
Hari ini aku akan melihat hasil ujianku ke kampus. Aku meminta Aldi untuk menjemputku pagi-pagi. Jam sudah menujukan pukul 07.00 WIB. Sebelum berangkat ke kampus, aku menelepon Kevin meminta izin hari ini datang ke kantor sedikit terlambat karena aku akan mengambil hasil ujianku ke kampus. Kevin pun mengizinkan. Aldi pun datang, aku segera menaiki sepeda motornya dan langsung berangkat.
"Semoga IPK semester ini lebih bagus," ucapku.
"Pasti bagus, kamu kan pintar, Vi. Gak pernah boloskan?" tanya Aldi.
"Ya enggak dong. Duh, deg degan ni sayang. Takut turun nilainya," jawabku.
"Harus optimis sayang," balas Aldi dengan senyuman.
Akhirnya sampai di depan gerbang kampus. Aku pun segera turun dari sepeda motor itu dan mengajak Aldi ke kantin untuk sarapan. Dikejauhan aku melihat Tari dan Nicko tengah asyik mengobrol, aku langsung berjalan kearah mereka.
"Hei, lagi pada ngomongin apa?" tanyaku kepada mereka. "Kayaknya serius banget "
"Soal nilai, Vi. Aku takut nih, IPK kamu pasti tinggi, Vi,"
"Kalian ini, ya. Belum tau aja udah pesimis gitu," ucapku.
__ADS_1
"Eh, ada Aldi. Gimana masalah dengan Manager kamu kemaren, Bro? Udah kelar?" tanya Nicko ke Aldi.
"Udah beres. Kevin gak jadi pecat aku. Dia gertak doang, paling kerjaan si Gina biar aku sama Vio bubar," jawab Aldi.
"Kantin yuk guys!" ajakku.
"Yuk, lapar nih," jawab Tari.
Aku, Aldi, Tari dan Nicko pun bergegas menuju kantin. Kami memilih duduk dekat pojokan karena lebih enakan wifi lebih lancar. Selagi paket habis, itulah yang sering dilakukan mahasiswa di kampus ini. Duduk di kantin cuma mencari wifi.
"Guys, duduk dekat pojokan noh biar kenceng sinyal wifi," ujar Nicko.
"Aamiin," ucap kami dengan serentak.
Kali ini yang memesankan makanan Tari, tapi tetap yang bayar Nicko. Tak lama kemudian, pesanan datang. Kami pun langsung menyantap makanan itu. Sambil bercerita-cerita. Setelah selesai makan, kami pun segera menuju ke ruang Tata Usaha. Lumayan, harus menaiki tangga. Aku, Tari dan Nicko pun masuk ke dalam. Aldi menunggu dibangku luar ruangan itu.
"Sayang, kamu tunggu disitu, ya. Jangan hilang,"
__ADS_1
"Hilang kemana coba sayang? Hahahah,"
"Yuk, guys. Mudah-mudahan sesuai dengan yang kita harapkan,"
Setelah masuk ke ruangan Tata Usaha. Kami satu per satu memberikan nomor yang tertera dikertas kecil untuk dicek hasil nilai ujian semester 3 ini. Setelah menunggu beberapa menit, kami diberikan kertas hasil ujian itu. Dan alangkah terkejutnya aku melihat nilaiku yang begitu naik drastis dan yang lebih terkejutnya lagi, aku mendapat beasiswa karena berprestasi.
"Aaaaaa serius ini? Lihat guys nilaiku mendekati 4.00," teriakku dengan wajah sumringah.
"Selamat, Vi. Eh, kamu dapat beasiswa juga loh, Vi. Selamat sayangku," ucap Tari sambil memelukku.
"Selamat ya, Viona. Udah gak usah kerja sama Kevin lagi, udah dapat beasiswa itu. Ntar dikejar-kejar lagi sama Kevin. Hahahah," ujar Nicko sambil bercanda.
"Makasih ya guys. Aku gak percaya aku bisa dapat beasiswa ini. Aku akan kasih tau Aldi dan orang tuaku. Pasti mereka senang mendengarnya," jawabku sambil berjalan kearah Aldi.
"Gimana hasilnya sayang?" tanya Aldi. "Bagus kan nilai ujian kamu?".
"Alhamdulillah, aku juga dapat beasiswa sayang. Aku seneng banget," ucapku sambil memeluk Aldi.
__ADS_1
"Uhhh so sweet," cetus Tari.