KITA

KITA
Episode 12


__ADS_3

Kring.. kring..


Alarm ponselku berbunyi.


"Ya ampun, cepet banget pagi. Perasaan belum lama tidur," ucapku sambil mematikan alarm di ponselku.


Lalu, aku bangkit dari tempat tidur dan bergegas untuk mandi. Setelah siap mandi, aku kembali mengambil ponsel. Ku lihat jam sudah menujukan pukul 09.00 WIB.


"Untung hari ini libur kuliah, bisa nyantai di rumah," ucapku.


Aku pun mencari Ibu ke dapur untuk membantu Ibu masak, ternyata Ibu sudah selesai masak. Akhirnya, aku pun kembali ke kamar dan menelepon Tari.


" Hallo, Tar. Ntar berangkat jam berapa?" tanyaku ke Tari.


"Oh ya, hari ini Kak Bunga kan nikah ya. Jam 2 aja yuk," jawab Tari.


"Boleh, nanti aku hubungi Aldi. Kayaknya dia hari ini libur kerja," jawabku.


Aku pun mematikan ponselku. Lalu, lanjut menelepon Aldi.


"Sayang, kamu kerja?" tanyaku ke Aldi.


"Libur sayang, kenapa?" Aldi bertanya balik.


"Ya udah, nanti jam 2 kita pergi ke nikahan Kak Bunga ya," ajakku.


"Oke sayang, aku ke rumah bentar lagi ya. Suntuk ni di rumah," ucap Aldi.


"Ya udah, ku tunggu ya sayang," balasku.


Aku mematikan telepon lalu segera merapikan seisi rumah. Karena hari ini tampak seperti kapal pecah, berserakan.


"Ya ampun, kok bisa ada sepatu disini, jilbab disini. Berseraknya rumah ini. Sebelum Aldi sampai aku harus rapiin semua" ucapku sambil menyusun barang yang berserakan.


Setelah hampir 1 jam aku pun selesai membereskan rumah. Lalu, aku duduk di kursi teras depan rumah. Sambil menunggu Aldi datang, aku memainkan ponselku.


Aldi pun sampai dan menyapa ku dengan ejekan.


"Hei bucin!! sapa Aldi.


"Apa sih sayang, kamu ngejek mulu deh kalau kesini," jawabku.


"Biar kamu ketawa, jangan cemberut gitu," ucap Aldi sambil menghiburku.


"Ya, aku lagi bad mood. Lagi malas mau ngapa - ngapain," jawabku sambil memainkan ponsel.


"Kalau malas, kenapa suruh temenin jam 2?" tanya Aldi.


"Ya gak mungkin aku gak datang ke acara Kak Bunga, Bang," jawabku.


"Ya udah, jangan cemberut terus. Nanti jeleknya nambah loh," ucap Aldi sambil meledek.

__ADS_1


"Pasti kamu mau ini kan?" tanya Aldi sambil mengambil ice cream di dalam kantong yang dibawanya.


Aldi pun menyuguhkan ice cream ke hadapanku. Aku mulai menampakan senyuman. Aldi pun menggodaku.


"Sayang, kamu kalau senyum gitu manis deh," ucap Aldi.


"Mulai deh mulai, ada maunya baru muji," jawabku ke Aldi.


Setelah sekian lama kami mengobrol, jam pun menujukan pukul 14.00 WIB. Aku segera menghubungi Tari untuk datang ke rumahku. Kami akan pergi ke acara nikahan Bunga. Tak lama kemudian, Tari pun tiba.


"Berangkat sekarang?" tanya Tari kepadaku.


"Boleh, yuk. Keburu panas ni, Vio," jawabku ke Tari.


Aku dan Aldi berboncengan, Aldi sesekali menanyaiku tentang pernikahan.


"Sayang, kamu mau aku lamar?" tanya Aldi dengan serius.


"Ya, maulah. Cewek mana yang nolak kalau pacarnya serius," jawabku bersemangat.


"Nanti akan ku bicarakan dengan Ibu dan Ayah ku di rumah ya sayang," ucap Aldi.


Sesampainya di gedung tempat pesta pernikahan Bunga, aku menarik Tari. Tari pun kaget.


"Tar, sini dulu," ajakku sambil menarik Tari.


"Ya ampun, Vio. Ada apa ngagetin aku ih kamu," jawab Tari agak kaget.


"Vio udah ngasih kode nih Bang Aldi, kapan nyusul?" tanya Tari ke Aldi.


"Tahun depan ya, do'a kan ya Tari," jawab Aldi.


"Ih, beneran itu?" tanyaku ke Aldi.


