KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?

KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?
Pembalasan Ridwan..


__ADS_3

Setelah Ridwan kehilangan Rania, Ridwan berusaha untuk menghapus Rania dari kehidupannya tetapi dia tak berhasil. Sejujurnya Ridwan adalah orang yang baik, namun dia merasa dikecewakan oleh Rania hingga kedua kalinya.


Sehingga disaat ujung kemarahannya, dia menyuruh asisten pribadi untuk mencarikan wanita yang sangat cantik rupawan, dan alhasil asisten pribadi berhasil membawa wanita yang diinginkannya.


Beberapa bulan lamanya Ridwan menjalani hubungan dengan wanita itu, namun wajah Rania tak luput dari ingatannya. Dan akhirnya ridwan memutuskan hubungan mereka secara sepihak.


"Brengsek! Sialan kau yoga, aku tak rela bila kau sampai menikahi Rania" gumam Ridwan ketika mendengar berita dari asistennya tentang rencana pernikahan Rania dan yoga.


Jebret... Sebuah mobil menabrak Rania yang akan pulang ke kantor setelah rapat bersama Edward.


"Rania..." panggil Edward yang panik melihat Rania tak sadarkan diri.


"Tolong.... Tolong..." Edward berusaha meminta bantuan kepada orang setempat.


Ambulance langsung datang untuk membawa Rania ke rumah sakit, dirumah sakit Edward langsung menghubungi kantor kalau Rania mengalami kecelakaan.


Dikantor menjadi heboh, hingga berita itu terdengar ke telinga.


"Maaf ibu, apa benar Rania mengalami kecelakaan tadi sepulang meeting?" ucap yoga.


"Benar pak yoga, ibu Rania sekarang dirumah sakit Pelita Medika" ucap reception.


"Ibu tolong bilang sama asisten saya, semua meeting hari ini tolong dibatalkan" ucap yoga.


"Ya ampun sayang, kamu kenapa? Kok bisa kamu seperti ini?" ucap yoga didalam mobilnya, yoga membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


"Tunggu sayang, aku akan ada datang. Sabar sayangku" ucap yoga dengan hatinya gelisah.


Brrruuugghhh... Satu pukulan keras dari yoga ke Edward.


Plakkk... Satu tamparan keras dari yoga ke Edward.


Yoga dengan penuh amarah memukuli dan menampar Edward hingga tersungkur dan papa Rania langsung memegang yoga dan menampar yoga sedangkan mama Rania membawa kedua anak Rania menjauh dari sana.

__ADS_1


"Apaan papa tampar yoga? Yang seharusnya papa tampar itu dia! Bukan yoga!" ucap yoga dengan penuh emosi.


"Maafkan papa nak yoga, papa tau kamu sangat hawatir dengan Rania. Tapi pak Edward enggak tau apa-apa nak dan yang ada disini semuanya hawatir dengan Rania bukan hanya kamu saja nak" ucap papa Rania.


"Pak Edward maafkan atas perilaku calon menantu saya" ucap papa Rania.


"Tidak apa-apa om, santai saja" ucap Edward.


"Kamu! Kamu bisa tidak jaga asisten kamu hah!" ucap yoga dengan amarahnya memuncak lagi.


"Maafkan saya pak yoga, saya lalai menjaga Rania. Saat itu saya sedang mengambil berkas yang tertinggal ditempat meeting, dan saat saya kembali Rania sudah tak sadarkan diri. Maafkan saya pak yoga" ucap Edward dengan merasa menyesal.


Tubuh kekar yoga yang sedang bersandar di tembok pun turun sedikit demi sedikit, hingga posisinya seperti berlutut.


"Sudah nak yoga, sabar doakan Rania semoga tidak terjadi apa-apa. Kita tunggu hingga dokter keluar nak yoga" ucap mama Rania dengan menghampiri yoga.


