KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?

KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?
Hadirmu yang kunantikan...


__ADS_3

Setelah masa pemulihan, akhirnya yoga kembali ke Indonesia. Dia sengaja ingin membuat kejutan untuk Rania, maka dari itu yoga sudah dua hari tidak memberikan kabar sama sekali.


Sementara Rania sangat hawatir dengan keadaan yoga, namun kekhawatiran Rania dia pendam dalam hati. Tak ada satu orang pun yang tau akan apa yang dia rasakan.


Kini yoga telah berada di bandara dan dilangsung menuju ke asrama pemerintahan.


"Permisi boleh saya bertemu dengan ketua yayasan ini?" tanya yoga.


"Bapa siapa?" tanya penjaga keamanan.


"Saya ayah sambungnya dari Arif dan kamila, saya ingin bertemu dengan beliau" ucap yoga.


"Baik pak saya akan bicarakan dahulu dengan ketua yayasan ini" ucap penjaga keamanan.


"Bapak mari saya antar, beliau ingin bertemu dengan bapak" ucap penjaga keamanan.


"Selamat siang bapak, maaf sudah menganggu bapak" ucap yoga.


"Tidak apa-apa pak, bapak ini Yoga Prasetya?" tanya ketua yayasan.


"Iya pak, maaf sebenarnya saya ingin bertemu dengan Arif dan Kamila karena saya baru saja pulang dari Jepang untuk menjalani perawatan" ucap yoga.


"Iya pak, saya sudah mendengar tentang bapak dan keluarga bapak. Tetapi ini bukan jadwal bapak atau ibu Rania berkunjung, melainkan ini jadwal full mereka tanpa kunjungan dari siapa pun" ucap ketua yayasan.


"Saya mohon pak, hari ini saja. Saya ingin membuat kejutan untuk istri saya" ucap yoga.


"Baiklah tapi sore anda sudah harus mengembalikan mereka ke asrama ini" ucap ketua yayasan.


Dikamar Arif dan Kamila, mereka terkejut karena memang sedang tertidur pulas.


"Sayang ini ayah datang" ucap yoga sambil mengelus wajah kedua anaknya.


"A... ayah yoga?" ucap mereka.


"Ayah kita kangen banget sama ayah, ayah kapan pulang? Bunda mana yah?" tanya Arif.


"Iya sayang, ayah baru saja sampai bandara dan langsung kesini jemput kalian" ucap yoga.


"Jemput kita ayah? Berarti kita tidak akan disini lagi kan?" tanya Kamila.


"Bukan gitu maksudnya sayang, ayah jemput kalian untuk pulang bersama ayah menemui bunda sebagai kejutan sayang tapi nanti sore sesuai janji ayah, ayah harus mengantar kalian kesini lagi. Hingga persidangan selesai" ucap yoga.

__ADS_1


"OOO... Kira Kamila kita sudah bisa bersama lagi" ucap Kamila sambil cemberut.


"Sudah jangan sedih, ayah dan bunda janji kita akan bersama lagi. Oke.. Sudah kalian siapkan pakaian ganti, habis itu cuss pulang kerumah" ucap yoga.


Didalam perjalanan Arif dan Kamila berada dalam pelukan yoga, karena mereka berdua sudah menganggap yoga sebagai ayah kandungnya. Begitu pun dengan yoga, walaupun mereka bukan anaknya, tak pernah sekali pun yoga membeda-bedakannya.


Setengah jam perjalanan dan sampailah dirumah.


Tok.. Tok... Pintu diketuk oleh yoga, begitu pintu dibuka mereka bersembunyi.


Tok.. Tok.. Pintu kedua diketuk oleh Arif, dan benar Rania juga yang membuka namun mereka kembali bersembunyi.


Tok.. Tok.. Pintu ketiga diketuk oleh Kamila, tapi kali ini Rania merasa kesal saat dia melihat tak ada satu orang pun didepan pintu.


"Siapa sih yang ngerjain orang? Keluar! Kaya enggak ada kerjaan saja" ucap Rania.


Tapi dari belakang, tangan yoga menutup mata Rania dan karena rasa ketakutannya Rania langsung menginjak kaki yoga.


"Aaauuwww" ucap yoga.


"M... Mas yoga" ucap Rania.


"Kayanya enggak senang ya aku pulang, main injak kaki aja" ucap yoga.


"Eehhh.. jangan nangis enggak malu apa sama anak-anak?" tanya yoga.


"Ngapain malu, Januar lagi tidur dan Arif Kamila lagi di asrama" ucap Rania.


"Bunda yakin mereka ada di asrama?" tanya yoga.


"Yakinlah, kan bunda yang kemarin jenguk mereka" ucap Rania.


"Coba lihat disamping bunda" ucap yoga..


"Bunda..." ucap Arif dan Kamila.


"Sayang..." ucap Rania.


"Ayah yang bawa mereka kesini?" tanya Rania.


"Menurut bunda siapa?" tanya yoga.

__ADS_1


"Bagaimana bisa mereka keluar dari asrama? Ayah enggak..." ucap Rania.


"Enggak apa? Bawa kabur mereka? Iya kali ayah lakukan itu dan membuat keadaan kacau" ucap yoga.


"Terus bagaimana bisa sama ayah" ucap Rania.


"Ayah pasang wajah melas, dan ayah baru pulang dari luar negeri untuk waktu yang lama karena harus menjalani perawatan" ucap ayah.


"Emmm... Terima kasih ya sayang" ucap Rania.


"Terima kasih doang? Enggak dapet yang lebih gitu?" tanya yoga sambil menggoda Rania.


"Maksudnya?" tanya Rania.


"Iya kiss, peluk atau apa gitu?" ucap yoga.


"Iya sudah sini-sini bunda cium dan peluk satu persatu, soalnya bunda kangen kalian semua" ucap Rania.


"Sayang kok ma.." ucap mama Rania.


"Hai mama" ucap yoga.


"Hai Mbah uti" ucap Arif dan Kamila.


"Sayang mama lagi enggak mimpi kan? Coba cubit mama sayang" ucap mama Rania.


"Aaauuwww.." ucap mama Rania yang merasa kesakitan..


"Sakit enggak ma?" tanya Rania.


Mama Rania mengangguk dan berkata "Jadi mereka dirumah ini".


"Mama sampai kapan aku dan anak-anak diluar? Enggak mama enggak anaknya sama saja, enggak ngajakin masuk" ucap yoga sambil tersenyum.


"Heh... Iya masuk sayang" ucap mama Rania.


"Bunda Ade Januar mana?" tanya Arif.


"Tadi kan bunda sudah bilang sayang, Ade Januar sedang tidur. Jadi Ade ada dikamar sayang" ucap Rania.


"Iya sudah kita ke kamar" ucap Arif dan Kamila.

__ADS_1


"Jangan bangunin Ade kamu sayang, kasian" ucap Rania.


"Biarin, kita kangen sama Ade. Wekk" ucap mereka yang berlari ke kamar.


__ADS_2