KITA

KITA
Episode 7


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahunku. Tepat diusiaku yang ke-18 tahun. Alarm ponsel pun berbunyi membangunkanku. Aku segera bangkit dan melihat jam diponselku. Ternyata sudah jam 05.00 WIB. Aku bangun dan langsung mengambil air wudhu' untuk mengerjakan salat subuh. Selesai salat, aku pun duduk di kasur ku sambil melihat - lihat ponsel.


"Hari ini untung libur kuliah, lagi malas buat ngapa - ngapain. Mau rebahan aja, Aldi juga gak pulang nemui aku. Kesel baget, gak ada kabar lagi. Arggggghh," ucapku dengan nada kesal.


Ponsel ku berbunyi. Ada sebuah pesan masuk via SMS berisi,


"Selamat ulang tahun Viona, semoga kamu cepat putus ya."


"Apa maksud SMS ini? Pasti Nicko. Apa sih maunya, suka banget iseng dan kepoin aku. Tapi kali ini aku marah dengan kalimat ini," lirihku.


Aku kembali mematikan ponselku. Dan melanjutkan tidur. Tiba - tiba aku terbangun. Lalu, aku pun mengambil dan menghidupkan ponselku. Ternyata ada pesan dari Aldi. Ia memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadaku. Tapi, aku tidak menjawab pesan itu. Aku kesal dengan kejadian semalam. Aldi sangat membuatku jengkel. Sampai - sampai tidak memberi kabar kepadaku. Aku kembali meletakkan ponselku diatas meja. Aku segera pergi keluar, dan duduk di teras rumahku.


Tak lama kemudian, Ibu memanggilku.


"Viona... sini sebentar," panggil Ibu.


Aku pun masuk ke dalam rumah dan menanyakan kepada Ibu.


"Ada apa, Ibu?" tanyaku.


"Ini, tolong bantu Ibu sebentar. Antarkan bingkisan ini ke rumah Nenek dan Pamanmu," jawab Ibu.


"Baiklah, Bu" jawabku.


Lalu, aku pergi mengantarkan bingkisan itu.


Setelah aku selesai mengantarkan bingkisan. Aku masih kepikiran dengan sikap Aldi kepadaku.


Masa sih Aldi tega. Hari ini kan ulang tahunku. Aku mulai curiga dengan Aldi.


Sampai di rumah aku kembali mengambil ponselku lagi. Aku menelepon Aldi, tapi sayangnnya nomornya tidak aktif.


"Baiklah, aku tidak tau apa maksud darimu Aldi" lirihku dengan rasa kecewa.


Jam menujukan pukul 16.00 WIB.


Lalu Aldi mengirimkan pesan via SMS, ia meminta maaf kepadaku. Karena dihari ulang tahunku, Aldi tidak bisa pulang menemuiku. Aku begitu sedih membaca pesan itu, sampai-sampai meneteskan air mata dipipiku. Aku seharian hanya berdiam di kamar. Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu rumah ku. Aku pun segera membukanya.


Dan ternyata, Aldi yang datang. Betapa kagetnya aku melihat Aldi di depan pintu rumah.


"Ih, kamu kok gitu? Bohong ih kamu," ucapku sambil meneteskan air mata bahagia.

__ADS_1


"Gimana perasaan kamu sayang?" tanya Aldi.


"Gak usah ditanya, kamu ih bikin aku nangis," jawabku sambil mengilap air mata


Aldi menghapus air mataku dan segera memelukku.


"Sudah, kan aku disini. Jangan nangis lagi ya. Tambah jelek tau," kata Aldi sambil meledek.


"Ya, aku nangis terharu. Kamu semalam kan bilang gak bisa pulang, tiba - tiba aja kamu nongol depan rumah. Gimana aku gak senang," ucapku sambil menahan tangis.


Aldi memberikanku sebuah kotak berisi makanan kesukaanku.


"Nih, aku bawain kesukaan kamu. Tadi pas aku SMS itu aku lagi cariin ini sayang," kata Aldi.


"Apa ini? makanan kah? kebetulan lapar nih," tanyaku dengan begitu semangat.


"Buka aja sayang, iya ini makanan kesukaan kamu," jawab Aldi.


Aku pun membuka kotak itu.


"Wah, ini donat yang udah lama aku incar. Ih, kamu tau aja. Aku udah lama pengen ini," ucapku.


