
Keesokkan harinya Rania meminta ijin kepada mama Rania untuk menggantikan dirinya dirumah sakit, karena dia akan bertemu pengacara.
"Ma maafkan rania, hari ini Rania tidak bisa menemani mas yoga disini" ucap mama yoga.
"Tidak apa-apa sayang, kamu pergilah. Perjuangkan sayang, demi keadilan" ucap mama yoga.
"Iya ma, doain rania" ucap Rania.
"Mas maafin aku, aku tidak bisa menemani mu sayang. Aku ada perlu untuk memperjuangkan Arif dan Kamila, aku mohon doanya mas. Mas harus cepat sembuh, aku mohon" ucap Rania.
Rania yang melihat air mata yoga menetes, akhirnya dia juga menetes air matanya. Rania mencium kening dan tangan suami sebagai ucapan meminta restu dan ridhonya.
"Hai ran, apa kabar?" tanya putri.
"Baik put, kamu bagaimana?" tanya Rania.
"Halo Rania dan putri" ucap Desi.
"Kamu kok disini?" tanya Rania.
"Iya lah, masa sahabatku mau bertemu dengan pengacara handal masa aku tidak ikutan" ucap Desi sambil tersenyum.
"Bercanda say, putri kemarin memberitahukan soal surat itu. Memang ya mantan suamimu itu brengsek, tidak tau apa saat-saat kamu ada masalah besar" ucap Desi.
"Sudah.. Sudah... Ini resto Des" ucap putri.
"Put pengacaranya belum datang?" tanya Desi.
"Iya ini ibu Melli tadi ada sidang mendadak, jadi dia harus menghadiri sidang itu baru kesini. Tadi aku telphone katanya sudah dijalan, coba aku chat aja kali ya" ucap putri.
"Tidak usah dichat ibu putri" ucap Melli.
"Ibu.. Silakan duduk" ucap putri.
"Siapa yang besok dipanggil sidang?" tanya ibu Melli
__ADS_1
"Saya ibu" ucap Rania sambil berjabat tangan.
"Ran Des ini Melli Nuraini, dia yang akan membantu kamu dipersidangan nanti" ucap putri.
"Ibu Melli ini Rania Kamila, sebenarnya hak asuh anak itu sudah selesai dan jatuh kepada Rania. Sidang hak asuh anak juga berlalu cukup lama juga ya say, sudah hampir empat tahun iya kan say?" tanya putri.
"O... Begitu, berarti ini ada apa-apanya" ucap Ibu melli.
"Iya, boleh saya tebak? Pasti dia sudah punya istri kan?" tanya ibu Melli.
"Iya ibu" ucap Rania.
"Nah berarti benar, pasti istrinya tidak bisa memberikan keturunan. Makanya dia menuntut hak asuh anak" ucap ibu Melli.
"Itu tidak mungkin ibu, setau saya istrinya dulu sedang mengandung" ucap Rania.
"Dulu kapan ibu?" tanya ibu meli.
Rania yang terdiam, karena memang terakhir dia bertemu dengan istri mantan suaminya saat di persidangan terakhir perceraiannya.
"Put terima kasih, karena kamu sudah mau menyewakan pengacara handal untuk mendampingi ku" ucap Rania.
"Ran santai saja kali, aku juga akan melakukan hal yang sama. Jika itu terjadi dengan Desi juga" ucap putri.
"Amit-amit deh, aku harus melakukan perebutan anak" ucap Desi.
"Iya sudah, kita pulang" ucap Rania.
Dirumah sakit...
"Loh sayang kenapa kamu pulang kemari?" tanya mama yoga.
"Maksud mama?" tanya Rania.
"Maksud mama, kenapa kamu kemari sayang. Kamu kan pasti lelah sayang" ucap mama yoga.
__ADS_1
"Aku kangen sama mas yoga ma" ucap Rania.
"Kalau gitu mama tinggal keluar ya sayang" ucap mama yoga.
"Halo sayang apa kabar?" ucap Rania.
"Sayang bangun dong, apa kamu tidak ingin melihat jagoan kita baby Januar" ucap Rania.
"Tau enggak sayang, Arif dan kami yang kasih nama anak kita loh. Namanya Januar Gemilang Prasetya, kamu suka kan namanya sayang" ucap Rania.
"Sayang kemarin malam, anak-anak bilang kangen sama kamu sayang. Mereka juga titip salam buatmu, katanya I LOVE MY Father forever" ucap Rania.
"Sayang aku lap badan kamu iya, sudah sore juga. Sebentar aku ambil air dulu" ucap Rania.
Setelah memandikan yoga, Rania langsung pulang. Karena dia harus mengurus ketiga anaknya yang masih kecil, Rania sebetulnya tak ingin seperti ini. Namun inilah kenyataannya dan harus tetap tegar menjalaninya.
Setelah sampai, dia sambut dengan dua malaikat kecil yang selalu membuatnya semangat. Dan selalu membuatnya percaya bahwa kebahagiaan itu masih ada, dan akan tiba saatnya.
"Bunda" ucap Arif.
"Hai sayang, gimana sekolahnya?" tanya Rania.
"Alhamdulillah lancar dong" ucap Kamila.
"Anak pintar, baby Januar mana sayang?" tanya Rania.
"Januar sudah tidur sayang" ucap mama Rania.
"Terima kasih ma, sudah menjaga mereka" ucap rania.
"Iya sayang, walau bagaimana pun mereka tetap cucu-cucu mama. Dulu kamu memang pernah tidak mendengarkan kata-kata mama, tapi mama berharap kamu lebih bijak dalam mengambil keputusan sayang" ucap mama rania.
"Iya ma, terima kasih ma. Karena mama masih mau mendampingi aku. Hiks.. Hiks.." ucap Rania.
"Jangan menangis sayang, tidak baik kalau anak-anakmu melihat" ucap mama Rania.
__ADS_1