KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?

KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?
November 2016


__ADS_3

Satu bulan akan berlalu, Rania semakin bingung bagaimana dengan nasib kedua anak-anak dan orangtuanya. Rania duduk termenung diluar rumah, sang mama pun menghampiri buah hatinya.


"Sayang kamu kenapa? Semenjak pulang dari Bali kamu jadi pendiam?" tanya mama Rania.


"Tidak apa-apa mama" jawab Rania.


"Lihat mama sayang, kamu itu tidak bisa bohongin mama sayang. Mama tahu kamu ada masalah, ada apa? Cerita kalau memang kamu masih menganggap mama ini mamamu" ucap mama Rania.


Rania menceritakan semuanya tanpa ada yang disembunyikan, hingga tidak sadar bahwa pipinya basah dengan. tetesan air matanya


"Sudah sayang jangan menangis, kamu sabar. Kalaupun pada akhirnya kamu harus keluar dari perusahaan itu, berarti memang rezeki kamu diperusahaan itu hanya sampai disini. Malam ini mama minta kamu shalat istikharah ya sayang, minta petunjuk kepada sang Illahi" ucap mama Rania.


"Iya mama, terima kasih karena mama masih percaya dengan Rania. Terima kasih atas sarannya" ucap Rania.


"Ayo sayang masuk, sudah malam tidak baik kena angin malam. Bahaya untuk kesehatan" ucap mama Rania sambil menarik tangan Rania.


Esok harinya rania mendengar ada kegaduhan hebat yang terjadi di ruangan banyu, Rania mendengarkan hal apa yang membuat banyu dan putri bertengkar. Deg.. Sungguh terkejutnya, putri masih saja mempermasalahkan hal yang hampir satu bulan terjadi.


Tanpa berpikir panjang, Rania mengetik surat berhentinya. Dengan penuh rasa takut, Rania memasuki ruangan yang sudah borak poranda seperti ada boom diruang tersebut.


"Maaf pak, saya ingin memberikan ini kepada bapak" ucap Rania.


"Surat berhenti? Kamu tidak salah? Kamu yakin Rania?" tanya banyu.

__ADS_1


"Kenapa bila Rania keluar dari kantor ini? Kamu tidak setuju? Jangan-jangan kamu memang ada hubungan dengan Rania?" ucap putri.


"Cukup putri! Kapan sih kamu jadi wanita yang tidak cemburuan? Kamu itu salah paham, tidak semua yang kamu lihat dengan mata kepala kamu itu benar" ucap banyu.


"OOO.. Terus kamu belain saja itu janda kesayangannu, begitu hebatkah dia service kamu malam itu? Sehingga kamu berani membelanya?" ucap putri.


Plakk.. Banyu menampar putri.


"Kamu keterlaluan putri, kamu harus tahu. Rania itu wanita baik-baik, tidak mungkin dia tega menusuk kamu dari belakang" ucap banyu.


"Cukup! Cukup pak banyu dan ibu putri, saya ingin berhenti dari perusahaan ini. Saya melakukan ini hanya untuk melihat kalian kembali bersatu, saya tahu ada yang tidak suka dengan kedekatan kita dulu. Putri aku itu teman kamu sejak awal aku keterima kerja disini, kamu yang selalu menemani aku saat aku belum terbiasa disini. Kamu yang selalu membantu aku, jadi tidak ada alasan aku untuk melakukan ini. Lagian pak banyu itu tipe pria yang setia, tidak pernah sekali pun dia berlaku tidak sopan kepadaku. Padahal kamu tahu, aku dan dia sering berdua. Pernahkah selama aku dikantor kita macem-macem? Aku mohon putri kasih kesempatan kedua untuk pak banyu, aku janji aku akan menjauhi kalian. Jangan sampai kamu menyesalinya" ucap Rania.


"Oke aku kasih kesempatan tetapi kamu mulai besok harus pergi dari kantor ini untuk selamanya" ucap putri.


Rania mengangguk tanpa mengeluarkan kata-katanya lagi, didalam hati banyu "Terima kasih Rania, kamu sudah mau mengorbankan karier kamu demi hubunganku dengan putri. Aku janji, aku kan mengusut tuntas masalah ini. Aku akan membersihkan nama kamu diperusahaan ini".


Siang dan malam Rania terus mencari lowongan pekerjaan melalui media sosial. Entah sudah berapa banyak surat lamaran pekerjaan yang Rania kirim, namun tak satu pun mendapatkan hasilnya.


Pertemuan tanpa disengaja terjadi.


"Rania" ucap Desi.


"Desi" ucap Rania.

__ADS_1


"Kamu masih ingat aku Rania" ucap Desi.


"Iya dong, meski kita tidak terlalu dekat. Tetapi aku tidak akan melupakanmu" ucap Rania.


"Ran kamu diundang tidak dengan pak banyu dan ibu putri?" tanya Desi.


"Alhamdulillah akhirnya mereka menikah juga" ucap Rania.


"Tidak Des, kalaupun aku diundang. Aku tetap tidak akan hadir" ucap Rania.


"Kenapa Rania, kamu masih dendam?" ucap Desi.


"Tidaklah Des, aku bukan tipe pendendam. Memang benar kejadian itu sudah hampir 2 bulan, tapi kalau aku dateng. Aku hawatir akan membuat kegaduhan lagi" ucap Rania.


"Iya sih, oiya kamu sudah mendapatkan pekerjaan yang baru belum?" tanya Desi.


"Belum Des, aku pusing jadinya. Sudah beribu-ribu lembar kertas tersebar, dan berpuluh-puluh kantor aku datengin tapi tetap saja mereka tidak menginginkan karyawannya dengan status janda" ucap Rania.


" Aaahh.. Kamu bisa aja, kamu yang sabar. Rania semalam aku baca medsos perusahaan PT. Sinar Gemilang lagi membutuhkan karyawan, kamu sudah melamar disitu belum?" ucap Desi


"Aku tidak PD Des, perusahaan itu terlalu besar. Lagian jabatannya terlalu tinggi" ucap Rania.


"Rania jangan menilai dari luarnya, lagian kamu kan sudah pernah menjadi asisten manajer sama dengan kriteria lowongannya kan?" ucap Desi.

__ADS_1


"Iya sudah aku coba melamarnya" ucap Rania.


"Wah Rania waktu hampir senja, aku pamit pulang duluan. Dahhh... Rania" ucap Desi.


__ADS_2