KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?

KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?
Bukan Dia yang Kuinginkan


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa Rania memasak sarapan untuk keluarga kecilnya.


"Sayang... Aku minta maaf ya buat semalem" ucap yoga.


"Emm..." ucap Rania.


"Sayang cukup satu malem saja aku tidur diluar, nanti malem aku tidur dikamar boleh kan?" tanya yoga sambil tersenyum.


"Memang masih mau sama janda?" tanya Rania.


"Kan kamu sudah bukan janda lagi sayang, kamu sudah jadi istriku dan akan jadi ibu dari anak-anakku" ucap yoga.


"Terus kenapa pilih janda?" tanya Rania.


"Sudah ahh jangan dibahas lagi... Eeeemmmuahh... aku sayang banget sama istriku" ucap yoga sambil memeluk dan mencium kening Rania.


"Ayahhh... Ini ada anak kecil" ucap Arif.


"Marahin saja nak ayahmu, main-main cium bunda segala" ucap Rania.


"Sayang ayah cium bunda karena semalam bunda biarin ayah tidur diluar. Arif dan Kamila kan tau, diluar dingin dan banyak nyamuk lagi. Bujukin bunda dan bantuin ayah dong biar bunda tidak suruh ayah diluar lagi, nanti ayah beliin mainan untuk kalian" ucap yoga.


"Bunda... Bunda jangan marah lagi sama ayah, ayah sayang banget sama kita. Pleaseee" ucap mereka dengan muka melas dan tersenyum.

__ADS_1


"Iya iya bunda tidak akan marah lagi, ini demi kalian ya bukan ayah" ucap Rania.


"Alhamdulillah... Terima kasih anak-anak ayah yang cantik dan ganteng" ucap yoga.


"Mainannya ayah jangan lupa" ucap mereka.


"Siap nanti pulang kerja, ayah belikan untuk kalian. Ayo sayang kita sarapan, terus ayah antar kalian sekolah" ucap yoga.


Tiba-tiba disekolah Arif dan Kamila.


"Sayang..." ucap Panji.


"Ayah Panji? Ayah Panji sedang apa disini?" tanya Arif.


"Maaf ayah kami harus sekolah, yuk de kita masuk" ucap Arif.


Ketika mereka masuk...


"Kamu pasti Yoga Prasetya?" tanya Panji.


"Iya mas, mas juga pasti ayahnya anak-anak?" tanya yoga.


"Mas maaf sebelumnya, apabila mas ingin ketemu mereka apalagi ingin membawa mereka main. Aku saranin supaya mas bisa ijin dulu sama Rania, karena hak asuh jatuh ke Rania. Dan sepenuhnya Rania yang memegang kendali anak-anak" ucap yoga.

__ADS_1


"Tapi aku ini ayahnya, kamu siapa melarang aku ketemu sama anak-anak ku?" tanya Panji.


"Aku bukan siapa-siapa, tapi yang mesti mas tau. Rasa sayang dan cinta aku sama mereka tulus dan ikhlas, aku permisi dulu" ucap yoga.


Bbbrrrugggh... Brrruuggghh... Panji memukuli yoga kita terjatuh tersungkur, begitu melihat yoga lemah para wali murid menolongnya dan membawa yoga ke UKS sedangkan Panji kabur.


Kring..Kring... Kring...


Kepala sekolah tidak mengerti ada masalah apa sehingga beliau memukuli yoga. Kepala sekolah langsung menelpon Rania untuk datang ke sekolah.


"Halo dengan nyonya Rania Kamila?" tanya kepala sekolah.


"Iya pak saya sendiri, ada apa? Dan maaf bapak siapa?" tanya Rania.


"Saya kepala sekolah Arif dan Kamila, apa nyonya bisa datang ke sekolah sekarang?" ucap kepala sekolah.


"Ada apa dengan mereka? Baik saya akan kesana sekarang, terima kasih pak" ucap Rania.


Rania terburu-buru kesekolah dengan diantar supir pribadi Rania, Rania sangat hawatir, karena ini pertama kalinya dipanggil oleh pihak sekolah diluar urusan rapat wali murid.


"Ada apa dengan Arif dan Kamila?" gumam Rania.


Didalam perjalanan hati Rania tidak bisa tenang, karena dia mengenal sekali tingkah laku dan sifat kedua anak-anak nya.

__ADS_1


__ADS_2