
Dipagi yang cerah dan sangat-sangat segar, Rania dan seluruh keluarga berencana ingin jalan-jalan bersama untuk melepaskan rasa kangennya jika nanti harus berpisah dengan Arif dan Kamila.
"Sayang kalian sudah siap?" tanya Rania.
"Let's go bunda, bunda tapi kita mau kemana dulu?" tanya Arif.
"Terserah kalian, mau kemana dulu?" tanya Rania.
"Gimana kalau kita ke kebun binatang dulu, ingin kan masih pagi juga bunda" ucap Kamila.
"Ok sayang" ucap Kamila.
"Bunda kita naik itu bareng-bareng yuk" ucap Kamila.
"Bunda kita minta tukang foto yuk buat foto kita" ucap arif.
"Buat apa sayang?" tanya Mbah uti.
"Buat kalau kita rindu sama kalian di asrama" ucap Kamila.
"Baiklah sayang" ucap mama Rania.
Setelah merasa puas di kebun binatang, mereka pun meluncur ke rekreasi bermain anak.
Setiap tempat yang mereka kunjungi pasti mereka mengambil foto bersama, Arif dan Kamila seakan tak ingin melewati kebersamaan.
Hingga sore hari yang mengharuskan kembali pulang, karena mereka tidak ingin Ade Januar kelelahan.
"Sayang kalian istirahat dulu, nanti jam 7 malem. Kalian akan dijemput sayang" ucap Rania.
Tok.. Tok.. Tok...
"Bagaimana nyonya, apakah Arif dan Kamila sudah siap?" tanya orang itu.
"Sebentar pak, mereka sudah siap. Tapi ijinkan saya bicara dengan mereka pak lima belas menit saja" ucap Rania.
"Silakan" ucap orang itu.
"Sayang kalian tau kan bahwa kami sangat sayang kepada kalian, jadi bunda minta kalian jangan nakal disana ya sayang" ucap Rania.
__ADS_1
"Iya bunda, kami janji tidak akan nakal" ucap Arif.
"Sayang walaupun kalian disana, tetap kalian berada dihati kami. Mbah uti dan Mbah kung sayang kalian, tetap belajar yang rajin ya sayang" ucap mama Rania.
"Sayang kalian juga jangan lupa beribadah dan baca doa sebelum melakukan sesuatu sayang" ucap papa rania.
"Iya bunda, Mbah uti dan Mbah kung. Kami akan selalu ingat kalian" ucap Kamila.
Melepaskan Arif dan Kamila dengan pelukan dan ciuman hangat, mereka memang tak pernah berpisah jika bukan urusan penting. Tak sadar mereka menetes air mata saat melambaikan tangan sebagai ucapan perpisahan dan Rania yang tak kuasa menahan air matanya langsung ke kamar.
Rania menangis sambil mereka pakaian Arif dan Kamila "Sayang maafkan bunda, bukan maksud bunda untuk kita jauh. Bunda sayang dengan kalian, bunda janji bunda akan menangkan kalian. Bunda janji" ucap Rania.
Cantika yang satu langkah lagi masuk ke kamar Rania, lalu ditahan oleh kedua orangtuanya.
"Jangan Cantika" ucap mama Rania.
"Tapi Tante..." ucap Cantika.
"Cantika ada saatnya kita menenangkan diri seseorang dengan nasehat, namun ada juga kita menenangkan diri dengan membiarkan dia berpikir" ucap mama Rania.
"Iya Cantika, biarkan Rania sendiri. Dengan begitu dia akan merasa jauh lebih tenang, dan dia akan bisa berpikir bagaimana menyelesaikan masalah ini dengan baik" ucap papa Rania.
"Iya Tante om, kalau begitu Cantika ke kamar" ucap Cantika.
Kring.. Kring..
"Halo sayang ada apa?" tanya pak Broto.
"Sayang apa yang bisa papi lakukan nak? Untuk masalah yoga, papi sudah berusaha sayang. Tinggal tunggu yoga sadar. Tapi untuk masa anak-anak Rania, semua tergantung dia sayang" ucap pak Broto.
"Maksud papi?" tanya Cantika.
"Nanti juga kamu akan tau sayang, kamu sabar saja. Papi yakin Rania akan bisa melewati ini semua" ucap pak Broto.
