
Seorang gadis introvert selalu menyembunyikan diri di balik layar. Keceriaan yang selalu timbul di muka publik, tersenyum begitu lebarnya. Apa benar itu keceriaan miliknya? Atau hanya pura-pura untuk menutupi kesedihannya? Bagaimana tidak? Jika keluarga saja tidak bisa menghargai gadis itu, teman dan sahabatnya juga tentu tidak bisa. Lalu, pada siapa gadis itu harus bercerita tanpa perlu merasa takut dan cemas?
Ini tentang gadis introvert bernama Karisa. Seorang gadis yang tidak memiliki seorang pun yang bisa ia jadikan tempat untuk bersandar, bahkan untuk sementara. Ia memiliki keluarga, ia memiliki teman dan sahabat. Tapi, tidak ada di antara orang-orang itu yang pantas untuk mendengarkan cerita suka duka milik Karisa. Bukan karena mereka jahat kepadanya, lebih karena tidak ada yang bisa ia percayai sepenuhnya. Kenapa? Karena ia tidak benar-benar dihargai oleh mereka semua. Semua hal yang sudah ia lakukan sebelumnya, tidak pernah ada yang menghargainya. Apapun yang kulakukan sebelumnya tidak berarti lagi sekarang, pikir Karisa selalu. Memang benar, hal yang dilakukan Karisa itu hanya dianggap angin lalu dan terlupakan begitu saja. Bukan hal yang penting bagi mereka semua. Mungkin itulah penyebab kepribadian introvert yang dimiliki gadis itu.
Ia menjadi tertutup kepada semua orang, termasuk kepada keluarganya sendiri. Karisa hampir tidak pernah menangis di depan orang-orang karena mereka tidak perlu melihat tangisan itu. Untuk apa ia memperlihatkan tangisannya jika pada akhirnya, tidak ada yang peduli? Setidaknya, itu yang dipikirkan oleh Karisa selama ini. Ia lebih sering menyebarkan kegembiraan pada orang sekitarnya, ia juga tetap bersedia melindungi orang-orang itu. Namun, saat kesedihan dan amarah melingkupi dirinya, apa yang ia lakukan? Ia memilih menyendiri. Tidak menunjukkan amarah dan air matanya itu. Ia telan semuanya sendiri. Sering ia menangis hingga jatuh tertidur, lelah hati dan pikiran.
Seorang anak yang tetap menyayangi keluarga yang tak pernah menghargainya. Seorang perempuan yang tetap setia kepada orang yang ia cintai, meski tak pernah dianggap ada. Seorang teman yang selalu sedia membantu teman dan sahabatnya yang sedang membutuhkan bantuannya. Semua ia lakukan sepenuh hati dan ikhlas, meski ia tak pernah mendapat perlakuan yang setimpal. Itu hanya karena keyakinan yang ia punya dan Karisa percayai sepenuhnya. Hanya itu saja yang bisa membuatnya bertahan dalam kehidupan yang kejam ini.
"Seseorang dilahirkan dengan kekuatan yang sama besarnya atau melebihi dengan tanggung jawab serta beban yang harus dipikulnya". Karisa selalu percaya itu. Jika Beliau sudah memberi kekuatan itu, bukankah harusnya ia bisa bertahan sampai kapanpun itu? Alasan ia tetap hidup karena dirinya sendiri serta keyakinannya itu. Lagipula, ia masih bisa bahagia dan tidak pernah merasa harus menyakiti diri sendiri.
Meski banyak hal yang tidak mengenakkan, Karisa masih merupakan gadis normal. Ia bersekolah dan mengikuti ekstrakurikuler. Ia belajar dan juga bergaul. Ah, ia juga gadis yang pintar di kelas. Ia suka menggambar, mengarang, dan membaca buku. Hasil gambarannya indah, meski hanya menggunakan pensil di atas kertas buku tulis. Hobinya itulah yang juga ikut andil dalam menyelamatkan dirinya dari jurang kegelapan. Mungkin bagi orang lain itu biasa saja, tapi bagi Karisa, hal itu adalah penyelamat hidupnya.
Ia hanya manusia biasa
Bisa sedih, bisa bahagia
Namun, ia ingin memendamnya
Sebab ia tak bisa bercerita
__ADS_1
Hal yang kau kira tak berharga
Sepenuhnya berharga untuknya
Tulisan serta lukisan menggambarkan
Ekspresi yang tak pernah diungkapkan
Gulita yang membelenggu
Menutup aura milikmu
Membungkam teriakanmu
Kau tertelan perlahan-lahan
Menyisakan kau sendirian
Dalam terombang-ambingan
__ADS_1
Pada lautan kegelapan
Hobi itu malaikat penyelamat
Menarikmu keluar dari jerat
Menunjukkan jalan agar tak tersesat
Akhirnya, kau pun selamat
------
Halo semuanya ^_^
Maaf karena hari ini baru bisa update cerita baru lagi karena kebingungan mencari tema
Maka dari itu, kalian boleh lho request tema yang kalian inginkan. Nanti, saya akan membuatkan cerita beserta puisinya. Silakan tulis di komentar, ya. Terima kasih
Salam Hangat, Aisy
__ADS_1