
Maaf sedikit menyimpang ini adalah kisah Roy dan Putri, mereka diperkenalkan oleh yoga karena masalah kecelakaan Rania. Awalnya mereka hanya bekerjasama untuk mengusut masalah itu, namun suatu ketika mereka terjebak di hutan berdua untuk mencari dimana Lia dan banyu tinggal.
"Roy sepertinya kita tersesat deh?" ucap putri.
"Iya put, sepertinya begitu. Habis kita muter-muter kesini terus" ucap Roy.
"Terus bagaimana kita bisa keluar?" ucap putri dengan cemas.
" Coba kamu telpon anak buah kamu" suruh Roy.
"Roy disini tidak ada sinyal, aduh mana sudah semakin gelap. Aku takut Roy" ucap putri yang bersembunyi dibelakang Roy.
"Put... Tidak perlu takut, kan ada aku disini" ucap Roy.
"Tapi disini gelap Roy" ucap putri.
"Sebentar aku cari kayu bakar dulu, kamu disini saja jangan kemana-mana" ucap Roy.
Beberapa menit kemudian...
Aaaauuuuwww... Aaaauuuuwww...
"Aduh itu suara apa lagi, mana sih si Roy katanya sebentar ini sudah hampir satu jam belum balik juga. Jangan-jangan..." ucap putri.
"Jangan-jangan apa ayo" ucap Roy sampai membuat putri terkejut.
__ADS_1
"Ihhh... Tidak lucu ah, sudah tahu takut malah ditinggal lama-lama lagi" ucap putri sambil cemberut.
"Maaf deh maaf... Tadinya memang aku ingin cari kayu bakar aja, tapi aku ingat kita belum makan dari tadi sore. Jadi aku cari bahan makanan dan minuman untuk kita" ucap yoga sambil menunjukkan seekor kelinci berukuran besar telah mati.
"Iihhh... Apaan itu Roy?" tanya putri.
"Ini kelinci putri, tadi pas aku cari kayu bakar ada kelinci. Jadi aku tangkap saja, buat makan malam kita berdua" ucap Roy.
"Ihh... Aku belum pernah makan kelinci sebesar itu, kamu saja yang makan" ucap putri.
"Iya sudah kalau begitu, permisi aku ingin bikin api unggun" ucap Roy.
Setelah Roy membuat api unggun, dia langsung membakar kelinci tersebut hingga matang.
"Kamu ingin coba tidak" ucap Roy.
"Benar ya, kalau gitu aku habisin ini. Aku laper banget, lumayan buat stok diperut belum tentu juga besok pagi ada orang yang membantu kita" ucap Roy.
Kruccuk... Krrruuuyyukkk suara perut putri.
"Sudah makan saja, itu cacing kemih dalam perut kamu minta makan. Nanti kalau kamu tidak makan, tidak bisa tidur loh" ucap Roy.
"Iya... Iya... aku makan, aaauuuw..." ucap putri.
"Makanya kalau makan hati-hati, itu kan baru saja aku angkat jadi masih panas. Sini aku bantu" ucap Roy.
__ADS_1
Roy membantu putri dengan menyuapi satu persatu masuk ke mulut putri, ketika sudah merasa kenyang. Putri merasa sangat ngantuk, begitu juga cuaca sudah sangat gelap.
Putri tidur dikaki Roy, hingga fajar menjelang. Roy terbangun sementara putri masih terlelap, dan Roy bergegas mencari bantuan sekaligus makanan untuk sarapan mereka.
"Hufh... Kenapa tidak ada orang sama sekali dihutan ini? Kalau begini bagaimana aku dan putri bisa keluar?" gumam Roy.
Ditempat berbeda putri terkejut ketika melihat Roy tidak ada disampingnya. "Kemana Roy? Kenapa tinggalin aku disini sendirian?" gumam putri.
Tak beberapa kemudian Roy diam-diam dari belakang putri.
"Aaauuuwwww... Aaauuuwwww.." ucap Roy.
Putri membalikkan badannya, lalu memukuli Roy.
"Brengsek! Aku kira siapa? Darimana saja? Kenapa tidak membangunkan aku kalau ingin pergi?" tanya putri.
"Hahaha... Itu tanya atau interogasi ibu putri Angelica Drajat" ucap Roy.
Putri memasang wajah cemberut dan berkata "Tidak lucu!" ucap putri dengan sangat kesal.
"Sudah sini duduk, ini aku bawakan buah-buahan dan ubi-ubian" ucap Roy.
"Kamu yakin itu bisa dimakan?" tanya putri.
"Sudah tidak perlu banyak komentar, aku tahu kamu sudah sangat lapar. Aku tidak akan mungkin salah ngambil makanan, karena aku dulu anggota mayapala" ucap Roy.
__ADS_1
Semenjak saat itu Roy dan putri semakin dekat, walaupun satu sama lain masih memendam perasaan namun pada dasarnya mereka saling mencintai.