Rania menjalani hari-harinya dengan sangat hampa, tanpa anak dan suami tercinta. Hampir setiap hari dia menangis, dia bingung mesti berbuat apa. Dimalam hari, diluar jam jenguk Arif dan Kamil, Rania terpaksa mengunjungi asrama itu.
Rania melewati pintu rahasia, dan menuju kamar mereka, Arif dan Kamila sedang tertidur akhirnya terkejut.
"Bu.. Bunda.." ucap mereka.
"Sayang bunda kangen kalian" ucap Rania sambil memeluk mereka.
"Bunda kita juga kangen sama bunda" ucap Arif.
"Bunda bagaimana bisa masuk, bukankah diluar banyak orang?" tanya Kamila.
"Bunda lewat jalan rahasia sayang" ucap Rania.
"Bunda harus pulang sekarang, nanti kalau ada yang lihat bahaya bunda" ucap Arif.
__ADS_1
"Tapi sayang..." ucap Rania.
"Bunda tolong pulang sekarang, Arif dan Kamila takut bunda jika karena ini kita tak bisa bersama lagi" ucap Kamila.
"Baiklah sayang, tapi nanti bila bunda kangen. Bunda akan kemari lagi sayang.. Daahh.. Hati-hati sayang" ucap Rania.
Dan mulai saat itu Rania selalu melakukan hal yang sama, karena rasa rindu terhadap anak-anaknya rela memanjat pagar setinggi satu meter. Akhirnya salah satu penjaga ada yang curiga.
"Nyonya? Nyonya sedang apa disini?" tanya penjaga itu yang tidak lain perempuan.
"Ibu saya mohon jangan beritahukan kepada siapapun tentang hal ini, ibu bisa merasa apa yang saya rasakan" ucap rania.
" Baiklah nyonya, saya tidak akan mengatakannya pada siapapun. Tapi nyonya janji ini yang terakhir, jangan sampai nyonya melanggar apa yang sudah ditetapkan oleh jaksa" ucap perempuan itu.
"Baik ibu" ucap Rania.
"Kalau begitu, saya permisi pulang dulu" ucap Rania.
Saat Rania pulang, perempuan itu memberitahukan tentang larangannya bertemu dengan Rania disaat menjalani proses tersebut.
Akhirnya Arif dan Kamila pun mengerti, semenjak saat itu mereka saling menahan dirinya. Beberapa hari kemudian..
Kring... Kring..
"Halo dengan nyonya Rania?" tanya orang itu.
"Iya saya Rania" ucap rania.
"Nyonya tuan yoga sudah sadar, apa anda ingin berbicara dengannya" ucap orang itu.
"Bolehkah pak?" tanya Rania dengan merasa bahagia.
"Halo sayang" ucap Rania.
"Halo sayang, sayang gimana kabar kalian. Mana anak-anak bunda?" tanya yoga.
"Alhamdulillah baik ayah, Januar sedang tidur siang kalau Arif dan Kamila di asrama" ucap rania.
"Apa? Asrama? Bunda jangan bercanda, mereka masih sangat kecil sayang" ucap yoga.
"Iya sayang, mas Panji mengajukkan surat Banding hak asuh anak setelah kamu kecelakaan itu" ucap Rania.
"Sayang maafin aku tidak berada saat-saat masa sulit kamu, maafkan aku sayang. Aku gagal menjadi suami yang baik" ucap rania.
"Tidak sayang, sudahlah kamu jangan pikirin soal itu. Sekarang kamu harus fokus dengan kesembuhan kamu dulu, dan cepat kembali ke Indonesia" ucap Rania.
"Pasti sayang, semoga dalam beberapa hari kedepan aku sudah berada di apartemen ya sayang" ucap yoga.
"Maaf sayang, apartemen kita terpaksa aku jual. Karena aku butuh untuk biaya perawatan dan sekolah anak-anak, maafkan aku sayang" ucap Rania.
__ADS_1
"Iya sudah sayang tidak apa-apa, yang penting kalian tidak kekurangan apapun" ucap yoga.
"Sayang Januar menangis ingin nyusu, telphonenya sudah dulu ya. Dah sayang. Eeemmmuahh" ucap Rania.