
Rania hari ini sengaja berangkat ke kantor lebih awal bahkan dia tak sempat menyiapkan sarapan untuk keluarganya.
"Mama papa maaf Rania berangkat dulu" ucap Rania.
"Kamu tidak sarapan dulu?" tanya mama Rania.
"Tidak mama, aku sudah terlambat hari ini ada rapat mendadak dikantor. Lagian aku belum siapkan sarapan apapun untuk kalian, maafkan Rania mama" ucap Rania.
"Iya sudah kamu hati-hati" ucap mama Rania.
Selang setengah jam yoga menjemput Rania seperti biasanya..
"Assalamu'alaikum sayang" ucap yoga.
"Walaikumsalam.. Eh om bunda sudah pergi kerja tadi, om masuk dulu yuk kita sarapan bareng dengan kami" ucap Arif.
"Terima kasih sayang, om langsung pergi kerja saja. Salam untuk Mbah, assalamu'alaikum sayang" ucap yoga.
"Walaikumsalam" ucap Arif.
"Maaf ibu Rania sudah datang?" tanya yoga.
"Belum pak, saya tadi berangkat dalam kondisi kantor masih ditutup" ucap reception.
"Oh kalau seandainya ibu Rania sudah datang, kamu telpon saya" ucap yoga.
"Sayang kamu dimana?" gumam yoga.
Sudah puluhan kali yoga menelpone Rania, tapi Rania tak sekalipun menjawabnya. Yoga semakin hawatir dengan Rania, sebab baru kali ini Rania tak menjawab panggilan telphonenya.
Tingtong...
__ADS_1
"Des.." ucap Rania.
"Kamu kenapa Rania?" tanya Desi.
"Aku boleh tidak tinggal disini?" tanya Rania.
"Boleh, tapi kamu tidak apa-apa kalau sendirian? Aku mesti kerja ran, kamu tidak kerja?" ucap Desi.
"Tidak apa-apa, aku ijin kerja des" ucap Rania.
Ting..
Chat Rania : Pak Edward maaf hari ini saya ijin tidak masuk kantor, semua berkas meeting hari ini sudah ada dimeja bapak. Maaf pak jika mendadak.
Chat Edward : Ok..
"Kalau seandainya aku tau, mama mas yoga menolakku. Aku tak kan menerima dia, aku tak mau menyakiti orangtuaku lagi" gumam Rania.
"Des aku pulang dulu, kalau kamu lapar. Dimeja makan sudah aku siapkan makan malam" ucap Rania.
"Terima kasih ran" ucap Desi.
Sementara dirumah Rania, yoga sudah menunggu didepan rumahnya dari jam lima sore hingga jam 7 malam.
"Sayang kamu darimana?" tanya yoga.
"Mas sedang apa disini?" tanya Rania.
"Aku tanya, bukan balik tanya!" ucap yoga.
"Darimana saja apa masalahnya?" tanya Rania.
__ADS_1
"Ayolah sayang jangan seperti ini aku tidak kalau tidak melihat senyumanmu" ucap yoga.
"Aku lelah mas, aku tidur dulu" ucap Rania.
"Oke, tapi besok aku jemput. Aku tidak mau kamu pergi sendiri lagi" ucap yoga.
Rania seakan tak ingin mendengar apa yang diucapkan yoga, dia lalu masuk kedalam rumah dengan mengunci pintu rumahnya.
"Sayang tunggu!" ucap mama Rania.
"Iya ma ada apa?" tanya Rania.
"Kamu seharian ini kemana? Yoga dari pagi hingga jam lima sore, satu jam sekali selalu telphone mama tanyain kamu. Kamu hari ini juga tidak masuk kantor, kamu darimana sayang?" ucap mama Rania.
"Tidak dari mana-mana ma, aku seharian dari rumah desi" ucap Rania.
"Memangnya Desi tidak kerja?" tanya mama Rania.
"Dia kerja ma" ucap rania.
"Sini sayang, duduk dulu" ucap mama Rania dengan lembut.
"Mama tau nak, kamu terluka karena hal kemarin. Mama tau kamu mengingat masa lalumu bersama ayahnya anak-anak, tapi nak tidak semua pria seperti itu. Kamu dengan yoga sudah cukup lama saling mengenal, kalian bahkan bulan depan akan menikah. Tolong kalau ada masalah jangan kamu Pendam sayang, bicarakan dengannya" ucap mama Rania.
"Rania hanya bingung ma, bagaimana caranya Rania menghadapi sikap mamanya mas yoga kelak" ucap Rania.
"Kekerasan jangan dilawan dengan kekerasan, lawanlah dengan kelembutan. Begitupula dengan penolakan, jangan kamu tolak mentah-mentah juga tapi lawanlah dengan penerimaan yang ikhlas dan tulus. Terimalah mamanya yoga sayang, walaupun dia menolaknya jika kamu dan yoga menerimanya. Mama yakin beliau akan luluh sayang" ucap mama Rania.
"Baiklah mama, Rania akan mencobanya. Rania ingin istirahat dulu, mama bagaimana dengan Arif dan kamila seharian ini? ucap Rania.
"Mereka baik-baik saja sayang, tenang saja anak-anakmu adalah anak yang mandiri dan pinter sayang" ucap mama Rania.
__ADS_1