Lalu aku bercerita banyak ke Aldi bagaimana perasaanku semalam waktu dia mengerjaiku. Aldi pun tertawa mengejekku.


Aku segera mandi karena hari sudah sore.


Selesai mandi, aku pun kembali mengobrol dengan Aldi.


"Sayang, enak gak kerja disana?" tanyaku penasaran.


"Enak gak enak ya dienak kan ajalah sayang," jawab Aldi sambil tersenyum kepadaku.


"Pasti disana banyak cewek - cewek cantik kan? Pasti kamu suka kan?" tanyaku.


"Banyak banget, Ya suka. Eh," jawab Aldi.


"Ih, kan kamu. Benar kan kamu ada suka cewek - cewek disana. Berarti benar, kamu selingkuh," balasku dengan wajah cemberut.


"Ih, kamu. Digituin aja udah marah. Bercanda sayang, gak ada tuh aku selingkuh. Paling mereka aja yang suka sama Abang. Hahahah," ucap Aldi sambil tertawa.


Jam menujukan pukul 19.00 WIB. Aldi pun izin kepadaku, dia ada sedikit urusan. Aku pun mengangguk. 1 jam kemudian, Aldi datang lagi ke rumahku. Lalu ia menutup mataku dengan kain dan membawaku ke suatu tempat. Tak lupa, ia selalu minta izin dulu ke orang tuaku.

__ADS_1


"Kamu jangan ngintip ya, awas!!" kata Aldi.


Aku pun mengangguk.


Sesampainya disana.


Aldi membuka kain yang menutupi mataku.


"Surprise..." ucap Aldi.


Aku diam dan tak tau ingin berkata apa.


"Selamat ulang tahun sayang, umur kamu udah 18 tahun ya. Semoga kuliah kamu lancar, dan hubungan kita tetap seperti ini," ucap Aldi.


"Ka.. ka.. kamu, buat ini semua untuk aku?" tanyaku gugup.


"Tentu, ini semua aku buat untuk kamu sayang," jawab Aldi.


Aku pun duduk di bangku yang sudah Aldi persiapkan. Kami duduk berhadapan. Aldi menyuruhku untuk memotong kue tart yang dibelinya itu. Aku pun menyuapi Aldi. Aldi begitu serius melihatku. Tatapan matanya membuat jantungku berdetak kencang. Dia membuatku gugup dan salah tingkah. Aku bahkan tidak berani menatap matanya.


Aldi memegang tanganku.


"Kamu senang gak?" tanya Aldi.


"Senang banget," jawabku dengan senyuman.


Jam menujukan pukul 21.30 WIB. Sebelum Aldi mengantarku pulang. Aldi menarik kedua tanganku.


"Sayang, boleh aku memberimu sesuatu?" tanya Aldi sambil menatap mataku.


" Aaa.. apa itu?" tanyaku gugup.


Aldi kembali menarik tanganku lalu ia mengecup keningku. Aku sangat terkejut, jantungku berdetak kencang.


Apa aku sedang bermimpi? Ini kado terindah diusiaku ke-18 tahun. Bangun Vio sadar.


Aku diam membisu saat Aldi mengecup keningku. Setelah itu, Aldi pun mengantarku pulang. Sesampainya di rumah, Aldi memberiku sebuah kotak kecil yang dibungkus kertas kado berwarna merah hati.


"Sayang, semoga kamu suka ya," ucap Aldi sambil memberi kotak itu ditanganku.


"Ya, tentu suka dong. Cukup kamu pulang dan temui aku aja udah bahagia rasanya. Aku gak minta kado atau supprise apa pun sayang," jawabku dengan tersenyum.

__ADS_1


"Kamu pakai ya, semoga kamu senang dengan hadiahnya," balas Aldi.


Lalu, Aldi pun pulang dengan memberiku kecupan dikening lagi sebagai tanda perpisahan. Karena besok Aldi akan berangkat dan kami LDR lagi. Aku pun masuk ke kamar. Lalu membuka kotak yang diberikan Aldi tadi. Ternyata isinya sebuah cincin. Dengan sigap langsung ku pakai cincin itu dijari manisku. Aku terharu, bahagia sekali rasanya hari ini. Aldi yang sempat membuaku jengkel, kali ini bikin aku terharu bahagia. Aku pun segera mencuci tangan dan kakiku. Lalu bergegas untuk tidur.


__ADS_2