
Satu jam berlalu, terdengar suara tangisan bayi. Oekk.. Oekkk..
"Alhamdulillah" ucap mama Rania tak lama kemudian dokter keluar.
"Bagaimana dok keadaan anak dan cucu saya" ucap mama Rania.
"Putri ibu selamat, dan cucu ibu juga lahir dengan selamat dan sehat tanpa kekurangan apapun" ucap dokter.
"Tapi pasien belum sadar Bu, dia masih dalam pengaruh obat bius" ucap dokter.
Sekitar setengah jam mama Rania berada diruang rawat sang putri.
"Ma.. Anakku bagaimana?" tanya Rania.
"Sayang anakmu sehat dan baik-baik saja" ucap mama Rania.
"Lalu bagaimana dengan mas yoga ma?" tanya Rania.
"Dokter belum keluar sayang dari ruangan ICU" ucap mama Rania.
"Ma anterin aku kesana, aku ingin melihatnya" ucap mama Rania.
"Jangan sekarang sayang, kondisi kamu masih lemah sayang. Dan kamu juga harus banyak istirahat, sebentar lagi juga anakmu akan datang untuk diberikan ASI" ucap mama Rania.
"Hai bunda... Ini bayinya ganteng, dan lucu lagi. Silakan ibu susui bayinya, saya tinggal dulu" ucap suster.
Jebret... Mama Rania mengambil gambar Rania bersama baby-nya, dan mengirimkan kepada suaminya. Tak berapa lama Arif dan Kamila datang..
"Bunda..." ucap Arif.
"Uuust.. Mamas jangan berisik Ade lagi tidur" ucap mama Rania.
"Bunda ini Ade bayinya?" tanya Kamila.
"Iya sayang, kenapa? Ganteng dan lucu enggak?" tanya Rania.
"Gantengan juga aku bunda" ucap Arif.
"Iya bunda, lucuan juga aku bunda" ucap Kamila.
__ADS_1
"Disini sayang... Bunda ingin peluk kalian" ucap rania.
"Bunda nama Ade bayinya siapa?" tanya arif.
"Siapa ya sayang, apa Arif dan Kamila mau kasih nama sama Ade bayi?" tanya Rania.
"Kalau aku Januar bunda" ucap Arif.
"Gemilang saja bunda" ucap Kamila.
"Kalau nama Ade bayinya Januar Gemilang Prasetya, gimana bagus enggak?" tanya Rania.
"Bagus bunda" ucap Arif dan Kamila.
Kring.. Kringg.
"Halo Des ada apa?" tanya mama Rania.
"Yoga kritis Tante" ucap Desi.
"Serius kamu nak? Jangan bercanda" ucap mama Rania.
"Iya sudah Tante kesana sekarang" ucap mama Rania.
"Mama ada apa? Kenapa dengan mas yoga?" ucap Rania.
"Sayang kamu sabar ya, tadi Desi telphone katanya yoga kritis. Mama tinggal sebentar enggak apa-apa kan?" tanya mama Rania.
"Ma Rania mau ikut, aku mohon ma" ucap Rania.
"Tapi sayang, kamu juga kan belum bisa bangun" ucap mama Rania.
"Ma... Pa.. Rania mohon" ucap Rania.
Karena kondisi ruang rawat dan ICU tak terlalu jauh, akhirnya dokter ngijinkannya dengan. syarat harus menggunakan hosbed.
"Ma... Mas yoga bagaimana?" tanya Rania.
"Sayang kenapa kamu kesini nak?" tanya mama yoga.
__ADS_1
"Rania mau lihat mas yoga ma" ucap Rania.
"Mas yoga kritis sayang, tadi dokter keluar hanya memberitahukan ini terus dokter masuk lagi sayang" ucap mama Rania.
"Sayang sebentar ya" ucap Roy.
"Ada mas, mas mau kemana?" tanya putri.
Roy menarik tangan putri.
"Sayang kita bantu Rania dan yoga yuk, kita cari dalang dari penembakan yoga" ucap Roy.
"Aku siap mas, kalau gitu aku telphone anak buahku dulu" ucap putri.
"Iya sayang, aku juga sama" ucap roy.
Roy dan putri bekerjasama menyelidiki peristiwa ini, yang nyaris merenggut nyawa sahabatnya.
Rania yang sedaritadi menunggu kabar dari dokter. Akhirnya dokter keluar.
"Dok bagaimana kondisi suami saya?" tanya Rania.
"Alhamdulillah nyonya, suami anda sudah melewati masa kritisnya. Namun beliau masih koma, anda yang sabar" ucap dokter sambil meninggalkan mereka.
"Syukurlah yoga masih selamat sayang, semoga yoga bisa cepat sadar" ucap mama rania
"Sayang cucu mama bagiamana?" tanya mama yoga.
"Alhamdulillah ma, baik-baik saja" ucap Rania.
"Mama ingin melihatnya, mama tinggal duku" ucap mama yoga.
"Halo sayang, ihhh... lucunya persis ayahmu waktu kecil sayang" ucap mama yoga yang sambil menggendong baby Januar.
"Sayang lihat anakmu sama persis denganmu, sayang kamu lekas sadar sayang. Mana kangen sama kamu nak" gumam mama yoga.
"Maaf ibu, ibu siapa?" tanya suster.
"Saya neneknya sus" ucap mama yoga
__ADS_1
"Ooo... Maaf Bu, saya hanya berjaga-jaga saja" ucap suster.