
Tak terasa sudah sebulan aku berkuliah. Beginilah rasanya jadi mahasiswa. Tugas yang menumpuk, dan dosen yang galak. Semua harusku lalui. Hari ini Aldi yang mengantarkanku ke kampus. Sesampainya di kampus, aku berjalan menuju kelas Baru beberapa langkah aku melihat Tari, aku langsung menghampirinya.
"Hei, Tar. Tungguin dong, sama - sama ke kelas," sapaku.
"Eh, Vio. Sumpah capek, banyak banget tugasnya, Vi," ucap Tari.
"Kamu nih, dikit - dikit ngeluh. Jangan ngeluh mulu, kerjain biar cepat kelar. Minggu depan udah libur, dari mulai puasa sampai habis lebaran baru masuk," ucapku.
Lalu, aku dan Tari pun berjalan menuju kelas. Setelah tiba di kelas, dosen pun masuk. Aku pun mengambil buku dari tasku dan mengikuti kelas hari ini.
Jam belajar pun berakhir, aku dan Tari pun segera keluar dari kelas itu. Tiba - tiba Nicko datang menghampiri aku dan Tari.
"Eh, kamu lagi," sapa Nicko.
"Eh, senior," jawabku.
"Gak usah panggil senior, namaku Nicko," balasnya.
"Oh, oke Bang Nicko. Aku Viona. Semester berapa?" tanyaku.
"Baru semester 5, kalian jangan malas - malas. Biar cepat wisuda," ucap Nikco.
"Yaelah, baru aja mulai udah mikir wisuda," jawabku.
Tari pun meninggalkanku. Aku banyak bercerita dengan Bang Nicko. Tak lama kemudian ia menanyakan nomor ponselku.
Dengan rendah hati aku memberikan nomor ponselku kepada Nicko. Lalu, aku segera pergi meninggalkannya.
"Izin pulang ya Bang Nicko. Sudah di jemput," ucapku.
"Oh, ya silahkan," balas Nicko.
Tak sengaja, Bunga si nenek sihir melihatku berduaan dengan Nicko. Dia begitu kesal denganku. Aku pun segera menuju ke halte, karena Aldi sudah menungguku
"Sayang, kok lama?" tanya Aldi.
"Tadi jumpa senior, segan mau langsung pulang," jawab ku.
"Oh, yaudah buruan naik," balas Aldi.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Aldi melanjutkan untuk berangkat kerja. Aku pun masuk ke dalam rumah lalu melanjutkan untuk tidur.
**
Keeseokan harinya. Aku berangkat ke kampus sendiri. Sesampainya di kampus, ternyata Bunga sudah menungguku ditangga. Bunga sangat kesal karena semalam aku begitu akrab dengan Nicko.
"Heh, kamu ya. Anak baru berani - beraninya dekatin Nicko. Ada hubungan apa kalian?" tanya Bunga kepadaku.
"Tanya aja sendiri," jawabku singkat.
"Kamu ya bener - bener. Berani ya merebut cowok itu dari aku!!! bentak Bunga.
"Apaan sih kak, tanya dong sama Bang Nicko. Nuduh aja!!!!" jawabku dengan nada marah.
"Aku minta jangan sekali - sekali kamu dekatin dia," ucap Bunga.
Bunga pun pergi meninggalkanku, tiba - tiba Tari datang. Lalu, Tari menceritakan tentang Bunga. Ternyata Bunga sudah lama mengejar si Nicko. Tapi, Nicko tidak menyukai Bunga.
"Oh, jadi dia naksir. Tapi sicowok gak peka? tanyaku kepada Tari.
"Ya, Vio. Begitulah. Eh, kamu udah punya pacar, jangan sampai suka sama si Nicko itu," jawab Tari.
Hari ini pengumpulan tugas akhir. Karena, besok sudah libur kuliah. Aku dan Tari pun segera mengantarkan tugas itu ke ketua kelas, lalu bergegas untuk pulang.Tiba - tiba ada suara memanggil namaku. Ternyata Nicko.
"Viona!!!!" teriak Nicko dari arah kantin.
"Duh, dia lagi. Serius aku males. Tar, kamu aja tuh yang nyamperin. Aku pulang duluan," ucapku kepada Tari.
"Viona.. hei aku manggil kamu. Kok main pergi aja. Kamu sibuk?" tanya Nicko.
Ini orang mau apa, ya. Si Bunga kan lebih cantik. Kenapa aku terus yang jadi sasarannya. Males tau ribut sama si nenek sirih yang super galak itu.
