
Hari kedua mereka ke Gunung Fuji, Ueno Park, dan biei.
Mereka kembali ke hotel seperti biasa. Yoga dan Rania sangat pandai mengambil kesempatan dimalam hari untuk saling memenuhi kewajibannya, mereka melakukan ketika kedua anaknya dengan pulas tidur.
Hari ketiga mereka jalan-jalan ketempat berbeda lagi, lagi-lagi mereka pun melakukannya ditengah malam hingga pukul 2 dini hari. Hingga hari akhir, mereka jalan-jalan ke pusat fashion Jepang yaitu Harajuku Jepang.
__ADS_1
Sudah beberapa hari mereka memakan khas Jepang, dan kini mereka mencoba makanan ala Indonesia di Merah Putih Caffee.
"Bunda masakannya jauh berbeda dengan masakan bunda" ucap Arif.
"Kurang sedap bunda" ucap Kamila.
"Masa sih.." ucap Rania.
__ADS_1
"Iya sayang, makanannya kurang enak. Beda dengan kamu yang masak" ucap yoga.
"Iya sudah nanti kalau sudah pulang ke rumah, bunda masakin makanan kesukaan kalian. Ok" ucap Rania.
"Bunda ayah gimana kabar Mbah ya?" tanya Arif.
"Astaga kita lupa hubungi mereka sayang" ucap yoga.
Yoga langsung mengeluarkan handphonenya dan langsung melakukan panggilan video Dengan orangtuanya.
Jam tujuh pagi mereka sudah siap ke bandara untuk kembali ke tanah air tercinta, Indonesia bhineka tunggal Ika. Meskipun mereka merasa bahagia bisa berjalan-jalan keluar negeri namun mereka tetap merindukan negaranya terutama di bidang kuliner, karena selama disana mereka tak bisa bebas memakan makanan. Semua harus dilihat dari label halalnya, berbeda dengan Indonesia yang penuh dengan makanan halal.
__ADS_1
Walaupun Indonesia masih sangat jauh dalam membangun tempat wisata yang mampu menarik wisatawan masuk, itu semua bukan karena kesalahan pemerintah yang tak bisa membangunnya. Namun dari kita sendiri yang belum bisa menghargai kekayaan yang ada bahkan terkadang kekayaan itu malah kita rusak dengan sengaja.