
Hari ini tepat 5 bulan aku dan Aldi berpacaran. Aku mengambil ponsel dan melihat ada sebuah pesan masuk. Aku berharap Aldi yang mengirim pesan itu. Dan ternyata benar, isinya dia mengucapkan selamat hari jadian yang ke-5 bulan. Aku bahagia saat membaca pesan darinya. Dan dia mengatakan akan datang ke rumahku.
Aku pun bergegas untuk mandi lalu bersiap - siap karena Aldi akan datang menemuiku siang ini.
1 jam kemudian Aldi pun sampai, dan Aldi membawa kan ice cream kesukaanku. Aku langsung mengambilnya.
"Kamu tau aja ya, mood aku lagi kepengen ice cream. Udah kayak dukun hahaha," ucapku sambil tertawa.
"Ya, aku kan dukun cinta kamu," jawab Aldi.
Tak lama kemudian tiba - tiba ponsel Aldi berbunyi, ternyata Managernya menelepon. Aku duduk sembari menunggu Aldi selesai bicara. Lalu, Aldi menceritakan semua yang ia bicarakan tadi. Ternyata, Aldi harus pindah kerja ke luar kota. Memang sih tidak jauh. Aku pun diam membisu tak mengeluarkan kata - kata apapun. Aku cuma mengangguk.
"Sayang, gimana kalau kita jauhan? Kamu sabarkan nunggu aku pulang?" tanya Aldi.
Aku akan jaga hati buat kamu. Aku kerja di sana dapat tawaran yang cukup besar," sambung Aldi.
Aku hanya menundukkan kepala, yang ada di dalam pikiranku. Aku takut Aldi akan selingkuh.
LDR? Aku harus melewati masa - masa itu lagi. Aku trauma, dulu pernah tersakiti. Saat aku setia di sini, dia mendua di sana. Sudahlah, aku harus membuang pikiran itu. Aldi orang yang beda.
"Ya, gak apa - apa, sayang. Hati - hati aja disana," ucap ku.
Aldi tersenyum kepada ku, aku pun membalas senyuman itu.
"Jadi, dihari ulang tahunku nanti, kamu gak akan nemani aku disini ya?" tanyaku dengan raut wajah sedih.
"Udah, soal itu nanti bisa dipertimbangkan. Masih lama kan? Aku selalu ingat kamu kok," jawab Aldi.
Hari semakin sore, Aldi pun berpamitan pulang. Karena Aldi akan menyiapkan pakaian yang akan dibawa untuk berangkat besok.
"Sayang, aku pulang dulu ya," kata Aldi sambil tersenyum kepadaku.
"Ya, kamu hati - hati ya sayang," jawab ku dengan membalas senyum.
Aldi pun bergegas pulang. Lalu aku pun masuk ke kamar, dan mengambil boneka yang dibelikan oleh Aldi. Aku segera memeluk boneka itu.
__ADS_1
Aku bakalan rindu denganmu, Bang Aldi.
Jam menujukan pukul 20.00 WIB, tiba-tiba Aldi meneleponku. Aldi mengatakan akan berangkat besok pagi sekitar jam 08.00 WIB, dia selalu menyemangatiku agar aku percaya kepadanya. Hati pun mulai lega, aku harus yakin, bahwa Aldi setia kepadaku.
Aku pun bergegas untuk makan malam. Hari ini tidak seperti hari biasanya. Aldi tidak ke rumahku malam ini.
Hmmm.. kali ini aku sendirian, gak ada Bang Aldi yang menemankan waktu makan malam ku, biasanya ada dia yang selalu mengejekku.
Lalu aku melanjutkan makan ku. Selesai makan aku mengambil ponselku, lalu menelepon Aldi. Aku menanyakan berapa lama ia di sana. Aldi mengatakan, jika kerjaannya cepat selesai maka ia akan cepat pulang, begitu pula sebaliknya. Ya, aku berharap semoga saja tidak lama di sana.
Seperti biasanya Aldi selalu mengingatkanku untuk tidak tidur larut malam. Aku pun mematikan ponselku, lalu melanjutkan untuk tidur.
