada kalimat ancaman. Aku sama sekali tidak membalas pesan itu.


Setiap harinya, ada pesan yang mengancamku untuk putus dengan Aldi. Bahkan akan mencelakaiku jika aku masih bersama Aldi. Semakin lama, aku semakin tidak nyaman. Aku pun meminta Aldi untuk ke rumah.


"Ada apa sayang?" tanya Aldi begitu penasaran.


"Kamu tau, seminggu ini aku selalu dapat teror. Pesan lewat Whatsapp lah, surat ancaman di meja kantor lah. Bahkan foto kamu ini juga," ucapku dengan wajah cemas.


"Ya ampun, serius aku gak ada ngelakuin ini sayang. Aku gak pernah jalan dengan cewek yang difoto itu," jawab Aldi.


"Aku gak tau apa maksud mereka kayak gini. Sampai ngancam buat celakai aku lagi," ucapku. "Semalam hampir aja aku ketabrak mobil. Sepertinya disengaja biar aku celaka. Aku gak nyaman sayang. Aku takut."

__ADS_1


"Ini udah pasti ulah Gina. Dia sengaja neror kamu biar kamu gak betah kerja," balas Aldi.


Setelah cukup lama mengobrol dengan Aldi, kami berniat mencari tau siapa orang yang menerorku. Besok Aldi akan memata-matai Gina dan juga Kevin.


__ADS_2