
Kring.. Kring..
"Halo" ucap pak Broto.
"Maaf kan saya pak Broto baru memberikan kabar" ucap tangan kanannya.
"Iya ada apa? Ada perkembangan tentang Steven?" ucap pak Broto.
"Pak ternyata Steven adalah dalang dari pembunuhan istri tuan dan penembakan pak yoga. Dia melakukan ini karena ingin membalas dendam atas apa yang terjadi pada dirinya sewaktu dia kecil, dia adalah anak dari pak Tohar" ucap tangan kanannya.
"Apa yang kau ucapkan itu benar? Apa kau sudah menyelidiki dengan benar?" tanya pak Broto.
"Iya tuan, saya sudah menyelidikinya. Semenjak pak Tohar dipenjara, hidup Steven dan ibunda jauh berbeda. Mereka diusir dari kampung dan nama mereka juga sudah dihapus dari keluarga besarnya, mereka akhirnya menyingkir diperkampungan yang kumuh dan tak ada satu orang yang mengenali mereka. Mereka hidup terlunta-lunta, mereka sering berpindah dan diusir oleh pemilik rumah kontrakan. Hingga Steven dewasa, dia bergabung di sebuah Macam Hitam" ucap tangan kanannya.
"Apa? Macan Hitam?" tanya pak Broto.
"Iya tuan, macam hitam. Beberapa tahun kemudian, dia dijadikan ketua dan pemimpin macam hitam. Disaat itulah Steven memanfaatkan kekuasaan untuk melakukan perampokan yang disertai pembunuhan istri tuan" ucap tangan kanannya.
"Jadi dia melakukan ini atas balas dendam dengan apa yang tak pernah aku berbuat" gumam pak Broto.
"Tuan.. Tuann.." panggilan tangan kanannya.
"Iya lanjutkan" ucap pak Broto.
"Steven juga yang merencanakan peristiwa dimana tuan terancam, karena Steven ingin masuk kedalam keluarga tuan. Ada usahanya pun berhasil, namun Steven kembali meredang disaat tuan memilih pak yoga menjadi CEO di perusahaan anda" ucap tangan kanannya.
"Cukup! Aku paham semuanya. Sekarang kamu berikan bukti-bukti itu tapi jangan lupa copy filenya, kita akan serahkan kepada pihak berwajib" ucap pak Broto.
"Ternyata masa lalu sedang menuntut balas, aku menyesal dengan segala perbuatanku" ucap pak Broto.
"Papi kenapa?" tanya Cantika.
__ADS_1
"Cantika ternyata steven adalah anak dari om Tohar sayang" ucap pak broto
"Apa Pi? Lalu bagaimana sekarang? Papi akan melakukan apa?" tanya cantika.
"Papi akan memberikan bukti ini sayang" ucap pak Broto.
"Tapi Pi, itu artinya papi akan dituntut juga. Cantika tidak papi dipenjara. Tidak Pi..." ucap Cantika.
"Sayang dengarkan papi, ini sudah resiko untuk papi. Papi tidak ingin kamu jadi tumbal selanjutnya, sekarang kamu dan bibi Nuri tinggallah bersama keluarga Rania. Nanti papi yang akan bicara dengan mereka, dan papi juga akan memberikan penjaga extra ketat untuk kalian. Karena papi yakin jika Steven mengetahui papi yang memberikan bukti itu, dia tak akan melepaskan kita terutama kamu akan dijadikan senjata sayang. Papi mohon, kamu mau ya" ucap pak Broto.
Cantika hanya mengangguk kepalanya, karena tak ada jalan lain untuk memperbaiki keadaan ini.
Keesokkan harinya sebelum pak Broto ke kantor polisi, beliau bertemu dengan Rania.
Tok.. tok.. tokk
"Assalamu'alaikum" ucap pak Broto.
"Pak Broto? Ada apa? Kenapa kalian membawa koper besar kesini?" tanya Rania.
"Boleh kami masuk mba Rania" ucap Cantika.
"Silakan... Silakan... Maaf ya keadaan rumah kami seperti ini, soalnya apartemen mas yoga sudah dalam sitaan bank" ucap Rania.
"Tidak apa-apa nyonya Rania" ucap pak Broto.
"Sebentar saya buatkan minum dulu" ucap Rania.
"Siapa sayang?" ucap mama Rania yang mendekati anaknya.
"Pak Broto ma, bosnya mas yoga dan itu anaknya" ucap Rania.
__ADS_1
"Lalu kenapa mereka kemari dan membawa koper besar?" tanya mama Rania.
"Rania tidak tau ma, mama ke depan bareng aku yuk" ucap rania sambil ke ruangan tamu bersama mamanya.
"Silakan di minum pak Broto dan mba Cantika" ucap Rania.
"Terima kasih Rania" ucap mereka.
"Sebelum kami minta maaf ibu Rania, gara-gara ulah Steven pak yoga hingga saat ini belum sadarkan diri" ucap Cantika.
"Ooo.. Jadi pelakunya Steven, kenapa kamu tidak bilang sayang? Terus pelakunya sudah dipenjara belum?" tanya mama Rania.
"Maaf Tante pelakunya belum dipenjara, lantar kami masih belum cukup bukti. Sebenarnya Steven adalah suami saya ibu, dan dia melakukan ini karena rasa dendamnya. Boleh saya jelaskan secara detail?" ucap Cantika.
Mama papa dan Rania akhirnya mengijinkan Cantika menjelaskan soal Steven, dari masalah pertama kalinya yang salah paham hingga harus ada penuntutan balas dendam.
"Terus maksud kalian kemari apa? Kenapa kalian bawa koper besar?" tanya mama Rania.
"Saya berencana menitipkan Cantika dirumah ini pak Bu, karena saya tau apabila saya serahkan bukti-bukti ini ke polisi. Steven akan mengetahui siapa yang melaporkan ke polisi, dan dia akan berbuat diluar dugaan terhadap Cantika" ucap pak Broto.
Bbbbrrruuughhh... mama Rania yang sudah emosi akhirnya memukul meja didepannya "Maaf pak, saya tidak akan setuju jika Cantika tinggal disini. Ini sangat beresiko pak untuk keluarga saya, saya tidak ingin keluarga saya ada yang menjadi korban kedua" ucap mama Rania.
"Saya mohon pak Bu dan Rania, kemana lagi saya harus menitipkan Cantika? Cantika adalah harta saya yang paling berharga, saya janji keluarga kalian akan aman karena saya akan memperketat penjagaan dirumah ini. Serta bila nyonya Rania ijinkan, saya akan membawa pak yoga berobat keluar negeri. Tapi maaf mungkin dia disana akan pengawal saya yang mendampingi, karena saya akan tetap mencari bukti-bukti yang banyak supaya masalah ini cepat berlalu" ucap pak Broto.
"Apa bapak yakin dengan ucapan bapak?" tanya Rania.
"Saya yakin Rania, karena pak yoga adalah karyawan sayang berkompeten. Jadi pengobatan untuk pak yoga adalah yang terpenting saat ini dan saya juga akan memperkenalkan anda dengan pengacara saya untuk membawa persidangan hak asuh anak" ucap pak Broto.
"Benarkah pak, bapak akan melakukan itu?" tanya Rania.
"Iya Rania" ucap pak Broto.
__ADS_1