KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?

KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?
Pernikahan Roy dan Putri


__ADS_3

Ridwan akhirnya berusaha untuk menerima Fero, mungkin sulit untuk Ridwan melupakan semua tentang Rania. Tapi walau bagaimana Fero adalah istri sahnya sekarang.


Disuatu malam yang sangat penuh kehangatan di apartemen mereka, karena malam itu mereka sedang bertawa dengan bahagia. Tingtong... Suara bel berbunyi.


"Sudah mas biar aku saja yang buka pintunya" ucap Rania.


"Hai ran, sahabatku yang makin montok. Hai keponakan Tante gimana kabarnya, jangan suka jadi rebutan para pria ya nanti kalau sudah besar" ucap putri sambil mengelus perut Rania.


"Datang-datang main pegang saja, sudah gitu ngomong yang tidak disaring. Ada apa put?" tanya Rania.


"Cie.. Cie... yang jadi baper, sampai-sampai tamunya tidak diajak masuk" ucap putri.


"UPS... Lupa, masuk-masuk sahabatku yang baik hati" ucap Rania.


"Ayo mas Roy kita masuk" ucap putri yang memanggil Roy yang sembunyi.


"Mas roy? Loh-loh kok kalian datang barengan sih?" tanya Rania.


"Sayang... Mas..." ucap rania.


Putri hanya bisa tersenyum saja, dan Rania akhirnya memanggil suaminya.

__ADS_1


"Iya sayang, ada apa?" tanya yoga.


"Hai bro, apa kabar? Sudah lama loe tidak ke apartemen gue?" tanya yoga.


"Yang seperti loe lihat bro, mana Arif dan Kamila?" tanya Roy.


"Ada sebentar. Arif Kamila lihat ini ada om Roy dan Tante putri datang" ucap yoga.


"Hai om Tante.." ucap mereka.


"Sayang ini hadiah untuk kalian, kalian main bareng-bareng dikamar ya. Om dan Tante ada perlu sama bunda dan ayah" ucap Roy.


"Siap om Tante, terima kasih hadiahnya" ucap mereka.


"Ran aku kesini hanya ingin memberikan ini, aku harap kamu datang ya tapi kalaupun tidak bisa tidak apa-apa kok" ucap putri.


"Put aku pasti Dateng kok, jangan sedih gitu dong. Oiya kamu sudah kasih undangan juga buat Desi?" tanya Rania.


"Hehheheeh... Aku belum sempat, ini aku kesini juga karena tinggal meluncur aja pakai lift. Tapi aku bawa kok, aku titip sama mas yoga saja ya. Oiya ini ada tiga, satu untuk Desi, satu untuk mas Edward dan yang satunya untuk karyawan PT kamu mas" ucap putri.


"Wihhh.. Besar-besaran kayanya nih? Sampai-sampai seluruh karyawan ku diundang, terima kasih iya" ucap yoga.

__ADS_1


"Sama-sama mas, aku tidak bisa lama-lama ya ran. Masih banyak undangan yg belum disebar, maaf ya. Salam sama anak-anak kamu, kami pulang. Daaahh..." ucap putri.


"Selamat ya bro, akhirnya loe ikuti jejak gue. Lebih memilih janda daripada perawan. Hahahaha" ucap yoga.


"Terus kenapa kalau janda?" tanya Rania sambil melotot.


"Hahaha... ****** loe bro, ran jangan biarin dia tidur dikamar suruh diluar saja" ucap Roy.


"Pastinya itu.." ucap Rania.


Rania langsung masuk kedalam, dan dia melihat-lihat kedua anaknya. Ternyata sudah tertidur lelap sambil memeluk hadiah dari Tante dan omnya.


Rania pun langsung ke kamar dengan mengunci pintunya, yoga yang meminta maaf namun Rania tak memperdulikannya.


"Ini selimut dan bantalnya" ucap Rania sambil melemparkan benda itu.


"Sayang maaf tadi aku hanya bercanda saja dengan roy, please jangan biarkan aku tidur diluar. Aku pasti kedinginan sayang" ucap yoga.


"Ohhhh... Dingin? Itu kan ada selimutnya" ucap Rania.


"Tapi biasanya aku peluk kamu sayang" ucap yoga.

__ADS_1


"Ok.. Ini gulingnya" ucap Rania sambil melemparkan gulingnya peluk saja guling untuk malam ini.


"Hufh.. Sialan Roy! Awas iya nanti, tunggu pembalasku, hai para nyamuk betina. Please jangan mendekat iya" gumam yoga.


__ADS_2