
Tok... Tok... Tok..
"Sandra, Desi dan Edward kalian kok disini? Mana Arif dan Kamila?" tanya yoga.
"Ma... Maaf saya pak yoga dan ibu Rania" ucap Sandra.
"Maaf? Maksudnya? Apa yang terjadi dengan mereka ibu Sandra?" tanya Rania.
"Arif dan Kamila..." ucap Sandra.
"Kalian duduk dulu" ucap Edward sambil mengajak mereka duduk.
"Ada apa ini? Kalian kenapa? Mana Arif dan Kamila?!" ucap Rania.
"Ran mereka hilang" ucap Desi.
"Apa?!" ucap yoga sambil terbangun dari tempat duduknya.
"Kalian jangan bercanda, ini tidak lucu. Kita harus mengembalikan mereka ke asrama sekarang" ucap yoga.
"Maafkan kami Rania dan mas yoga, tapi kami tidak bohong. Mereka hilang, tadi Kamila ijin ke toilet tapi dia tidak ingin kami antar jadi Arif yang mengantar Kamila ke toilet. Setelah beberapa menit mereka tak kunjung kembali kesana, terus kami sudah mencarinya kemana-kemana tapi tetap ketemu" ucap Desi.
"Kalian bagaimana sih dan kau Sandra. Aku kan sudah menitipkan mereka sama kamu, kenapa ini bisa terjadi?" tanya yoga.
"Ma.. Maaf saya pak yoga" ucap Sandra sambil menundukkan kepala.
"Mas bagaimana ini? Mas kalau mereka tidak ketemu bisa bahaya, ini kan dijadikan sebagai bukti bahwa aku tidak bisa menjaga mereka mas" ucap Rania.
"Sayang kamu sabar dulu, kamu disini dulu sayang. Aku dan mereka yang akan menyisir tempat ini" ucap yoga.
"Iya mas, kamu harus temukan mereka sekarang" ucap Rania.
Setelah mereka pergi, Rania berkata "Aduh bagaimana ini? Nak kalian kemana sih? Kenapa kalian pergi tanpa pamit?" gumam Rania.
Setelah sekitar 3x mereka berkeliling dikantor, dan tidak menemukan apapun.
__ADS_1
"Yoga kenapa kita tidak melihat CCTV saja?" tanya Edward.
"Oiya kamu benar" ucap yoga.
"Maaf pak kalau untuk di toilet, gedung ini tidak ada CCTV. Dan setiap toilet pasti ada pintu darurat yang lepas dari CCTV juga" ucap security.
"Baik pak terima kasih" ucap yoga.
"Arif Kamila kalian dimana sayang? Ayah khawatir sama kalian sayang" ucap yoga yang kebingungan mencari kedua anaknya.
Mereka kembali keruangan yoga.
"Sayang bagaimana mereka sudah ditemukan atau ada tanda-tanda mereka dimana?" tanya Rania.
"Tidak sayang, mereka tidak ada dikantor ini" ucap yoga.
"Tidak... Tidak.. Ini mustahil sayang, masa anak sekecil itu bisa lolos dari pantauan sih. Lalu aku harus bilang apa sayang sama ketua yayasan?" tanya Rania.
"Lalu bagaimana dipersidangan nanti sayang?" tanya Rania.
Setelah Rania menelpone pengacara dan meminta mereka bertemu dikantor yoga.
"San semua rapat hari ini kamu cancel ya" ucap yoga.
"Baik pak" ucap sandra.
Beberapa menit kemudian.
"Selamat siang ibu rania" ucap ibu Melli.
"Selamat siang ibu Rania" ucap pak Imanuel.
"Siang ibu pak, silakan duduk" ucap Rania.
"Ada hal penting apa yang ingin disampaikan oleh ibu Rania" ucap ibu melli.
__ADS_1
"Begitu ibu Melli dan bapak Imanuel, saya ingin bertanya jika saya melakukan kecerobohan terhadap anak-anak saya bagaimana?" tanya Rania.
"Kecerobohan dalam bentuk apa ibu?" tanya bapak Imanuel.
"Misalnya tiba-tiba mereka hilang begitu?" tanya Rania.
"Itu gawat itu, kalau seandainya mereka hilang pada saat bersama ibu maka tidak akan menutup kemungkinan ini akan menjadikan senjata bagi pak Panji" ucap Melli.
"Apa ibu serius?" tanya Rania.
"Iya serius, dan ini juga tidak akan ditoleransi oleh pengadilan maka 99% hak asuh anak jatuh kepada pak Panji" ucap pak Imanuel.
"Tidak... Tidak... Ini tidak mungkin, mereka harus bersamaku" ucap Rania.
"Ibu.. Ibu kenapa menangis?" tanya ibu Melli
"Ibu pak harus membantu saya, tadi pagi saya jemput mereka dari asrama untuk ke kantor ini. Tapi tiba-tiba mereka hilang entah kemana" ucap Rania.
"Bagaimana bisa ibu melakukan kecerobohan besar ini?' tanya ibu Melli.
"Ibu pak saya mohon tolong bantu saya, ini saya dan suami saya akan terus mencari mereka. Dan kami juga akan melaporkan hal ini kepada polisi" ucap Rania.
"Tapi ini akan sulit untuk kita ibu, apakah ibu sudah siap dengan hasil terburuknya?" tanya pak Imanuel.
"Ibu Melli dan pak Imanuel yang terhormat, saya tau tidak seharusnya saya ikut campur dalam hal ini. Namun saya mohon bantu kami, jujur saya memang ayah sambung mereka tapi saya sangat menyayangi dan mencintai mereka. Saya mohon bantu kami" ucap yoga sambil memohon.
"Baik bapak ibu, sekarang begini saja. Kalian harus bisa mengajak bekerjasama dengan ketua yayasan, bahwa beliau jangan sampai orang lain Arif dan Kamila hilang hingga mereka benar-benar ditemukan atau hingga sidang berakhir" ucap ibu Melli.
"Baik ibu kalau begitu, kami akan usahakan" ucap yoga.
"Kalau begitu kami permisi, kami harus mengurus client kami yang lain" ucap mereka.
"Mas bagaimana ini, apakah ketua yayasan bisa kita kerjasama?" tanya Rania.
"Aku tidak tau sayang, tapi tidak ada salahnya kita mencoba terlebih dahulu karena kamu dengar sendiri. Ini adalah jalan satu-satunya untuk kita" ucap yoga.
__ADS_1
Mereka ke asrama tanpa membawa Arif dan Kamila.