
Semenjak Rania dan yoga menikah, mereka masih selalu bergiliran kerumah orangtuanya. Bukan karena yoga tidak sanggup membelikan rumah untuk Rania, namun dari pihak kedua orangtuanya yang masih sulit berpisah satu sama lain.
Dua bulan lamanya mereka memberikan apa yang diminta oleh orangtuanya hingga suatu hari saat sedang menikmati sarapan.
Oekk... oeeekk...
"Sayang kamu kenapa?" tanya yoga.
"Tidak apa-apa sayang, palingan aku hanya masuk angin" ucap Rania.
"Bunda makan ini saja" ucap Arif yang menyodorkan makanan kesukaan mereka.
"Emmm... Maaf aku ke kamar mandi dulu" ucap Rania.
"Bunda... bunda.. kenapa?" ucap Kamila yang menyusuli Rania.
"Tidak apa-apa sayang, sudah kamu lanjut makannya" ucap Rania.
"Bunda kami sudah selesai makan, kita berangkat sekolah dulu ya.. Daaahh.. bunda" ucap Arif dan Kamila.
"Sayang aku berangkat ke kantor dulu. Emmmuahh..." ucap yoga.
"Ihhh... Mas... Baunya bangkai" ucap Rania.
"Sayang kamu kenapa sih? Ini aku wangi juga, dibilang bau bangkai. Hidungnya tidak beres kali itu" ucap yoga.
'Emmmm sudah ah, sana pergi aku tidak kuat baunya" ucap Rania.
__ADS_1
Baru tiga langkah yoga pergi.
Brrrugghhh... Rania pingsan, dan seketika membuat yoga panik dan kedua anaknya kembali keluar berhamburan mendekati Rania.
"Bunda.... Bunda... Bunda bangun..." ucap Arif.
"Bunda ayah kenapa?" tanya kamila.
Tiba-tiba mama papa Rania melihat kejadian itu
"Yoga Rania kenapa?" tanya papa Rania, namun yoga panik dan tak bisa menjawabnya.
"Sudah-sudah jangan tanya kenapa lagi, sekarang cepat bawa Rania kerumah sakit" ucap mama Rania.
Dirumah sakit..
"Dokter... Suster..." panggilan yoga.
"Kenapa dengan pasien?" tanya dokter.
"Saya tidak tahu dok, tiba-tiba istri saya pingsan begitu saja" ucap yoga.
"Baiklah, tuan tunggu disini saja dulu" ucap dokter.
Yoga, orang tua Rania beserta anak-anaknya berada diluar. Karena panik dan khawatir yoga bertingkah aneh, dia bolak-balik didepan pintu ruangan Rania diperiksa.
"Suami dari pasien?" tanya dokter.
__ADS_1
"Iya dok, saya suami Rania. Ada apa dengan istri saya, penyakit apa yang dideritanya hingga pingsan mendadak?" ucap yoga.
"Tentang tuan, nyonya Rania tidak sakit apapun. Bahkan sangat-sangat sehat" ucap dokter.
"Lalu kenapa istri saya pingsan" ucap yoga.
"Apakah tuan selalu berhubungan intim selama dua bulan terakhir ini?" tanya dokter.
"Iya dok, kenapa?" tanya yoga dengan perasaan bingung.
"Apakah anda pernah berhenti selama tujuh hari?" tanya dokter.
"Sepertinya tidak dok, dua bulan terakhir kami tidak pernah berhenti" ucap yoga.
"Itu artinya istri anda tidak akan datang bulan selam sembilan bulan, selamat tuan istri tuan sedang mengandung" ucap dokter.
Karena perasaan yang sangat bahagia, yoga berlompat-lompat tanpa menghiraukan orang sekitarnya.
"Terima kasih dok.. Terima kasih" ucap yoga.
"Iya tuan sama-sama, silakan tuan jenguk istri tuan" ucap dokter.
Yoga masuk dan langsung memeluk sang istri namun lagi-lagi Rania melepaskannya.
"Ihhh... Mas sudah aku bilang jangan dekat-dekat, kamu itu bau bangkai tau.." ucap Rania.
"Tapi sayang, aku bau wangi kok. Iya kan mama papa Mamas dan Ade?" ucap yoga.
__ADS_1
"Iya bunda, ayah wangi kok" ucap Arif yang membela sang ayah.
"Sudah-sudah jangan dipermasalahkan, ini wajar sayang bagi ibu hamil muda. Jadi yoga lah yang mesti bersabar" ucap mama rania.