KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?

KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?
hadirmu yang kunantikan 2


__ADS_3

"Papa mana ma, dari tadi yoga enggak lihat?" tanya yoga.


"Papa lagi tidur sayang" ucap mama Rania.


"Mas kamu sudah menghubungi mama kamu belum?" tanya Rania.


"Sudahlah sayang, beliau sedang diperjalan sayang" ucap yoga.


"Syukur deh. Mamas Arif dan mba Kamila kenapa Ade nangis?" tanya Rania sambil berteriak dan berjalan ke kamar


"Ini ma, Ade Kamila cubit Ade janur" ucap Arif.


"Bukan Kamila ma, tapi Mamas yang teriak-teriak sama Ade Januar" ucap kamila.


"Ayah lihat ini anak-anaknya jahil sama adenya, sampai Ade Januar menangis" ucap Rania.


"Mana yang jahilin Ade Januar, biar ayah kelitikin satu-satu" ucap yoga.


Mereka pun dirumah saling canda tawa dan suka ria bersama, hingga waktu habis sore.


"Arif dan Kamila yuk kita balik ke asrama sayang" ucap yoga.


"Tapi ayah..." ucap mereka.


"Sayang aku mohon, biarkan mereka sampai besok pagi" ucap Rania.


"Sayang jangan kamu menghancurkan apa yang kita impikan selama ini, bukankah kamu ingin kita bisa bersama-sama untuk selamanya?" tanya yoga.


"Iya sudah kalau gitu, kamu kembalikan mereka kesana tapi jangan harap kamu bisa tidur didalam" ucap Rania.


"Sayang kok gitu, sayang ini semua demi kebaikan kita sayang. Aku mohon kali ini saja, maaf aku enggak bisa menuruti semua ucapanmu. Ayo sayang kita ke asrama, ayah tidak mau nanti kalian dihukum karena terlambat pulang" ucap yoga.


Diasrama...


"Permisi bapak" ucap yoga.


"Syukur deh kalian sudah pulang sebelum waktunya, terima kasih ya pak atas kerjasama" ucap ketua yayasan.


"Iya sama-sama, bapak juga sudah mempercayai saya untuk membawa Arif dan Kamila" ucap yoga.


Beberapa hari kemudian, dimana hari ini adalah hari terakhir Rania berkunjung sekaligus mengajak jalan-jalan Arif dan Kamila sebelum satu Minggu lagi sidang ketiga dilangsungkan.


"Sayang..." ucap Rania.


"Bunda.." ucap Arif dan kamila.


"Ayah kemana bunda, kenapa tidak ikut?" tanya Arif.


"Ayah mulai hari ini masuk kerja lagi sayang, karena ayah sudah benar-benar sembuh sayang" ucap Rania.


"OOO.. Bunda kalau begitu kita ke kantor ayah gimana?" tanya Rania.


"Oke.. Tapi nanti kalian tidak boleh nakal, sebentar bunda telphone ayah dulu ya" ucap Rania.


Flash Back..


Setelah seisi rumah Rania sarapan termasuk Cantika dan mama yoga. Cantika memberitahukan kepada seluruh keluarga Rania.

__ADS_1


"Rania, mas yoga, om dan Tante. Tadi papi bilang kalau mas yoga disuruh kembali bekerja hari ini, karena papi akan mengadakan rapat interen khusus karyawan perusahaan" ucap Cantika.


"Lalu bagaimana dengan keselamatan yoga? Bukankah suamimu masih buron, karena dia melarikan diri dari pengejaran polisi?" tanya mama yoga.


"Tante tenang saja, disana penjagaan sudah diperketat. Perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar, itu disebabkan oleh mas Steven yang korupsi uang perusahaan.


ucap Cantika.


"Oke kalau begitu, aku sebagai istrinya mengijinkan mas yoga kembali ke perusahaannya" ucap Rania.


"Terima kasih Rania" ucap Cantika.


"Iya sama-sama" ucap Rania.


"Oiya ran, mulai besok aku sudah kembali kerumah. Terima kasih atas tumpangannya. Tante dan om terima kasih sudah membantu keluarga kami sejauh ini" ucap Cantika.


"Iya non Cantika, kami senang bisa membantu non" ucap mama Rania.


Flash Off..


Kita Flash back kejadian dimana Steven ditangkap oleh polisi yuk..


Setelah dirasakan cukup bukti atas kejahatan Steven, akhirnya pak Broto melaporkan polisi tentang perbuatan Steven.


Steven terjerat beberapa kasus diantaranya :


Perampokan dirumah pak Broto


Pembunuhan atas istri pak Broto dan sekaligus penyebab Cantika mengalami syok berat.


Korupsi diperusahaan sebanyak 10 miliyar.


