KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?

KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?
Diruangan Putri.


__ADS_3

"Tante..." ucap Arif dan Kamila.


"Ponakan Tante kenapa ada disini? Sama siapa kesini?" tanya desi


"Kita diantar sama Tante Sandra, dan kita juga kesini sama bunda dan Ade Januar tapi mereka ada diruangan ayah" ucap Arif.


"Ternyata Tante juga sama kaya ayah suka mainan laptop" ucap Kamila.


"Ponakan Tante yang cantik, Tante bukannya mainan tapi lagi kerja sayang. Anak cantik dan ganteng mau minum apa? Es sirup mau enggak?" tanya desi


"Mau.. Mau... Tante, seger itu" ucap mereka.


"Oke kalau gitu kalian keruangan om Edward dulu sana, Tante buatin minuman spesial untuk kalian" ucap desi


"Mamas kita kagetin om Edward aja yuk" ucap kamila.


"Caranya gimana?" tanya Arif.


"Tante ada plastik enggak disini?" tanya Kamila.


"Plastik? Buat apa?" tanya Sandra.


"Ada deh, ada enggak Tante?" tanya Arif.


"Sebentar, Tante cari dulu" ucap Sandra.


"Ini sayang plastiknya" ucap Sandra.


"Tante tutup telinga" ucap Arif.


""Mamas biar aku yang lihat om lagi ngapain" ucap Kamila.


"Ayo mas kita masuk" ucap Kamila.


Mereka memecahkan plastik itu yang sudah ditiup oleh Arif. Dor... Suaranya sangat besar sekali sehingga Edward bangun dari kursi.


"Kalian? Pasti ini kerjaan kalian?" tanya Edward.


"Hehehe... Maafkan kami ya om" ucap mereka.


"Kalian itu ya jahil juga, Tante putri kemana?" tanya Edward.


"Aku disini sayang, kenapa?" tanya putri.

__ADS_1


"Ini ponakan kita, sudah bikin aku hampir jantungan. Enaknya kita apakan ya?" tanya Edward.


"Kata bunda ayah mereka sih, mereka paling anti sama diketiki" ucap putri


"Jangan dong om Tante, kami minta maaf deh" ucap Arif.


"Tante kamar mandi dimana ya?" tanya Kamila.


"Kenapa Kamila ingin ke toilet?" tanya Sandra.


"Iya tante" ucap Kamila.


"Tante anterin kamu iya" ucap Sandra.


"Tidak usah Tante, biar aku saja yang anter Ade Kamila" ucap Arif.


Iya sudah, kalian lurus saja nanti belok kanan" ucap Desi.


"oke" ucap mereka.


Arif dan Kamila menuju ke kamar mandi, sesaat setelah Kamila dan Arif keluar dari toilet.


"Sayang..." ucap Panji.


"Ikut ayah yuk bertemu dengan Mbah uti dan Mbah kung" ucap Panji.


"Tidak ayah, mereka sudah jahat sama bunda. Mereka sudah sering bikin bunda menangis" ucap Arif.


"Iya dulu juga Mbah sering marah-marah sama Mamas dan aku" ucap Kamila.


"Jangan takut sayang, kan ada papa. Mbah sudah minta maaf sama ayah dan Mbah ingin bertemu dengan kalian" ucap Panji.


"Kita mau ikut ayah, tapi kita harus ijin dulu sama bunda dan ayah yoga" ucap Arif.


"Oke kali begitu, tapi kalian ambil ini permen untuk kalian. Ayo dimakan" ucap Panji.


Benar saja Arif dan Kamila seketika pingsan setelah memakan permen itu dan Panji membawa mereka dengan bantuan para pengawalnya.


Beberapa menit kemudian, diruang Edward menjadi panik.


"Sayang Arif dan kamila tidak balik-balik lagi ya?" tanya Desi.


"Iya ibu Desi benar, mereka kenapa tidak balik kesini?" tanya Sandra.

__ADS_1


"Kita cari ke toilet bareng-bareng, gimana?" tanya Edward.


Setelah dari toilet, mereka semakin panik.


"San coba kamu balik keruangan pak yoga, siapa tau mereka sudah kembali kesana" ucap Edward.


"Tapi enggak mungkin sayang" ucap Desi.


"Baik ibu pak, saya pergi dulu. Nanti bila ada apa-apa hubungi saya dan juga akan hubungi kalian" ucap Sandra.


"Kalau aku tanya langsung dengan pak yoga dan ibu Rania, iya kalau Arif dan Kamila ada disana kalau tidak...." gumam Sandra.


Seorang OB lewat dari pandangan Sandra.


"Mba tolong buatkan minum untuk pak yoga dan ibu Rania, oiya sekalian kamu lihat disana ada dua orang anak kecil tidak" ucap Sandra.


"Baik ibu, sebentar saya buatkan minumnya" ucap OB.


"Permisi pak Bu minumannya" ucap OB.


"Tapi mba tadi kan mba sudah kasih kami minuman? Dan ini minumnya juga masih ada" ucap Rania merasa bingung.


"Emmm... A... anu ibu pak, saya pikir minumannya sudah habis. Kalau begitu saya ambil lagi saja" ucap OB.


"Tidak perlu mbak, mbak silakan kembali bekerja" ucap yoga.


"Baik pak, saya permisi dulu" ucap OB.


"Gimana-gimana mereka ada tidak disana?" tanya Sandra.


"Maaf ibu tapi saya lihat diruangan hanya ada pak yoga, istri dan anaknya yang masih bayi" ucap OB.


"Apa mbak? Mbak yakin mereka tidak ada disana?" tanya Sandra.


"Yakin ibu, soalnya disana sepi enggak ada suara anak kecil" ucap OB.


"Waduh bagaimana ini? Mereka kemana?" gumam Sandra. Sandra akhirnya kembali keruangan Desi dan Edward.


"Pak bu, mereka tidak ada diruangan pak yoga. Bagaimana ini, saya takut bertemu dengan pak yoga" ucap Sandra.


"Kamu tenang saja, sayang sepertinya kita yang mesti bilang sama mereka. Kamu tau kan harus berbuat apa?" ucap Edward.


"Iya sayang, aku akan coba buat tenangin Rania" ucap Desi.

__ADS_1


"Mari ibu Sandra kita keruangan pak yoga" ucap Edward.


__ADS_2