**
Alarm ponsel pun berbunyi, aku segera bangun dan mematikan alarmku. Lalu aku bergegas untuk mandi dan bersiap - siap untuk kuliah pagi ini.
"Tumben, Aldi tadi malam gak main ke rumah. Emangnya kemana?" tanya Ibu sambil menyiapkan sarapan untukku.
"Dia mau berangkat hari ini, Bu. Mau kerja di luar kota. Jadi malam tadi dia harus menyiapkan pakaian nya, Bu. Makanya, dia tidak bisa main ke rumah," jawabku sambil mengambil air minum didalam kulkas.
"Nih sayang, aku bawakan sarapan. Pasti kamu belum makan, jangan sering telat makan kamu. Jaga kesehatan, aku kan bakalan jauh dari kamu," ucap Aldi sambil menyodorkan plastik yang ia bawa.
"Hmm.. ya sayang, makasih ya sarapannya. Aku udah makan, kok. Ibu yang masak tadi. Ini aku bawa ke kampus aja," jawabku dengan senyum.
"Oh ya, sayang. Aku gak bisa lama nih, takut telat. Aku berangkat ya," ucap Aldi.
"Ya, sayang. Aku pun hari ini udah masuk kuliah," jawabku.
Tak lupa Aldi menarik tanganku dan mencium tanganku yang mungil ini.
"Daaa... sayang, I love you," ucap Aldi.
"I love you too," jawabku.
Lalu Aldi pun berangkat, aku mulai sedih saat dia menyalakan sepeda motornya. Aku pun bergegas masuk ke dalam rumah. Dan tak lupa sarapan yang ia berikan tadi segeraku bawa ke kampus. Jam menujukan pukul 10.00 WIB. Aku menghidupkan sepeda motorku lalu segera berangkat kuliah. Belum sempatku jalankan sepeda motorku tiba - tiba ponselku berbunyi.
__ADS_1
Kring.. kring...
Aku segera mengambil ponselku, ternyata ada nomor baru meneleponku. Aku tidak menjawab telepon itu. Lalu, aku melanjutkan untuk berangkat ke kampus. Aku menghampiri Tari yang sedang duduk di tangga.
"Tar, kok gak ke kelas?" tanyaku ke Tari.
"Hari ini dosen gak masuk," ucap Tari.
"Baguslah, itu dia yang kusuka. Bisa pulang lanjut tidur deh," jawabku dengan wajah ceria.
Lalu aku pulang, karena dosen hari ini tidak masuk. Sesampainya di rumah, Aldi mengirim sebuah pesan melalui via SMS. Ia mengatakan bahwa ia sudah sampai dari jam 10.00 WIB tadi, hanya saja Aldi tidak sempat mengabariku. Dikarenakan ia sedang bersama dengan managernya.
Lalu, Ibu pun datang menghampiriku sambil membawakan donat kesukaanku.
"Gimana, Nak. Aldi udah sampai?" tanya Ibu sambil menyodorkan piring berisi donat.
"Udah bu, jam 10 pagi tadi dia udah sampai kok. Wah, ini yang ditunggu - tunggu. Donat buatan Ibu," jawabku sambil mengambil donat diatas piring itu.
"Kamu udah makan, Vio?" tanya Ibu.
"Udah kok, Bu," jawabku dengan senyuman.
Aku pun bergegas ke kamar untuk mengganti bajuku. Lalu aku melanjutkan untuk tidur siang.
Jam menujukan pukul 20.00 WIB. Aku pun berjalan ke dapur untuk makan malam. Karena aku sudah berjanji ke Aldi tidak akan telat makan lagi.
Kring.. kring.. ponselku berbunyi.
Ternyata Aldi yang menelepon, aku pun segera mengangkat telepon itu.
"Hai sayang, kamu sehat kan? udah makan?" tanya Aldi.
"Aku sehat kok sayang, makan udah dong. Kan aku udah janji gak akan telat makan kalau kamu pergi," jawabku.
"Nah, gitu dong baru anak pintar," balas Aldi meledekku.
__ADS_1
Setelah sekian lama ngobrol via telepon. Aku pun mulai ngantuk. Lalu Aldi menyuruhku untuk tidur. Aku bergegas mencuci tangan dan kakiku dan lanjut untuk tidur.