KITA

KITA
Episode 33


__ADS_3

Kring.. kring..


Alarm ponsel berbunyi terdengar dari bawah bantal. Ku lihat jam masih menujukan pukul 06.00 WIB, aku melanjutkan untuk tidur. Belum lama mataku terpejam, ponselku berbunyi lagi tepat disamping telinga, membuatku tersontak kaget terbangun dan terduduk diatas kasur. Ternyata Aldi yang meneleponku.


Ada apa Aldi nelepon jam segini, kayaknya gak ada janjian mau pergi. Lagian hari ini libur kerja kok, kan hari minggu. Lanjut tidur lagi deh, masih ngantuk.


Lima menit kemudian, Ibu menggedor pintu kamarku dan memanggil-manggil namaku dengan suara yang cukup keras.


"Viona... bangun!! Viona...!!!"


Aku pun bangun dan membuka pintu kamarku sambil mengucek kedua mataku yang masih berat untuk membuka mata. Kulihat Ibu bersama Aldi sedang berdiri dihadapanku. Aku langsung membuka mataku lebar-lebar karena kaget dengan kedatangan Aldi secara tiba-tiba.


"Bang Aldi, kok di sini?" tanyaku sambil merapikan rambut yang tak beraturan. "Udah lama ya? Kok gak ngabari, sih."


"Ya ampun, coba kamu lihat HP kamu. Udah berapa panggilan tu. Kamu aja yang masih molor," jawab Aldi dengan tertawa kecil.

__ADS_1


"Vio.. Aldi.. Ibu tinggal dulu, ya," ucap Ibu sambil berjalan ke dapur.


"Ya bu.." jawabku dan Aldi serentak.


Saat itu juga aku langsung ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Setelah itu, aku mengganti bajuku dan bergegas ke dapur untuk membuatkan minuman teh hangat. Lalu, membawa minuman itu ke ruang tamu. Aku masih bingung, kenapa Aldi tiba-tiba ke rumah. Sepertinya, ada hal penting yang ingin Aldi bicarakan.


"Sayang, kamu tumben pagi-pagi ke rumah?" tanyaku sambil meletakkan dua buah gelas di atas meja.


"Aku ingin bahas soal pertunangan kita, sayang," jawab Aldi. "Nanti, aku juga mau ngobrol sama Ibu kamu soal ini. Kamu udah kasih tau Ibu?"


"Udah, soal itu gak penting. Dia cuma sepupu, sayang. Ingat, cuma sepupu," ucap Aldi dengan membalas senyuman.


Aku bakal tunangan sama Aldi, ya ampun ini mimpi gak sih? Dan aku bakal jadi calon isterinya. Semoga ini beneran. Tapi... kok aku jadi khawatir Fira bakal menggagalkan pertunangan ini. Ah, sudahlah. Lupain aja.


Sejam kemudian, aku meminta Ibu untuk duduk membahas soal pertunanganku dengan Aldi. Memang sebelumnya, Ibu tidak tahu soal ini. Aku berharap, Ibu setuju dengan pertunangan ini. Ibu pun duduk disebelahku sambil membawa piring berisi pisang coklat kesukaanku dan Aldi. Lalu, Ibu meletakkan piring itu di atas meja.

__ADS_1


"Bu, maaf pagi-pagi Aldi mengganggu Ibu," ucap Aldi. "Ibu udah gak sibuk kan?".


"Gak apa-apa, Aldi. Ibu udah gak sibuk kok," jawab Ibu sambil menyodorkan piring berisi cemilan. "Ayo, dimakan."


"Jadi gini, Bu. Aldi pengen tunangan dengan Vio, apa Ibu ngizinin?" tanya Aldi.


"Ya, gak apa-apa. Ibu sih terserah sama Viona aja, mana baiknya. Yang menjalani kan kalian," jawab Ibu dengan senyuman.


Setelah sekian lama berbincang, Ibu pun pergi ke belakang meninggalkan aku dan Aldi di ruang tamu. Aldi begitu bahagia mendengar jawaban Ibu yang menyetujui pertunanganku dan Aldi. Lalu, Aldi memberitahuku bahwa keluarganya akan datang ke rumahku bulan depan untuk acara pertunangan ini, aku pun mengangguk. Jam menujukan pukul 14.00 WIB, Aldi pun bergegas untuk pulang. Aku langsung masuk ke kamar, hari ini hari yang paling bahagia. Karena, bulan depan aku akan menjadi tunangan Aldi. Dan semoga saja lancar tanpa penghalang si sepupu nyebelinnya itu. Aku pun mengambil boneka pemberian Aldi, lalu memeluknya sangking bahagia hatiku. Aku berlari ke dapur untuk memberitahu Ibu.


"Bu.. Ibu..." lirihku memanggil Ibu.


"Ada apa, Vio?" tanya Ibu sambil meletakkan gelas di atas meja makan. "Kenapa, Nak? Sini kita makan bareng."


"Acara tunangannya bulan depan, Bu. Tadi Aldi lupa beritahu Ibu," jawabku dengan wajah bahagia.

__ADS_1


Setelah aku memberitahu Ibu, aku pun bergegas ke kamar lagi untuk tidur siang ditemani boneka kucing kesayangan.


__ADS_2