"Om mama tidak apa-apa kan? Kamila sedih om lihat mama kaya gini tapi Kamila juga takut lihat om marah-marah sambil mukulin om yang itu" ucap Kamila.


"Iya om Arif juga sama" ucap Arif.


Edward perlahan mundur, karena dia tahu kehadiran akan membuat yoga sewaktu-waktu akan murka kembali kepadanya. "Rania sangat beruntung mendapatkan pak yoga yang begitu mencintai dan menyayanginya beserta seluruh keluarganya, maafkan aku rania. Dulu aku sempat berniat mendekatimu dan sekarang aku sadar bahwa aku tak bisa menjagamu, aku ikhlaskanmu Rania. Terima kasih atas segala yang telah kau berikan, saran dan pesan darimu tak akan kulupakan" gumam Edward.


"Rania aku janji akan menemukan dalang dari kecelakaanmu" gumam edward.


Sekian lama yoga dan seluruh yang ada disana menunggu kabar baik dari dokter, dokter keluar dari ruangan ICU.


"Maaf apakah kalian keluarga dari pasien?" tanya dokter.


"Kami orangtuanya dan ini calon suaminya dok, bagaimana dengan Rania dok?" tanya kedua orangtuanya.


"Sebenarnya tadi Rania sudah sangat kritis dan hampir tidak tertolong, namun atas mujizat Allah. Dia bisa terselamatkan hanya saja dia masih koma, dan kalau dalam 1x24 jam tak sadarkan diri. Maka kami tidak akan bisa memastikan kondisi pasien, maafkan kami" ucap Rania.


Yoga yang dari tadi sudah merasa sesak di dadanya, dia langsung Brugh (pingsan) dan disusul dengan mama Rania.

__ADS_1


Sekarang yang ada didepan ruangan tersebut hanya Edward, karena Edward tak akan membiarkan ruangan Rania kosong. Tiba-tiba sosok pria datang menghampiri Edward.


"Maaf apa Rania didalam?" tanya Roy.


"Anda siapa?" tanya edward.


"Saya sahabat dari yoga, maaf yoga kemana? Dia tidak disini?" ucap Roy.


"Pak yoga dan mama Rania pingsan, sekarang mereka diruangan sebelah" ucap Edward.


Setelah mendengar penjelasan dari Edward, Roy langsung menuju keruangan Edward. Disana dia melihat seluruh keluarga Rania dan terutama kedua anak kecil yang sedang menangis.


"Cup.. Cup.. Anak cantik dan ganteng jangan menangis sayang" ucap Roy.


"Tapi.. om..." ucap mereka berdua.


"Anak pintar dirumah sakit tidak boleh ada orang menangis sayang, nanti dimarahin dokter loh" ucap Roy untuk menenangkan kedua anak itu, seribu cara akhirnya Arif dan Kamila diam.


"Rania... Rania... Rania tunggu, jangan tinggalin mas sayang" ucap yoga dan terbangun dengan terkejut.


"Bro sabar..." ucap Roy.


"Rania Roy... Rania..." ucap yoga.


"Bro maafin gue baru datang kesini, kalau seandainya saja tadi gue tidak lihat berita Tv mungkin gue tidak tau" ucap Roy.


"Loe yang sabar, gue yakin Rania tidak apa-apa. Loe jangan lemah, kasian anak-anak kecil itu" ucap roy sambil menunjuk Arif dan Kamila.


"Gue janji bro, gue akan mencari dalang dari semua ini. Gue juga janji enggak akan lepasinnya" ucap Roy.


"Sekarang yang harus loe lakukan, jangan kelihatan lemah didepan Rania dan kedua anaknya" ucap Roy.


"Terima kasih Roy, gue percayakan semuanya sama loe. Tolong cari sampai tuntas" ucap yoga.

__ADS_1


"Bro temenin gue melihat keadaan Rania" ucap yoga.


"Iya, tapi gue minta jangan menangis didepan Rania" ucap Roy.


__ADS_2