"Buru - buru. Maaf, ya," jawabku ke Nicko.
Aku pun meninggalkan si Nicko, dan berjalan menuju parkiran. Lalu, aku bergegas untuk pulang. Sesampainya di rumah, aku menelepon Aldi. Malam ini aku mengajaknya jalan. Aku pun meletakkan tasku di atas meja, lalu membereskan buku - buku yang berserakan di atas meja itu. Setelah semuanya selesai, aku segera melanjutkan untuk tidur siang.
Aku pun terbangun dari tidurku, lalu aku segera mandi dan bersiap - siap untuk bertemu Aldi. Malam ini ada janji buat jalan dengannya. Jam pun menujukan pukul 19.00 WIB. Suara klakson sepeda motor terdengar. Aku segera keluar, ternyata Aldi sudah datang. Kami pun berjalan menuju sebuah cafe tempat biasa nongkrong.
"Kita kesini aja ya?" tanya Aldi.
__ADS_1
"Ya, gak apa - apa. Kemana aja asal sama kamu," jawabku.
"Gimana kuliah kamu sayang?" tanya Aldi.
"Lancar dong, besok kan udah libur. Karena mau puasa. Lumayan dapat sebulan libur. Tenangkan pikiran," jawabku.
"Ya, baguslah sayang. Pasti kamu punya kenalan cowok di kampus, kan? Yang kamu suka gitu," tanya Aldi lagi.
"Banyak, sekelas ada beberapa cowok itu kenal semua. Ya gak ada lah, gini - gini setia. Walaupun ada yang lebih ganteng dari kamu. Hahahah," jawabku sambil tertawa.
Setelah 1 jam kami duduk, Aldi melanjutkan untuk mengajakku berkeliling. Begitu sampai diluar, tiba - tiba aku bertemu dengan Nicko senior di kampusku. Nicko pun menghampiku.
Duh, dia lagi, dia lagi. Males banget.
"Eh, Viona. Sama siapa di sini?" tanya Nicko.
"Sama pacar, Bang," jawabku spontan.
"Ini ya, pacar kamu, Vi?" tanya Nicko dengan rasa penasaran.
Aku hanya menganggukan kepala.
"Salam kenal ya. Aku Nicko, senior Viona di kampus," sambung Nicko sambil mengulurkan tanganya ke Aldi.
"Aku Aldi, kami mau lanjut dulu ya. Takut kemalaman," balas Aldi sambil menerima uluran tangan Nicko.
Akhirnya, aku dan Aldi pergi dari tempat itu. Aku malas bertemu Nicko. Dia selalu ingin tau tentangku dan hubunganku.
Setelah sekian lama berkeliling, Aldi pun mengantarkanku. Lalu, Aldi melanjutkan untuk pulang karena hari sudah malam dan besok sudah puasa.
**
Hari ini pertama puasa, Aldi membangunkanku sahur melalui via telepon. Setelah selesai sahur, aku melanjutkan untuk salat subuh lalu bergegas untuk tidur.
Jam menujukan pukul 16.00 WIB, Aldi menelepon dia menyuruhku untuk bersiap - siap, karena dia akan mengajakku untuk berbuka bersama keluarganya. Tak lama kemudian, Aldi sampai di rumahku. Aku menyiapkan minuman berbuka yang ku buat untuk Ibu dan Ayah Aldi. Lalu kami bergegas pergi, tak lupa Aldi selalu berpamitan dengan Ibuku. Sesampainya di rumah Aldi, aku langsung menyalami Ibu, Ayah serta Adik - Adiknya.
"Ini, Bu. Ada sedikit minuman. Viona buat sendiri, diminum ya, Bu," ucapku sambil menyodorkan kantong yang berisi minuman ke Ibu Aldi.
"Oh, ya. Terima kasih Viona," jawab Ibu Aldi dengan tersenyum.
__ADS_1
Jam sudah menujukan pukul 20.00 WIB, aku bergegas pulang. Karena Ibuku juga tidak mengizinkanku untuk pulang larut malam. Aku pun berpamitan dengan Ibu dan Ayah Aldi. Sesampainya di rumahku, tak lupa berterima kasih kepada Aldi karena sudah mengizinkanku untuk berbuka bersama keluarganya. Aldi pun masuk ke rumah bertemu Ibu dan Ayahku. Lalu, berpamitan untuk pulang karena hari sudah malam. Aku pun bergegas ke kamar untuk segera tidur.