
Hari demi hari berganti. Tak terasa aku dan Aldi sudah 2 minggu LDR. Suara alarm dari ponsel dan kicauan burung mengagetkanku. Lalu Aku mengambil ponselku dan melihat jam sudah menujukan pukul 07.00 WIB. Aku terduduk dikasur, lalu aku teringat 2 hari lagi adalah hari ulang tahunku yang ke-18 tahun. Aku tak tau apakah Aldi ingat dan akan pulang menemuiku. Lalu, aku bergegas untuk mandi dan bersiap - siap. Seperti biasanya, aku akan menemani Ibuku ke pasar.
"Viona, ayuk kita ke pasar temani Ibu," ajak Ibu.
"Baik, Bu," jawabku dengan spontan.
Sesampainya di rumah. Aku pun siap - siap untuk kuliah. Aku memasukkan satu per aatu buku yang akan kubawa.
Kring.. kring..
Ponsel ku berbunyi. Ternyata Aldi yang menelepon. Aku pun segera mengangkat telepon darinya.
"Hai sayang, kamu dan keluarga apa kabar? Udah sarapan kan?" tanya Aldi kepadaku.
"Alhamdulillah, baik semua. Abang gimana? Udah dong, gak pernah telat lagi," jawabku.
"Syukurlah, Abang juga baik disini. Gitu dong, jangan suka telat makan, ntar kamu sakit," jawabnya dengan begitu perhatian.
Tiba - tiba telepon terputus.
"Yah, kok mati sih. Padahal belum sempat nanyain bisa pulang apa enggak," ucapku dengan kesal.
Raut wajahku tampak sedih saat telepon dari Aldi putus. Aku segera berangkat ke kampus.
Sesampainya di kampus, aku bertemu Nicko.
"Eh, lama tak jumpa ya Bang," sapaku.
"Ya, kemarin liburnya nambah. Karena ada urusan di luar kota," jawab Nicko.
"Oh begitu," ucapku.
"Habis nangis ya? bengkak mata kamu," tanya Nicko.
"Ah enggak kok biasa aja," jawab ku.
Nicko menatap mataku, aku pun segera meninggalkannya. Tiba - tiba ia menarik tanganku.
"Kamu mau kemana? aku belum selesai ngomong," tanya Nicko.
__ADS_1
"Mau ngomong apa lagi? keburu telat nih," tanyaku.
"Kenapa kamu gak ngomong kalau udah punya pacar?" tanya Nicko.
"Dih, kamunya gak nanya. Lagian kita kan bukan teman dekat, jumpa cuma di kampus itu pun jarang," jawabku.
"Kenapa setelah aku menyukaimu baru tau kalau kamu itu udah punya pacar. Aku suka sama kamu Viona," ucap Nicko sambil menahanku untuk tidak pergi.
"Kak Bunga lebih cantik, dia lebih suka denganmu Bang Nicko seniorku. Tolong jangan ganggu aku ya. Permisi," jawabku dengan melepaskan tangannya yang memegangku.
"Heh, gak semua laki - laki memandang dari fisik. Dia cantik, sayang hatinya tak secantik rupanya," ucap Nicko.
Tanpa sadar, si nenek sihir menguping pembicaraan aku dan Nicko. Aku pun segera melajukan langkahku menuju kelas. Sesampai di kelas aku mengikuti perkuliahan hari ini.
Duh, tadi Kak Bunga dengar gak ya, apa yang aku bincangkan dengan Nicko. Takutnya salah paham.
Setelah kelas selesai, tiba - tiba Bunga si nenek sihir menemuiku. Bunga menariku ke arah tangga.
"Eh, kamu terima si Nicko ya?" tanya Bunga kepadaku.
"Apaan sih kak. Hei, Kak Bunga, aku sudah punya pacar. Buat apa aku menerima Nicko.
"Awas kamu ya, mulai hari ini jangan dekati dia lagi. Ngerti!!!" bentak Bunga.
Lalu, aku pulang. Sesampainya di rumah.
Aku mengambil ponselku. Ternyata ada pesan via SMS dari Aldi, ia mengatakan bahwa tadi saat ia meneleponku tiba - tiba terputus itu karena ponselnya low bat.
