
Setelah selesai makan, Arif dan Kamila pun berpamitan kepada orangtua dan mbah untuk tidur.
Diruang tamu, yoga berbicara dengan orangtua Rania dan juga Rania.
"Mama papa aku minta maaf banget, bukannya aku tidak betah tinggal disini. Tapi Rania sekarang tanggungjawab ku, jadi aku ingin sepenuhnya membawa Rania di apartemen aku ma pa" ucap yoga.
"Nak yoga, kalau kami selaku orangtua setuju-setuju saja. Tinggal bagaimana Rania saja?" tanya mama Rania.
"Mama papa jujur Rania memang sulit sekali berpisah dengan kalian, karena Rania teringat masa-masa sulit dulu. Tapi surga bagi wanita yang telah menikah adalah terletak pada ridho suami, jadi kemanapun suami Rania. Rania akan ikut bersamanya dan anak-anak Rania" ucap Rania.
"Jadi kalian membawa serta kedua cucu papa?" tanya papa Rania.
"Iya papa mama, kita tidak akan mungkin meninggalkan mereka disini. Lagian Rania sedang hamil, masa kita menjauhkan mereka dari adiknya" ucap yoga.
"Terus kapan rencananya kalian pindah?" tanya mama Rania.
"Rencana satu Minggu lagi, karena apartemenku lagi proses renovasi. Minggu depan insya Allah sudah selesai" ucap yoga.
Satu Minggu telah berlalu. Kring.. Kring...
"Assalamu'alaikum" ucap yoga.
"Walaikumsalam ayah" ucap Arif.
"Bunda mana sayang?" tanya yoga.
"Bunda lagi beres-beres pakaian ayah, ayah kita jadi pindah hari ini kan? Disana ada kolam renangnya tidak? Banyak boneka, mobil-mobilan dan mainan tidak?" tanya Arif.
__ADS_1
"Sayang ayah sudah siapkan semuanya untuk kalian, jadi nanti kalian lihat sendiri saja. Kalau kalian tidak menyukainya, kalian tinggal bilang sama bunda atau ayah" ucap yoga.
"Ok ayah, ayah ingin bicara dengan bunda?" tanya Arif.
"Tidak usah sayang, bilang saja sama bunda kita berangkat jam 7 malam. Ayah lanjut kerja ya sayang. Eeemmmuahh.. Kiss untuk ayah dong" ucap yoga.
"Eeemmmuahh... Nanti Arif bilangan sama bunda" ucap Arif.
Tin.. Tin.. Rania, Arif dan Kamila mendengar suara klakson mobil, mereka langsung keluar diiringi oleh kedua orangtua Rania.
"Mama papa kami pergi dulu, kalian jaga kesehatan. Jika ada apa-apa tolong hubungi kami" ucap yoga.
"Iya sayang, kami titip mereka. Jaga mereka baik-baik" ucap mama Rania.
Disepanjang jalan Arif dan Kamila tak berhenti bermain didalam mobil, perjalanan yang cukup jauh. Karena memang apartemen yoga berada dipusat kota persis, sedangkan rumah Rania diperkampungan yang sejuk.
Selang beberapa lama, tak terdengar suara bising Arif dan Kamila.
"Mas mereka sudah tidur" ucap Rania.
"Kamu gitu kamu istirahat saja dulu, nanti bila sudah sampai. Aku bangunin deh" ucap yoga..
"Sayang bangun.." ucap yoga.
"Emm mas sudah sampai?" tanya Rania.
"Iya sayang, itu.." ucap yoga.
__ADS_1
"Mas tidak salah? Ini apartemen elit sayang?" ucap Rania.
"Ya tidak dong sayang, oiya sahabat kamu putri juga ada disini loh" ucap yoga.
"Yang betul mas?" tanya Rania.
"Iya sayang, apartemen ini yang rekomendasikan adalah putri. Sudah bangunin Arif dan Kamila yuk" ucap yoga.
Seketika mata Arif dan Kamila melongo, melihat bangun itu seperti dalam buku ceritanya.
"Ayah bunda ini tempat apa? Bagus sekali?" tanya Arif.
"Ini namanya apartemen sayang, apartemen itu semacam rumah kost-kostan" ucap Rania.
"Kamila tidak ingin ptinggal dikostan, nanti pasti sempit dan sumpek. Kamila mau tinggal sama Mbah" ucap Kamila.
"Iya sayang, gini kalau seandainya nanti ada yang tidak Kamila suka. Kamila boleh pulang kerumah mba, gimana?" tanya yoga.
"Hai ran.." ucap putri.
"Putri?" tanya Rania.
"Tuan yoga penyambutan dan dekorasi semuanya sudah selesai" ucap Desi.
"Desi?" ucap Rania.
__ADS_1
"Emmmuahh... Terima kasih sayang sudah ajak mereka kesini" ucap Rania.
"Heem.. Heem.. Disini ada anak kecil dan ada kami" ucap mereka berdua.