
Roy menemani yoga untuk melihat kondisi Rania, didalam ruangan ICU yoga sangat berusaha meneteskan air matanya didepan Rania. Seketika yoga keluar ICU dan menangis sambil membenturkan keningnya ketembok dan juga menjambak-jambaknya rambutnya, roy hanya terdiam melihat sahabatnya yang sangat terpukul.
Desi dan mama yoga datang setelah mendengar tentang kecelakaan Rania.
"Pak yoga bagaimana keadaan Rania" ucap desi.
"Dia masih koma Des" ucap yoga.
"Astaghfirullah.. Rania.. Kenapa ini semua terjadi sama kamu say" ucap desi.
Mama yoga berusaha menenangkan yoga.
"Sudah yoga, sabar.." ucap mama yoga.
"Mama mau ngapain kesini? Bukankah ini yang mama inginkan? Mama ingin kami berpisah, sekarang mama bersyukurlah kami sudah berpisah" ucap yoga.
"Sayang... Maafin mama... Bukan ini maksud mama..." ucap mama yoga.
"Sudahlah mama, yoga sudah muak dengan mama. Lebih baik mama pergi dari sini, sebelum kesabaran yoga habis" ucap yoga.
Mama yoga pergi meninggalkan anaknya yang sedang frustasi. "Sayang... Maafkan mama, mama sudah jahat dengan kalian terutama dengan kamu yoga. Mama menyesal, maafkan mama sayang" gumam mama yoga didalam taksi.
__ADS_1
Pukul sepuluh malam...
Orangtua dan kedua anak Rania disuruh pulang dengan yoga, begitu juga dengan Desi dan Edward. Kini hanya yoga seorang yang ada diruangan itu, dia mengelus kepala Rania. Memberikan belaian lembut kepada Rania, yoga tak lupa untuk melakukan sholat tahajud untuk meminta pertolongan untuk Rania. Hingga fajar menyingsing yoga masih terjaga untuk Rania dan setelah mama Rania menyiapkan sarapan untuk keluarga serta mengantarkan cucu-cucunya, dia langsung kerumah sakit, dia tau bahwa calon menantunya tak akan meninggalkan anaknya walau sedetikpun.
"Nak yoga.." ucap mama Rania.
"Iya mama ada apa?" tanya yoga.
"Ini mama bawakan sarapan buat kamu, kamu pasti belum sarapan bukan?" tanya mama Rania.
"Nanti saja mama, yoga belum laper" ucap yoga.
"Iya mama, baik yoga akan makan. Mama tungguin rania sebentar" ucap yoga.
Yoga sarapan makanan yang dibawakan oleh calon mama mertua, dia memasukkan makanan dengan sangat pelan satu persatu. Sungguh hancur hati yoga, mengingat tinggal menghitung hari saja Rania akan menjadi miliknya sepenuhnya. Malah tersandung masalah seperti ini, seakan yoga sudah tak sanggup lagi.
Sepulang sekolah anak-anak Rania dan papanya langsung menuju kerumah sakit, namun papa Rania menyuruh cucu-cucunya untuk menghibur yoga yang akan menjadi ayah sambungnya.
"Assalamu'alaikum" ucap Arif.
"Walaikumsalam cucu-cucu mba sudah pulang" ucap mama Rania.
__ADS_1
"Sudah dong Mbah, gimana Mbah mama sudah sadar?" tanya Kamila.
"Belum sayang, sayang sudah makan siang?" tanya mama Rania.
"Belum Mbah, kami ingin makan bersama om yoga" ucap Kamila merengek.
Yoga terkejut mendengar ucapan dan rengekan Kamila.
"Sayang kamu mau makan siang dengan om, ayo kita makan. Kalian mau makan apa?" tanya yoga yang menghibur mereka.
"Kami mau makan... Crispy udang, capcay udang, gulai cumi dan tongseng kerang" ucap Kamila sambil tersenyum.
Yoga langsung melotot, karena semua menu yang disebut adalah makanan yang bikin dirinya alergi.
"Ehh.. Ada yang kelupaan Ade, gulai kambing dan tongseng kambing... Emmmbeeee..." ucap Arif.
Mereka tertawa mendengar Arif yang berusaha menghibur yoga.
"Baiklah tuan putri kecil dan pangeran kecilnya om, kita makan ditempat biasa. Oke" ucap yoga.
"Ya Allah terima kasih engkau telah menjadi anak-anak ini menjadi anak yang luar biasa" gumam yoga.
__ADS_1