Kumpulan Puisi Pendek

Kumpulan Puisi Pendek
Pergi Selamanya


__ADS_3

Aku Bella. Aku mempunyai seorang pacar bernama Rendy. Aku dan dia sudah berjalan setahun lebih empat bulan. Namun di bulan kelima, dia memutuskan untuk pergi. Bukan pergi ke lain tempat, tapi pergi ke lain hati. Iya, dia mengakhiri hubungan kita.


Aku bahkan tidak tahu kapan dia memiliki tambatan hati yang baru. Aku sama sekali tidak pernah terbayang bahwa kisah kami akan berakhir seperti ini. Aku kira, kita bisa bertahan lebih lama lagi. Namun, aku salah. Sangat salah. Ia pergi.


"Jangan hubungin aku lagi! Kita udah selesai dan gak ada lagi yang harus diperjuangin. Lebih baik kamu pergi dan jangan pernah muncul lagi di hidupku. Aku gak mau kamu jadi pengacau di hidupku." katanya.


"Kenapa? Aku salah apa sama kamu?" tanyaku sambil berusaha menahan tangis.


"Kamu gak salah. Kita emang gak bisa bareng-bareng lagi. Ada orang lain yang nunggu aku. Kamu juga pasti ada orang lain yang nungguin kamu, dan orang itu bukan aku." katanya lagi, lalu pergi.


Aku terisak dalam tangisan dan tak bisa berbuat apa-apa. Apakah ini akhir kisah kami? Inikah akhirnya? Kita harus berakhir dengan kau yang tidak peduli lagi dan langsung mengusirku pergi. Dan, aku yang menangis terisak-isak, memohon kepadamu untuk memikirkannya kembali.


Sesakit inikah rasanya ditinggal oleh seseorang yang kita sayangi sepenuh hati?


Seingin itukah aku untuk tetap mempertahankan hubungan yang mestinya memang harus berakhir?


*Rasa ini telah menusuk hati


Meninggalkan bekas yang pasti

__ADS_1


Dalam hubungan tak berarti


Serta dipaksa untuk mengerti


Beri aku kesempatan sekali lagi


Agar aku bisa mengejar kembali


Cinta yang telah lama pergi


Dan mengubahnya menjadi hal berarti


Kesempatan itu tak akan kemari


Ia juga ingin diri ini pergi


Menjauh dan jangan pernah kembali


Tapi, hati ini bisa apa

__ADS_1


Perasaan tak bisa kau paksa


Logika pun telah mati rasa


Terbunuh sengaja oleh rasa cinta


Mungkin kita harus tak bersama


Hingga aku harus pergi selamanya


Karena kamu berhak bahagia


Walau bukan aku penyebabnya*


Teruntuk kamu,


Seseorang yang menginginkan aku pergi untuk selama-lamanya dan tidak pernah kembali ke dalam hidupmu itu. Apakah kau bahagia sekarang ini? Apakah kau sudah menemukan seseorang yang terbaik untukmu? Seseorang yang memang benar ditakdirkan untukmu. Apakah sekarang kau sedang bersama orang itu? Jika sudah, semoga kamu dan dia baik-baik saja dan senantiasa bahagia bersama. Semoga kamu tidak pernah membiarkan dia menitikkan air matanya, barang setetespun. Entah itu memang karenamu atau karena orang lain. Jika belum, semoga kamu akan menemukannya di saat yang tepat nanti. Karena, semua ada waktunya.


Namun, terlepas dari semua itu, apakah aku memang harus pergi selamanya dan berpura-pura selamanya bahwa kau tidak pernah hadir dalam hidupku? Kurasa aku tak bisa. Melupakan seseorang yang pernah spesial dalam hidup dan menganggapnya tidak pernah ada di muka bumi ini adahal hal yang sangat sulit.

__ADS_1


Dan, apakah kita tidak bisa menjadi teman? Hanya sebatas teman saja, tidak lebih dan tidak kurang. Bukan, aku sudah bisa merelakanmu sepenuhnya. Betul betul sepenuhnya. Hanya saja, sebagai seseorang yang pernah memilikimu, kurasa kata 'TEMAN' tidak akan menjadi masalah. Kau bisa menolaknya, aku akan menerimanya dengan lapang dada.


__ADS_2