Ketika itu Steven sedang berada dirumah tetapi tanpa sengaja pak Broto mendengarkan percakapan Steven dengan seseorang yang mengutarakan kesuksesan atas rencananya untuk membuat perusahaan pak Broto mengalami kerugian yang sangat besar.


Tingtong.. Tingtong... Suara bel berbunyi, dan ketika Steven akan membuka pintu seketika dia membalikkan badannya.


"Bi.. Bi.." ucap Steven.


"Iya Aden ada apa? Diluar ada polisi, bibi tanyakan ada keperluan apa dan jika mereka mencari saya. Bilang saya tidak ada dirumah, faham!" ucap Steven.


Ketika bi Nuri keluar, Steven menerobos masuk keruang kerja pak broto. Pak Broto terkejut karena saat itu Steven menodongkan pistolnya ke pak Broto.


"Apa-apaan kamu Steven?" tanya pak Broto.


"Hahaha... Jangan pikir anda adalah manusia yang sangat pintar pak Broto" ucap steven.


"Maksud kamu apa? Saya tidak mengerti?" tanya pak Broto.


"Anda yang sudah melaporkan saya kepada polisi? Anda juga sudah tau kan kalau saya, anak dari pak Tohar? Sekarang anda harus ikut dengan saya karena diluar ada banyak polisi" ucap Steven.


"Steven jangan gila kamu, bila kamu membunuh saya maka kamu akan menambah barisan kejahatanmu" ucap pak Broto.


"Saya tidak peduli, saya hanya ingin seluruh keturunanmu habis ditanganku" ucap Steven sambil berjalan keluar.


Sementara diluar bi Nuri dengan sejuta alasan untuk menahan polisi masuk.


"Maaf tapi saya harus menangkap pak Steven" ucap polisi sambil menerobos masuk.

__ADS_1


"Berhenti, jika anda maju selangkah maka bapak tua ini akan mati" ucap Steven.


"Jangan lakukan apa-apa jika tidak kami terpaksa berbuat sesuatu" ucap polisi itu menakut-nakuti Steven.


Tapi Steven tidak gentar, akhirnya terjadi penembakan antara Steven dan petugas polisi.


Dor.. satu tembakan terjadi pada Broto untung saja hanya meleset dibagian tangan pak Broto, walaupun begitu pak Broto tetap dibawa kerumah sakit.


Tetapi akhirnya Steven berhasil melarikan diri dari pengejaran polisi, hingga saat ini.


Flash Back...


Rania beserta ketiga anaknya pergi ke kantor yoga, disana Arif dan Kamila tidak ingin diam. Semua yang mereka pasti ditanyakan.


"Bunda kemana kok pintunya bisa buka sendiri?" tanya Arif.


"Iya sayang, itu namanya pintu otomatis. Jadi kalau ada orang berjalan didepan pintu itu langsung terbuka" ucap Rania.


"Ayah itu pak satpam pakai telphonenya besar sekali" ucap Kamila.


"Sayang itu namanya handy talky, kenapa Kamila mau pinjam?" tanya yoga.


"Memang boleh ayah?" tanya Arif.


"Hahaha... Ayah bercanda sayang, tentu tidak boleh sayang. Karena tanpa alat itu pak satpam tidak bisa bekerja sayang" ucap yoga.


"Sini sayang kita pakai lift saja keatasnya" ucap yoga.


Ketika berada diruangan yoga..


"Ayah itu lagi ngapain?" tanya Arif.


"Ini namanya laptop sayang, ini ayah lagi mengetik file sayang untuk rapat nanti" ucap yoga.


"Ayah boleh tidak kami bermain-main disekitar sini?" tanya Arif.


"Jangan sayang nanti kalian menganggu mereka yang lagi bekerja" ucap bunda.


"Kita tidak bertanya sama bunda kok, kita kan bertanya sama ayah" ucap Kamila.


"Sudah sayang tidak apa-apa, nanti ayah suruh Tante Sandra ya buat temenin kalian. Oiya disini juga ada Tante Desi dan om Edward loh" ucap yoga.


"Benar ayah? Kita ingin bertemu dengan om dan Tante, kalau Tante putri dan om Roy ada juga enggak ayah?" ucap arif.


"Kalau Tante putri dan om Roy kan mereka punya kantor sendiri jadi tidak disini sayang" ucap yoga.


"Sebentar ayah telphone Tante Sandra dulu" ucap yoga.


"San bagaimana pekerjaan kamu sudah selesai?" tanya yoga.


"Tinggal sedikit lagi pak, ada apa?" tanya Sandra.


"Tolong ajak mereka keliling kantor ini, oiya mereka juga ingin bertemu dengan ibu putri dan pak Edward. Ajak mereka kesana juga ya" ucap yoga.


"Baik pak" ucap Sandra.


"Sayang kamu harus nurut jangan nakal dan bandel sama Tante sandra" ucap yoga.

__ADS_1


__ADS_2