KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?

KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?
Apa yang harus kulakukan?


__ADS_3

Brrruuggghh...


"Halo dan keruangan saya sekarang" ucap yoga.


"Ada apa pak?" tanya Sandara sekertarisnya.


"Coba kamu cari tahu bagaimana cara mengatasi ibu-ibu yang ngidam untuk dekat dengan pria lagi" ucap yoga.


"Baik pak" ucap Sandra.


"Halo bro, gue ke kantor loe iya. Gue lagi suntuk" ucap yoga di telphonenya.


Dikantor yoga..


"Hai bro kenapa loe? Bukannya bahagia istri loe hamil, ini malah suntuk?" ucap Roy.


"Gimana gue tidak suntuk coba, setiap gue deketin Rania. Dia selalu bilang, gue bau bangkai. Rania malah lebih memilih ingin cium tubuh Ridwan" ucap yoga.


"Hahahaha.... wkwwkkw... Hihihi... Lucu-lucu Rania" ucap Roy.


"Bukannya loe bantuin malah ketawain sih. Sialan loe!" ucap yoga.


"Sorry... Sorry... Bro bukan maksud gue begitu, lagian Rania lucu lebih milih cowok lain daripada suaminya" ucap Roy.


"Coba kalau gue yang digituin, gue ajakin dia kerumah terus" ucap Roy.


"Brengsek! Nambah enek gue kesini, gue cabut aja lah" ucap yoga.

__ADS_1


"Ehh.. Tunggu dulu bro, bro gue saranin loe yang sabar. Soalnya kalau ngidam memang begitu kali, tapi iya butuh waktu buat sedia kala. Sudah biarin saja, kecuali Ridwan memanfaatkan situasi ini. Baru loe bertindak" ucap Roy.


"Iya juga sih, memang selama ini masih wajar. Tapi gue geram lihatnya" ucap yoga.


"Sabar bro.." ucap Roy.


"Terima kasih ya bro, oiya gue balik ke kantor dulu ada rapat soalnya. Daahh..." ucap yoga.


"Lebay loe.." ucap Roy.


Sementara itu putri yang mengetahui keadaan Rania dari Roy, dia langsung kerumah Rania.


"Halo ran" ucap putri.


"Halo put, masuk-masuk. Mama papa ada putri" ucap Rania sambil berteriak.


"Ahh.. Kamu bisa saja put, ingin minum apa nak?" tanya mama Rania.


"Apa saja Tante, soalnya aku juga tidak lama kok. Hanya ingin bicara empat mata dengan Rania" ucap putri.


"Ohh.. Ya sudah kalau begitu, Tante dan om tinggal dulu" ucap mama Rania.


"Putri kamu mau bicara apa denganku kayanya serius amat?" tanya Rania.


"Iya ya lah serius, ini tentang suamimu mas yoga dan rumah tangga kamu ran" ucap putri.


"Ok.. Apa ada masalah dengan mas yoga?" tanya Rania.

__ADS_1


"Bukan mas yoga ran, tapi kamu?" ucap putri.


"Aku? Maksudnya?" tanya Rania.


"Iya ran, tadi pagi-pagi mas yoga ke kantor mas Roy. Dia cerita lagi suntuk karena melihat kamu yang ngidam aneh, kamu lebih memilih tubuh pria lain daripada suamimu sendiri" ucap putri.


"Eeemmm.. Tapi mas yoga tidak keberatan put, malah dia diem saja itu" ucap Rania.


"Ran diam bukan berarti dia suka, melainkan dia tidak suka. Diamnya dia hanya menjaga perasaanmu, dia memikirkan jiwamu bila harus melarangnya dihamili muda ini. Karena kamu pasti tau kan, bahwa hamil usia muda riskan akan guncangan jiwa?" ucap putri.


"Terus apa yang harus aku lakukan put, aku tidak bisa melawannya ngidam aku ini" ucap putri.


"Bukannya tidak bisa, tapi kamu belum mencoba" ucap putri.


"Benar itu sayang, kamu tidak mikir bagaimana kondisi yoga saat ini. Mama sering melihat, dia menahan amarah saat kamu bersama Ridwan. Sayang kamu harus mencoba melawan ngidam kamu itu, yang terpenting kan kamu suka ikuti ngidam kamu. Jangan biarkan yoga terlalu lama dalam situasi ini sayang" ucap mama Rania.


"Eehhh... Tante maaf iya, putri tidak bermaksud ikut campur urusan rumah tangga orang lain. Putri hanya ingin melindungi rumah tangga Rania dari kehancuran Tante, terlebih lagi kamu tau kan Ridwan mencintaimu ran. Aku tidak mau dia memanfaatkan situasi ini" ucap putri.


"Iya aku akan mencobanya, terima kasih banyak put sudah ingetin aku akan hal ini" ucap Rania.


"Santai saja ran, inikan namanya persahabatan. Saling mengingatkan bila ada yang salah, bukan begitu om Tante?" ucap putri.


"Iya sudah aku balik ke kantor ya, soalnya ada meeting sama client dekat sini. Jadi aku mampir kesini dulu" ucap putri.


"Diminum dulu put" ucap mama Rania.


"Sebentar tadi kamu bilang, kamu tau hal ini dari mas Roy? Jangan-jangan kalian ada hubungan?" tanya Rania.

__ADS_1


"Eeemmm.. Kami masih sebatas pertemanan saja ran, doain saja yang terbaik. Oke. Daahh.. semua" ucap putri.


__ADS_2