KITA

KITA
Episode 23


__ADS_3

Setelah aku mendapatkan beasiswa, aku tetap memilih melanjutkan bekerja di kantor Kevin. Jam kuliahku berganti menjadi sore. Tari dan Nicko juga ikut pindah jam kuliah sepertiku. Mereka berdua sudah seperti saudara. Kemana saja selalu sama-sama.


Sepulang dari kampus aku dan Aldi langsung berangkat ke kantor. Alangkah bahagianya aku bisa melanjutkan kuliah sambil bekerja demi kebahagiaan orang tua. Begitu sampai di parkiran, aku langsung turun dari sepeda motor. Aldi selalu memberikanku perhatian sebelum bekerja.


"Sayang, kalau udah jam istirahat, kamu hubungi aku. Aku tunggu di kantin," ucap Aldi sambil menusap-usap rambutku.


"Siap, Bos. Bye sayang," balasku sambil berjalan meninggalkan Aldi.


Ini hari kedua aku kerja. Karena aku belum begitu paham, Gina yang mengajariku dalam menyelesaikan tugas yang sudah Kevin berikan. Saat itu, aku sedang mengetik proposal yang sudah Kevin tugaskan. Tiba-tiba Gina datang.


"Vio, bagaimana proposalnya? Ada yang ingin kamu tanyakan?" tanya Gina.


"Tidak ada, Gin. Aku udah paham berkat kamu ajarkan semalam," jawabku. "Betul beginikan?"


"Nah, betul, Vi. Kalau ada yang kurang paham. Kamu telepon saja aku, ya," tutur Gina. "Oh ya, nanti jam istirahat kita barengan ya, ke kantin. Aku traktir deh."


Aku pun menganggukkan kepala. Gina pun pergi ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaan. Aku hanya fokus kelayar komputer dihadapanku.

__ADS_1


Aldi bilang aku gak boleh terlalu dekat-dekat sama Gina. Ya, juga sih. Soalnya dia kan pernah merusak hubungan aku sama Aldi.


Setelah aku menyelesaikan pekerjaan, aku mengambil ponselku dari dalam saku celana. Jam menujukan pukul 12.00 WIB, aku pun menelepon Aldi, menyuruhnya untuk segera ke kantin. Setelah itu aku mematikan telepon dan bergegas ke kantin. Setibanya di kantin, aku bertemu Gina. Gina mengajakku untuk duduk dibangku yang tersedia di kantin itu.


"Eh, gimana kerjanya? Enak gak, Vi?" tanya Gina dengan penasaran.


"Enak gak enak dijalani aja," jawabku. "Aku berterima kasih sama Pak Kevin, udah beri aku pekerjaan ini."


"Ya, Vi. Kamu tau kan Kevin itu sepupu aku. Aku yang menyuruhnya untuk tidak memecat Aldi," ucap Gina dengan sedikit senyum.


Belum sempat aku menanyakan hal lain ke Gina. Aldi datang, dan menarik tanganku untuk pindah kebangku lain. Gina langsung terdiam. Dari tingkahnya Gina, membuat Aldi curiga.


"Ya, maaf sayang. Dia kok yang nyamperin aku tadi," jawabku.


"Yaudah, kamu pilih makanan apa sayang. Ntar aku pesanin," ucap Aldi sambil memberikan daftar menu.


Saat aku dan Aldi asyik berduaan, Gina memperhatikan kami berdua dari tempat awal aku dan Gina duduk. Saat aku menoleh kearahnya, ia pura-pura bermain ponsel. Aku mulai curiga dengannya.

__ADS_1


Apa yang sedang Gina rencanakan. Dari tadi dia sibuk melihat ke arah Aldi. Aku harus hati-hati.


Setelah selesai makan, aku dan Aldi pun pergi. Sikap Gina masih saja mencurigakan. Jam menujukan pukul 13.30 WIB, aku kembali ke meja kerjaku untuk melanjutkan pekerjaan. Saat aku sampai di meja kerjaku, aku melihat ada sebuah kotak bertuliskan dari pengagum rahasia. Aku pun terkejut. Baru juga dua hari kerja, sudah mendapat pengagum.


Gak beres nih, kerjaan siapa coba. Apa isinya ya, aku penasaran.


Aku begitu sangat penasaran dengan isinya, setelah aku buka ternyata berisi bunga dan coklat. Aku berpikir bahwa Aldi yang mengirimkan kejutan ini. Jam sudah menujukan pukul 16.00 WIB, pekerjaanku sudah selesai. Aku merapikan meja kerjaku dan segera ke parkiran menunggu Aldi. Aku melihat Aldi dikejauhan sambil senyum-senyum kearah Aldi.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Aldi heran. "Senyum-senyum gitu."


"Makasih ya sayang, baru aja dua hari kerja kamu kasih aku ini," ucapku sambil menujukan kotak yang kudapat diatas meja.


"Aku gak ada kirimin itu, kok," tutur Aldi. "sini coba aku lihat, tuh kan bukan tulisan aku juga ini sayang."


"Terus siapa dong? Kevin? Gina?" tanyaku "Buat apa coba sayang. Gak mungkin."


"Yang jelas ini orang iseng, kamu pokoknya jangan dekat-dekat Gina. Jaga jarak sama dia," balas Aldi.

__ADS_1


Lalu Aldi pun mengantarkanku pulang. Aku masih penasaran dengan kotak itu. Siapa yang mengirim dan buat apa dia kirimin itu ke aku. Jam menujukan pukul 17.00 WIB aku pun segera berangkat untuk melanjutkan kuliah.


__ADS_2