KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?

KKJ ( KENAPA KALAU JANDA )?
Ketika aku jadi janda


__ADS_3

Setelah sidang usai, Rania mendekati harum.


"Harum terima kasih banyak atas bantuanmu, tanpa bantuanmu akan tidak akan memenangkan kasus ini" ucap Rania.


"Tidak apa-apa Rania, aku malah senang membantumu" ucap harum.


"Disini!" ucap Panji dengan menarik tangan harum.


"Apa-apaan sih mas" ucap harum.


"Kamu benar-benar sudah menghancurkan semuanya, sekarang juga aku talak kamu" ucap Panji.


"Apa? Mas yakin?" tanya harum.


"Iya saat yakin" ucap Panji.


Mendengar ucapan Panji, Rania kembali mendekati harum saat Panji telah pergi.


"Harum, are you ok?" tanya Rania.


"Oke Rania, no problem" ucap harum.


"Kamu yakin harum, kamu baik-baik saja ketika mas Panji mentalak kamu?" tanya Rania.


"Iya aku yakin ran, aku sudah lama tidak ingin mempertahankan pernikahan ini. Tapi aku bertahan demi egois aku yang takut untuk menjadi seorang janda" ucap harum.


"Tapi ran setelah aku kenal kamu, bahwa seorang janda itu lebih mulia daripada harga diri seorang wanita diinjak-injak. Terkadang wanita selalu dianggap lemah ketika mereka mendengar kata TALAK dari suaminya, tapi padahal itu adalah doa dari dia untuk menjalani hidup yang lebih baik" ucap harum.


"Aku salut sama kamu harum" ucap Rania.


"Aku yang lebih salut sama kamu" ucap harum.


Kring.. Kring..

__ADS_1


"Iya halo" ucap yoga.


"Nak Rania sudah selesai belum sidangnya, ini Januar nangis Mulu" ucap mama Rania.


"Alhamdulillah sudah ma, sebentar lagi kita pulang" ucap yoga.


"Arif, Kamila dan sayang. Ayo kita pulang, tadi mama bilang Januar menangis terus" ucap yoga.


"Rania aku boleh kan ikut bersama kalian, sekalian aku ingin menenangkan diri" ucap harum.


Kehangatan keluarga bukan diukur dari seberapa banyak materi kita, namun diukur dari seberapa besar kasih sayang didalamnya.


Kring... Kring...


"Halo" ucap Rania.


"Ran ini aku Cantika" ucap Cantika.


"Oiya ran, bilang sama mas yoga. Bahwa mas Steven sudah ditangkap, mas Steven ternyata ikut bisnis senjata ilegal juga. Jadi dia ditangkap saat berada sergap di gudangnya" ucap Cantika.


"Kenapa tidak kamu katakan sendiri kepada mas yoga?" tanya Rania.


"Tidak ah, aku enggak enak sama kamu. Iya sudah aku diajak makan malam sama papi" ucap Cantika.


"Siapa sayang?" tanya yoga.


"Itu Cantika, dia bilang Steven sudah tertangkap sayang" ucap Rania.


"Alhamdulillah, akhirnya itu orang ketangkap juga" ucap Rania.


"Sayang bagaimana kalau kita rayakan ini semua" ucap yoga.


"Maksudnya?" tanya Rania.

__ADS_1


"Iya kita rayakan atas selesainya ujian kita ini" ucap yoga.


"Sekolah kali mas, tapi bolehlah. Lalu bagaimana dengan anak-anak" ucap Rania.


"Sayang memangnya pernah kita jalan-jalan berdua? Kita bawalah sayang" ucap yoga.


"Ihh... Sayang, kamu benar-benar ayah terbaik" ucap Rania.


Akhirnya kali ini Rania dan keluarganya berlibur bersama namun kali ini mereka memilih teman I LOVE Indonesia, jadi mereka jalan-jalan keliling Indonesia.


Sekembalinya mereka berlibur mereka beraktivitas seperti biasanya, yoga kembali bekerja namun bukan untuk bekerja tapi untuk mengundurkan diri.


Flash Back...


Saat yoga bersama keluarganya jalan-jalan, malam terakhir yoga dan Rania berbicara dengan sangat serius.


"Sayang maaf ini, jika aku sudah tidak menjadi seorang CEO apa kamu masih ingin mendampingiku?" tanya yoga


"Maksudmu mas" tanya Rania.


"Begini sayang, jujur sebenarnya aku ingin sekali membangun usaha sendiri. Tapi aku juga takut dengan kehidupan kita nanti" ucap yoga.


"Ohh... Jadi kamu ingin keluar dari perusahaan dan merintis usaha yang baru?" tanya Rania.


"Iya sayang, kamu setuju tidak. Tapi kalau kamu keberatan aku akan tetap bekerja sebagai CEO sana, karena untuk membantu usaha itu butuh waktu yang tidak sebentar sayang" ucap yoga.


"Mas dengar keputusan apapun yang kamu ambil selama itu masih baik untuk keluarga kita, aku tidak masalah" ucap Rania.


"Jadi kamu setuju?" tanya yoga.


"Iya mas, aku setuju. Sekarang kita istirahat dulu, besok kita kan pulang" ucap Rania.


Rania dan yoga perlahan memejamkan mata mereka, dan mereka tidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain. Hingga fajar menyingsing, tepat jam sepuluh mereka meninggalkan liburan dengan jejak kaki yang mereka bawa yang telah diabadikan melalui foto.

__ADS_1


__ADS_2