
Saat feeting gaun pengantin dan kemeja pengantin, yoga terpaku melihat rania yang begitu cantik, anggun dan muda.
"Mmm... Sayang kamu cantik sekali, aku enggak tahan sayang" bisik yoga.
"Yoga.. Tahan dulu, tinggal menghitung hari" ucap papa Rania.
"Wow... Ternyata calon menantu mama sangat cantik sayang" ucap mama yoga.
"Calon menantu mama juga ganteng yang sayang" ucap mama Rania.
Disaat mereka sedangkan melihat calon pengantin, tiba-tiba Arif dan Kamila.
"Bunda ayah punya kita bagus tidak" ucap Arif.
"Ayah? Bagus sayang" ucap yoga.
"Iya kata bunda sebentar lagi om jadi ayah kita, jadi kita harus panggil ayah dari sekarang" ucap Kamila.
"Terima kasih ya sayang" ucap yoga sambil memandang Rania dengan berkaca-kaca.
"Ayo dong cucu-cucu Mbah dekat dengan bunda dan ayah kalian, Mbah fotoin" ucap mama yoga.
"Satu... Dua.. Tiga... Senyum.." ucap mama yoga.
"Bagus sayang, ini bisa dipandang dirumah kalian fotonya" ucap mama Rania.
"Bunda.. Bunda... Kamila laper" ucap Kamila.
__ADS_1
"Sudah jam makan siang juga, lebih baik kita makan siang di resto favorit kita. Siapa yang mau ikut?" ucap yoga.
"Aku... Aku... Ayah" ucap Arif dan Kamila.
"Semua boleh ikut, less go" ucap Rania.
Ridwan yang tak pernah bisa move on dari Rania, hatinya semakin hancur ketika melihat akun Rania dan yoga yang sedang bercanda tawa satu sama lain.
"Rania... Oh... Rania..." ucap Ridwan.
"Aku kangen denganmu" ucap Ridwan sambil memegang foto Rania.
Tibalah saatnya...
Saat yoga bercermin.
"Lumayan mama" ucap yoga.
"Sayang mama boleh tanya?" ucap mama yoga.
"Apa ma?" jawab yoga.
"Apa kamu sudah bertemu dengan papa? Apa kamu sudah memberitahukannya kalau kamu akan menikah?" tanya mama yoga.
"Yoga sengaja enggak memberitahukan beliau ma, karena yoga tau mama enggak ingin bertemu orang yang sudah berkhianat dibelakang kita. Hingga dia berhasil memisahkan kita" ucap yoga.
"Tapi sayang, kamu tau sendiri kan bagaimana dengan sifat papamu?" ucap mama yoga.
__ADS_1
"Biarkanlah mama, itu nanti jadi urusan yoga. Sudah mama enggak mikirin apa-apa lagi ya" ucap yoga.
"Iya sayang, kamu sudah siap sayang?" tanya mama yoga.
"Bismilah aja ma, doain acaranya lancar ma" ucap yoga.
"Sayang tanpa disuruh pun mama akan selalu berdoa yang terbaik untukmu, ayo kita berangkat sayang" ucap mama yoga.
"Bunda.. bunda..." ucap Arif.
"Kenapa sayang? Ada apa?" tanya Rania.
"Ayah sudah berangkat, bunda siap-siap iya" ucap Kamila.
"Sayang sudah, kalian tunggu diluar dulu. Biarkan bunda selesaikan make up-nya" ucap Desi dan putri.
"Baik Tante... Daahh.. Tante" ucap mereka berdua.
Desi dan Putri sangat bahagia sekali, akhirnya Rania dapat menikah dengan yoga. Mereka tahu bagaimana perjuangan mereka untuk berada dititik sekarang, sambil tersenyum-senyum Desi dan Putri berusaha menggoda Rania.
"Yoga sangat beruntung bisa menikah sama kamu, Rania" ucap putri.
"Ihhh.... Apaan sih kamu itu putri, aku yang beruntung bisa menikah dengan mas yoga" ucap Rania sambil tersipu malu.
"Rania, putri itu benar. Yoga beruntung bisa menikah dengan kamu, kamu itu cantik dan baik lagi" ucap Desi.
"Tapi aku ini seorang janda, anakku saja sudah dua" ucap Rania.
__ADS_1
"Rania dulu kamu memang seorang janda, namun kamu tidak pernah sekalipun memanfaatkan statusmu. Kami sangat salut sama kamu, Rania. Iya tidak, Des" ucap putri.