Jam menujukan pukul 16.00 WIB, aku bangun dari tidurku. Dan mengecek lagi ponselku. Ternyata Aldi belum ada mengabari. Aku pun bangkit dan menaruh ponselku dilemari. Lalu, aku mengambil handuk dan pergi untuk mandi. Selesai mandi aku pun mengambil ponsel lagi. Berharap ada pesan dari pacarku Aldi. Ternyata tidak ada. Harapanku terlalu tinggi, akhirnya aku pergi mencari Ibu.
"Bu, 2 hari lagi ulang tahunku" ucapku dengan wajah cemberut.
"Ya, Nak. Ibu tau. Kenapa wajahmu cemberut?" tanya Ibu kepadaku.
"Itu Bu, Aldi gak ada ngabari aku. Kesal tau, padahal kan 2 hari lagi ulang tahun ku. Masa sih dia gak pulang," jawabku.
"Sudah lah, kamu sabar aja. Mana tau dia sibuk kerja," jawab Ibu sambil menenagkanku.
Aku pun pergi ke halaman rumah, dan duduk dibangku halaman rumah. Tiba - tiba Cici tetanggaku lewat dan singgah.
__ADS_1
"Eh, Viona. Kok cemberut gitu? Kayak habis ditinggal pacar aja. Hahah" tanyanya sambil tertawa.
"Ya nih, lagi LDR. Galau aku Ci," jawabku.
"Eh, LDR? Aduh, jauh - jauh gitu apa kamu gak curiga? Kamu gak lihat loh dia ngapain disana," ucap Cici.
"Udah, kamu gak usah gitu deh. Bukannya beri masukan malah bikin tambah sedih," jawabku dengan kesal.
Lalu Cici pun pulang. Aku pun masuk ke dalam rumah. Jam menujukan pukul 20.00 WIB. Aku masih menunggu ponselku berbunyi.Berjam - jam aku menunggu. Sepertinya tidak ada tanda - tanda Aldi menelepon atau SMS.
"Aldi kemana sih, dari tadi gak ada ngabarin. Ih, kesel!!" ucapku dengan nada marah.
Aku kembali menaruh ponsel ku di lemari. Lalu aku berbaring diatas tempat tidur ku. Jam menujukan pukul 22.00 WIB. Aku masih melihat ponsel ku. Dan Aldi tidak mengabari ku sama sekali. Aku mencoba menghubungi Aldi, tapi tak juga diangkat.
"Jahat banget sih kamu, pasti lagi selingkuh kamu kan. Oke, aku gak akan nunggu kabar kamu lagi," lirihku.
Aku pun mematikan ponselku. Lalu meletakkan diatas meja kamarku dan melanjutkan tidur. Tiba - tiba aku terbangun, aku mengambil kembali ponselku dan menghidupkannya. Ada sebuah pesan masuk. Aku pun segera membuka ternyata dari Telkomsel.
Ih, apaan sih. Udah berharap kalau dia yang SMS beri kabar. Kemana sih kamu Bang, jam segini gak ngabari juga.
Aku melihat jam sudah menujukan pukul 23.30 WIB.
"Bang Aldi udah ada pengganti ku disana, secepat itu dia mencarinya. Tega banget kamu, Bang," ucapku sambil menangis tersedu - sedu.
Kring.. kring..
Ponselku berbunyi, aku langsung mengambilnya. Ternyata Aldi meleponku, dengan sigap aku mengangkag telepon darinya.
"Abang, kamu kemana aja? kok gak ngabari? Aku telepon juga gak kamu angkat. Apa sih maksud kamu kayak gini!!!" ucapku sambil meneteskan air mata dan marah.
"Kamu curiga terus, aku kan kerja sayang. Lembur. Aku gak bisa ngangkat, karena lagi ada Bos di sini," jawab Aldi.
Aku pun diam tidak menjawab apa pun.
"Sayang, maaf ya. Dihari ulang tahun kamu, aku gak bisa pulang. Kerjaan belum siap. Bos juga gak kasih izin aku buat cuti. Happy birthday ya sayang, semoga diumur kamu yang ke-18, tambah pintar, diberi kesehatan dan umur yang panjang," ucap Aldi.
"Aamiin, ya udah kalau gitu," jawab ku.
Aku langsung mematikan ponselku.
__ADS_1
Aku masih meneteskan air mata mendengar ucapan Aldi tadi. Aku pun menghapus air mataku dan melanjutkan untuk tidur.