
Saat mata Rania terbuka, Rania langsung menitikkan air mata. Yoga yang terkejut dengan Rania yang tiba-tiba menangis.
"Sayang kamu kenapa?" tanya yoga.
"Aku kangen sama Arif dan Kamila mas" ucap Rania.
"Iya sudah kalau gitu, hari ini kita kesana saja. Kebetulan hari ini jadwal kamu ngajak mereka jalan-jalan" ucap yoga.
"Oiya mas, aku lupa. Iya sudah kalau begitu aku siap-siap dulu" ucap Rania dengan merasa senang.
"Sayang kamu pasti rindukan sama Mamas Arif dan mba Kamila? Hari ini kita akan. bertemu dengan mereka sayang, jadi kamu harus wangi dan jangan rewel sayang" ucap Rania yang sedang memandikan baby Januar.
Satu jam kemudian, setelah sarapan.
"Ma pa kami pergi dulu" ucap Rania.
"Kalian mau kemana pagi-pagi begini?" tanya papa Rania.
"Kami mau jemput arif dan Kamila ma pa" ucap yoga.
"Benarkah sayang? Sayang bawa mereka kerumah ini, mama rindu sekali dengan mereka" ucap mama Rania.
"Iya sayang papa juga sangat merindukan mereka" ucap papa Rania.
"Iya ma pa, kami akan membawa mereka. Kami berangkat dulu iya.. Assalamu'alaikum" ucap mereka.
Tingtong...
"Ibu Rania ada apa datang kerumah ini" ucap bibi.
"Saya ingin jemput Arif dan Kamila bi" ucap Rania.
"Maaf Bu, tapi Arif dan Kamila sedang jalan-jalan sama tuan Panji dan nyonya harum" ucap bibi.
"Bibi jangan bohong iya, itu mobilnya mas Panji?" tanya Rania yang marah karena dilarang menjenguk kedua anaknya.
__ADS_1
"Benarkan Bu, memang itu mobilnya tuan tapi tuan bawa mobilnya nyonya harum" ucap bibi.
"Mas... Mas Panji keluar, aku tau kamu ada didalam. Kenapa kamu melarang aku membawa anak-anak hari ini mas, kenapa?" tanya rania.
"Itu kan Bu, tidak ada jawaban. Mereka tidak ada dirumah Bu" ucap bibi.
"Sabar sayang... Sabar..." ucap yoga.
"Sekarang kita pulang yuk" ucap yoga.
"Ayah jahat.." ucap Arif.
"Kenapa ayah larang kami bertemu dengan bunda dan ayah yoga" ucap Kamila.
"Usst.. Kalian jangan berisik, sudah turuti semua kemauan ayah. Jangan berani macem-macem kalau tidak..." ucap Panji yang seketika menghentikan ucapannya setelah melihat harum mendekat.
"Kalau tidak apa mas?" tanya harum.
"Itu urusan aku, bukan urusanmu" ucap Panji.
"Iya kenapa?" ucap yoga.
"Ya ampun mas, pantes mereka berubah. Jadi karena ini, karena mereka pernah kamu sekap. Mas apa enggak kasian sama mereka? Mereka itu anak kamu mas, mereka berhak memilih. Kamu jangan egois" ucap harum.
"Aku ingin mereka mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan yaitu kehidupan yang layak" ucap Panji.
"Mas harus ingat, kehidupan yang layak bukan berarti kehidupan yang semua tersedia. Semua yang sudah ada, tinggal kita ambil. Tapi mas lupa, bahwa tidak semua kebahagian dapat diukur dengan materi mas. Contoh aku, aku pikir dengan menikah seorang pengusaha sukses maka hidupku akan bahagia. Tapi apa nyatanya, aku malah tersiksa mas" ucap harum.
"Maksudmu? Kamu tersiksa? Hai jangan pikir aku bodoh iya, aku tau kamu menikmatinya. Buktinya kamu selalu beli barang branded dan ikut arisan besar dimana-mana" ucap Panji.
"Mas cukup! Mas pikir aku melakukan itu karena aku menikmatinya? Mas salah, aku melakukan itu hanya menjaga nama baikmu dan aku hanya ingin menutupi ketidak bahagiakan aku didalam rumah ini" ucap harum.
"Kamu menjaga nama baikku, tanpa kamu lakukan itu. Aku juga sudah terhormat, dan kamu bilang tidak bahagia? Hahahaha kamu jangan melucu disini" ucap Panji.
"Cukup! Cukup Tante! Cukup ayah! Jangan berkelahi lagi" ucap Arif.
__ADS_1
"Ayah jangan marahin Tante lagi, kami janji kami akan menuruti semua kemauan ayah" ucap Kamila.
Panji langsung berangkat kerja, tanpa mendengarkan ucapan kedua anaknya.
"Maafkan Tante sayang" ucap harum.
"Tidak apa-apa Tante, yang penting Tante jangan menangis lagi ya" ucap mereka.
"Sayang kalian ganti baju gih" ucap harum.
"Memang kita mau kemana Tante?" tanya Arif.
"Sudah jangan banyak tanya, kalian pasti suka. Kita akan jalan-jalan ini kan weekend sayang" ucap harum.
"Tapi Tante, sudah cepat. Nanti kalau ayahmu marah itu urusan Tante" ucap harum.
"Siap Tante" ucap mereka.
"Tante kita sudah siap" ucap mereka.
"Ih.. Anak-anak yang cantik dan ganteng, ayo kita berangkat" ucap harum.
"Tunggu! Kamu mau bawa anak-anak kemana harum?" tanya mama Panji.
"Ohh.. Ini ma, aku mau bawa mereka main game di mall. Kan aku belum pernah bawa mereka bertiga, mama enggak apa-apa kan?" ucap harum.
"iya sudah hati-hati, tapi ingat jangan malam-malam nanti Panji marah" ucap mama Panji.
Didalam perjalanan Arif dan Kamila sangat bahagia, meskipun mereka belum tau akan dibawa kemana. Ketika mobil itu menuju kejalan rumah mereka.
"Tante ini kan kerumah bunda?" tanya Arif.
Harum hanya bisa tersenyum, dan dia mendapatkan satu ciuman di pipi dari mereka.
"Terima kasih sayang" ucap harum.
__ADS_1