
Acara pernikahan yoga dan Rania sangat-sangat mewah dan elegan. Seluruh karyawan, kolega dan client perusahaan datang untuk menghadiri sekaligus memberikan selamat kepada mereka.
Entah apa yang dirasakan mereka berdua, saat menegangkan pun tiba.
"Sayang pengantin pria sudah hampir selesai, kamu sudah siap?" ucap mama Rania.
"Siap ma.." ucap Rania.
"Putri dan desi disini saja untuk menjadi pager ayu Rania, kalian mau kan?" ucap mama Rania.
"Iya Tante, kami siap kok" ucap mereka berdua.
"Ciee.. Cie... yang akan menjadi nyonya Prasetya" ucap Desi sambil menyindir Rania.
"Kamu kenapa Des? Makanya jangan jadi jones?" ucap putri.
"Jones? Apaan itu?" tanya Desi
"Hahahaha... Kamu tidak tahu Des? Serius?" ucap putri.
Desi menggelengkan kepala...
"Makanya dong sahabatku yang cantik, jangan keseringan dilaptop. Jangan kerja terus, cari hiburan dikit lah" ucap Rania.
"Iya iya ran, kan loe tau gue adalah tulang punggung keluarga. Memangnya apaan sih?" ucap Desi.
"Jomblo Ngenes sayang" ucap Rania.
__ADS_1
"Ihh.. Putri jahat... Iya iya yang sebentar lagi bakalan nyusul Rania, jadi puas-puasin aja ngeledekin aku" ucap Desi.
"Maksudnya?" ucap Rania.
"Tidak ada maksud apa-apa ran, kamu kaya tidak tahu saja sahabatmu yang asal cuap" ucap putri. aq
"Ya.. Ya.. Aku percaya, tapi awas ya kalau main rahasia-rahasiaan" ucap Rania.
"Eehhh.. Ran dengar tidak acaranya sudah mulai" ucap putri.
"Mana pengantin perempuannya?" tanya penghulu.
"Disembunyikan dulu pak penghulu, biar afdol" ucap papa Rania.
"Ohh... Biar langsung tutup kamar ya?" ucap penghulu sambil tersenyum.
"Yoga Prasetya pak" ucap yoga.
"Baiklah sekarang kita mulai saja ijab qobul yang sudah kita tunggu-tunggu" ucap pembawa acara.
"Mas yoga ingin langsung apa percobaan dulu?" tanya penghulu.
"Langsung saja pak" jawab yoga.
"Wiiihh.. Pak bahaya itu menantunya masa belum ijab qobul mau main langsung saja" ucap penghulu berusaha membuat hati yoga tenang.
"Maaf ya mas intermezo lagi, oke sekarang siap ya" ucap penghulu.
__ADS_1
"Bismillahirrahmanirrahim... Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri tunggal saya bernama Rania Kamila binti Muhammad Kamiludin. Dengan mas kawin 100gram emas dan 50 gram logam mulia serta seperangkat alat sholat dibayar TUNAI" ucap papa Rania.
"Saya terima nikah dan kawinnya Rania Kamila binti Muhammad Kamiludin. Dengan mas kawin 100gram emas dan 50 gram logam mulia serta seperangkat alat sholat dibayar TUNAI" ucap yoga.
"Hufh... Ternyata pak yoga lancar juga ya ijab qobulnya" ucap putri.
"Ayo sayang keluar" kata mama Rania.
Yoga hanya terdiam melihat Rania dengan tak berkedip sedikitpun, mamanya yang mengetahui yoga seperti itu menggodanya "Sayang... Kamu terpesona ya sama Rania?" ucap mama yoga.
Sementara itu Roy terkesima melihat putri turun dengan dandan yang elegan, Roy semakin jatuh hati dan mencintai putri.
Setelah acara pernikahan selesai, yoga tidak membuang waktu untuk mengajak Rania honeymoon.
Rania dan Yoga memilih honeymoon di Bunga Sakura, yoga dan Rania honeymoon dengan membawa kedua anaknya. Karena mereka tidak ingin meninggalkan kedua anaknya disaat bahagia, mereka menginginkan hidup dalam suka dan duka bersama.
Yoga, Rania dan kedua anaknya turut serta ke Negara Bunga sakura menggunakan pesawat jet pribadi milik yoga, baik Arif dan Kamila sangat kagum melihat pesawat jet tersebut.
"Bunda... Itu pesawat jet?" tanya Arif.
"Iya sayang, kenapa?" ucap Rania.
"Itu punya ayah yoga?" tanya Kamila.
"Iya sayang, itu punya ayah. Tapi sekarang punya kamu kalian" ucap yoga.
"Hore.... Aku dan Mama's punya pesawat, terima kasih ayah" ucap Kamila dengan sangat girangnya.
__ADS_1