KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?

KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?
Jangan ambil anak-anakku


__ADS_3

Dirumah KepSek.. Tok.. Tok..


"Permisi pak" ucap Rania.


"Nyonya Rania Kamila, silakan masuk" ucap kepsek.


"Pak sebelumnya saya minta maaf atas kenakalan anak-anak saya" ucap Rania.


"Maksudny?" tanya kepsek.


"Tadi bukannya bapak telphone saya lantaran Arif dan Kamila melakukan kesalahan?" tanya Rania.


"Bukan karena mereka berdua, mereka sangat-sangat baik sebagai murid. Mereka juga berprestasi di sekolah ini, jadi tidak mungkin kalau saya panggil karena mereka" ucap kepsek.


"Lalu karena apa pak?" ucap Rania.


"Karena suami dan mantan suami" ucap kepsek.


"Maksudnya? Ada apa dengan mereka?" tanya Rania.


"Saya tidak tau pasti ada apa dengan mereka, namun saat ini suami anda sedang berada di UKS sekolah ini" ucap kepsek.


"Mari saya antar anda ke UKS" ucap kepsek.


"Maaf bukannya saya tidak sopan ikut campur urusan rumah tangga wali murid, tapi saya sarankan jika ada masalah keluarga tolong jangan dibawa keluar apabila ke sekolah. Karena tidak baik bila para murid melihatnya, mereka masih sangat kecil untuk menyaring apa yang dilihat oleh mata" ucap kepsek sambil berjalan menuju UKS.


"Baik pak, saya mohon maaf atas semuanya. Saya juga ucapkan banyak terima kasih" ucap Rania.


"Ini ruangan suami anda berada. Silakan masuk" ucap kepsek.


Belum juga Rania berkata, yoga langsung meminta maaf.

__ADS_1


"Sayang maafin aku, aku sudah membuatmu malu. Maafkan aku sayang, aku mohon. Aku janji aku tak akan seperti ini" ucap yoga.


"Iya sudah tidak apa-apa sayang, tadi aku hanya panik saja. Aku kira ada sesuatu yang terjadi dengan anak-anak, tidak taunya kamu yang kenapa-kenapa" ucap Rania.


"Sayang aku mohon jawab dengan jujur, apa yang terjadi dengan kamu?" tanya Rania.


"Ini cuma salah paham sayang, tadi Panji datang menemui Arif dan Kamila. Dia ingin mengajak mereka jalan, namun aku bilang harus ijin dahulu denganmu sayang karena hak atas anak-anak sepenuhnya ada di tanganmu" ucap yoga.


"Lalu tiba-tiba dia memukul hingga seperti ini" ucap yoga.


"Keterlaluan dia, sudah beberapa lama dia tidak pernah datang atau bahwa memberikan kabar sekedar menanyakan kabar anak-anaknya. Sekali datang malah bikin masalah" ucap Rania.


"Sudah sayang, kamu sabar. Mungkin dia tadi lagi emosi" ucap yoga menenangkan hati Rania.


"Sayang kamu tunggu disini sebentar, aku bakal balik ketika anak-anak pulang sekolah. Oiya aku mohon kamu jangan kerja dulu hari ini" ucap Rania.


"Kamu mau kemana sayang" ucap yoga.


Setelah tiga puluh menit, Rania berhenti disuatu perusahaan yang tidak kalah besar dengan perusahaan yoga. Namun perusahaan ini adalah perusahaan milik Panji sendiri, berbeda dengan yoga yang hanya diberikan wewenang oleh pemiliknya.


Rania langsung menggebrak meja Panji. Brruugghhh...


"Rania apa-apaan kamu datang-datang main gebrak meja saya?" tanya Panji.


"Kamu yang apa-apaan main pukul mas yoga?" tanya Rania.


"OOO.. Jadi pecundang itu yang ngadu ke kamu?" tanya Panji.


"Dia bukan pecundang, dia suamimu yang bisa membuat anak-anakku lupa akan ayahnya yang pengecut dan tidak bertanggungjawab" ucap Rania.


"Maksud kamu apa? Kamu ingin menghapus aku sebagai ayah dari mereka? Hahaha... Rania-rania mana mungkin kamu bisa" ucap Panji.

__ADS_1


"Aku memang tidak menghapus kamu sebagai ayah mereka, tapi aku akan pastikan bahwa mereka selamanya tidak akan butuh kamu. Selama aku masih bernafas, aku akan lakukan apapun demi mereka. Dan kamu tidak akan pernah bisa membawa mereka dari aku, camkan itu!" ucap Rania.


"Kamu berani-beraninya mengancam aku Rania, kamu bukankah sudah tau aku ini siapa?" ucap Panji.


"Dengan sangat jelas, aku mengenalmu. Kamu tidak lain laki-laki yang tidak bisa dipegang janjinya, laki-laki yang tidak bertanggungjawab dan laki-laki yang tidak tau diri. Setelah menghilang lalu muncul ingin mengajak kedua anakku pergi" ucap Rania.


"Aku ingin ayahnya Rania dan aku akan menjadi wali bagi Kamila sampai kapanpun. Ingat itu" ucap Panji.


"Kamu lupa, anak kamu bukan hanya Kamila tapi ada Arif juga. Dan selama Arif bersamaku, dia yang akan menjadi walinya" ucap Rania.


"Jadi maksud kamu, aku dianggap sudah meninggal. Begitu..." ucap Panji.


"Kenapa tidak" ucap Rania.


"Mas sayang... Kamu...?" tanya harum.


"Kenapa mba kaget, saya ada disini? Tenang saja mba harum, saya tidak ada maksud untuk mengambil atau menghancurkan hubungan kalian. Seperti apa yang kamu lakukan dulu, aku kesini hanya ingin memperingatkan laki-laki ini untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama" ucap Rania.


Rania lalu pergi meninggalkan Panji dan harum. Harum adalah anak dari teman bisnis keluarga Panji, harum diperkenalkan oleh mantan ibu mertuanya.


Pernikahan Rania memang mendapatkan penentangan hebat dari pihak pria, ini disebabkan karena status sosial. Namun Panji yang selalu memberikan keyakinan kepada Rania, bahwa mereka bisa melewati ini semua.


Dulu pernah ada salah satu tantenya berbicara "Kamu yakin dengan pernikahanmu? Statusmu tidak sebanding dengan kami? Kami berdarah biru dan termasuk golongan priyayi, sedangkan kamu?" ucapan itulah yang sampai saat ini masih teringat didalam benaknya.


Mamanya Panji berusaha menghalanginya, hingga kehamilan pertama. Mamanya berkata "Jika anak pertamamu adalah perempuan, maka aku akan merestui kalian dan aku akan mewarisi seluruh harta yang kami punya. Namun jika anak pertama pria, maka silakan kamu angkat kaki dari sini. Atau saya akan berusaha menghancurkan rumah tangga kalian" ucap mantan mertua.


Dan benar saja, anak pertama Rania adalah laki-laki, dan mantan mama mertuanya terus berusaha merusak rumah tangga mereka. Mantan mama mertuanya tidak getar walaupun sudah berulang kali, rencananya gagal. Tapi begitu harum datang ditengah api yang sedang berkobar, beliau memanfaatkan situasi ini.


Hingga beliau sanggup mengatakan bahwa Panji telah menghamili harum, hati Rania hancur sehancur-hancurnya. Dia tak percaya bahwa kepercayaan kini dibalas dengan luka dan air mata.


Rania akhirnya menggugat cerai untuk Panji, dan Rania juga mengambil hak asuh atas kedua anak-anaknya.

__ADS_1


__ADS_2