"Pokoknya tidak lebih dari 3 tahun, Abang akan nikahi kamu Viona," ucap Aldi.


Aku pun tersenyum dan tersipu malu, mendengar Aldi bicara soal pernikahan itu. Aku pun menggandeng tangan Aldi, lalu masuk ke gedung itu. Lalu, kami mengambil wejangan yang telah disiapkan. Setelah kami makan lanjut bersalaman dengan Bunga dan mengucapkan selamat atas pernikahannya. Kemudian kami pun berniat untuk pulang, tiba - tiba Aldi tak sengaja menyenggol seorang wanita. Ternyata itu adalah mantannya.


"Eh, maaf ya. Gak sengaja," ucap Aldi.


Wanita itu bernama Oliv, dia pun menjawab "Ya, gak apa - apa," sambil menatap mata Aldi.


Aldi pun mengalihkan pandangannya. Aldi langsung menggandengku lagi.


"Eh, Oliv kan? Udah lama gak kelihatan, kemana aja?" tanya Aldi ke Oliv.


"Ya, Al. Aku Sibuk kuliah aku Al, kamu kenal dengan Bunga yang nikah ini?" jawab Oliv dan bertanya lagi ke Aldi.


"Enggak, itu seniornya pacarku. Aku cuma nemani ajaz" jawab Aldi.


"Oh, ini ya pacar kamu. Kenalin aku Oliv," ucap Oliv sambil menguluran tangannya ke aku.

__ADS_1


"Aku Viona, Kak," jawabku dan menerima uluran tangannya.


"Udah lama kalian pacaran? Aku udah lama juga loh gak jumpa kamu Al, main - main dong ke rumah. Mama pasti senang tu kalau kamu ke rumah," tanya Oliv ke Aldi.


Aku memberi kode cubitan kelengan Aldi.


"Ya, kapan - kapan kami kesana. Duluan ya," jawab Aldi dan pergi meninggalkan Oliv.


Sesampainya di parkiran aku pun menanyakan wanita tadi ke Aldi, rasa penasaranku begitu kuat.


"Sayang, itu mantan kamu yang kamu bilang susah move on itu?" tanyaku ke Aldi dengan rasa cemburu.


"Duh, udah gak usah bahas dia sayang. Aku udah lama move on kok semenjak kenal dekat dengan kamu," jawab Aldi.


"Aku kesel ni sama kamu. Aku minder," ucapku dengan raut wajah cemberut.


"Kenapa sayang?" tanya Aldi heran.


"Mantan kamu cantik, tinggi, putih. Nah, aku," ucapku sambil menundukan kepala.


"Yaelah, kamu ya kamu. Jangan pernah bandingin diri kamu dengan diri orang lain. Kamu cantik dihati aku sayang," ucap Aldi.


Lalu aku dan Aldi pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, aku masih pasang muka cemberut. Aldi pun menggodaku.


"Sayang, makin cemberut makin cantik. Tapi hidungnya makin pesek," ucap Aldi sambil meledek ku.


Aku tidak menjawab dan tetap pasang muka cemberut.


"Sayang, kamu marah?" tanya Aldi kepadaku.


"Aku cemburu," jawabku singkat lagi.


"Cemburu kenapa sayang?" tanya Aldi lagi.


"Mama nya aja masih ingat kamu, pasti kalian lebih akrab dulunya kan? Pasti kalian pernah diposisi seperti yang aku rasain ini kan. Diajak nikah, terus.." jawabku dengan nada sedih.


"Terus apa hayo?" tanya Aldi. Kalian tatapan gitu tadi. Ih nyebelin. Jangan - jangan setelah kamu ketemu dia jadi malah pingin balikan lagi," jawabku dan mengalihkan pandangan ke arah lain.


Aldi menarik tanganku, aku melepaskannya. Lalu Aldi menarik paksa tanganku. Dan mengarahkan pandanganku ke matanya.


"Udah ya cemburunya, dia itu masa lalu. Kamu masa depan," ucap Aldi sambil menatap mataku.


Aldi mendekatkan hidungnya ke hidungku. Dan mencium pipiku.


"Aku tu sayang sama kamu. Percayalah, banyak diluar sana yang ingin merusak hubungan kita. Tapi kita masih bertahan sayang," ucap Aldi.


"Aku... aku..." ucapku sedikit gugup.


"Aku sayang kamu, kamu jangan jauh dari aku ya. Jangan cemburu lagi," ucap Aldi.


Aldi tersenyum lalu mengecup keningku.

__ADS_1


Setelah hampir 1 jam mengobrol Aldi pamit pulang karena hari sudah sore.


__ADS_2