
Aku sekarang duduk di bangku kelas 2 SMP dan di sini aku menyukai seseorang untuk pertama kalinya. Seseorang itu adalah kakak kelasku. Aku pertama kali bertemu dengannya saat acara ulang tahun sekolah. Sebenarnya, pertemuan kami ini tidak sengaja dan bahkan tak pernah kukira.
Saat acara ulang tahun sekolah, aku dan lima orang temanku sedang membeli mie instant cup untuk camilan sambil menonton penampilan dari jarak yang tidak begitu dekat, juga tidak begitu jauh. Aku membeli mie goreng, sama dengan lima temanku. Lalu, kami berjalan bertiga-bertiga. Aku berdiri di ujung belakang sambil terus berjalan dan mengaduk-aduk mie instantku agar bumbunya tercampur merata.
Tiba-tiba, seorang lelaki menabrak punggungku keras hingga cup yang sedang kubawa tergelincir dari tanganku sehingga isinya berceceran di tanah.
"Iihh... Hati-hati dong kalau jalan! Ganti mie instantku, 2x lipat!" kataku marah pada lelaki itu.
"Eh, maaf, ya? Gak sengaja. Aku lagi buru-buru soalnya, ada yang harus aku kerjain. Nanti aku ganti waktu selesai acara." kata lelaki itu terburu-buru.
"Hm?" Aku menaikkan sebelah alis, tidak percaya dengan perkataannya. "Yaudah, nanti selesai acara ketemu di kantin. Ganti 2x lipat!" kataku dengan penekanan di akhir kata.
Lelaki itu hanya mengangguk sekilas lalu pergi. Awalnya, aku tidak merasakan hal apapun terhadapnya. Saat itu, aku bahkan tidak tahu kalau dia adalah kakak kelasku. Aku baru tahu setelah ia mengganti mie instant cupku di kantin.
***
Acara ulang tahun telah selesai dan kami semua sudah diperbolehkan pulang. Aku menunggu lelaki itu di kantin dekat aula. Tempat biasa aku berbelanja. Aku ragu dia akan datang karena biasanya kakak kakak kelas pasti hanya menganggap angin lalu tentang perihal tadi. Kata janji mengganti pun kadang hanya menjadi kata-kata.
Ternyata, aku salah tentang dia. Dia benar-benar datang bersama temannya. Ia membawa 2 cup mie instant goreng di tangannya, masih belum dibuka.
"Ternyata kamu di sini. Nih, mienya! 2 kali lipat, kan? Kecil-kecil bisa juga makan dua cup." katanya menyodorkan mie itu kepadaku sambil tertawa kecil.
Aku mengambil kasar dan berkata ketus, "Makasih." Lalu, aku pun pergi. Namun, dia mencegatku.
"Kamu adik kelas, ya? Aku gak pernah liat ada kamu di angkatanku. Kenalin, aku Deva. Ini Andra." katanya ramah sambil tersenyum.
Eh? Deva? Itu bukannya nama kakak OSIS yang dibilang populer itu, ya? Jadi, dia ternyata kakak kelasku, OSIS lagi. ****** aku!
"Saya Tira, kak. Maaf, kak! Tadi saya kasar sama kakak." kataku salah tingkah.
__ADS_1
"Gapapa. Santai aja. Pergi dulu, ya! Kamu juga pulang. Apa mau dianterin?" katanya lagi.
"Eh, gak usah, kak. Saya dijemput ortu, kak. Kakak duluan aja."
"Hati-hati, ya! Jangan keluar sekolah kalau belum dijemput!" katanya perhatian sambil mengelus puncak kepalaku. Lalu, pergi bersama temannya.
Jantungku langsung berdebar-debar tidak karuan. Pikiranku masih berusaha mencerna hal-hal yang terjadi dengan sangat cepat. Hatiku seperti sedang bermekaran dengan bunga di mana-mana. Perasaan apa ini?
Aku seperti melayang ke angkasa
Hidup seakan menjadi merah muda
Semuanya tampak lebih sempurna
Satu rasa mengubah segalanya
Mereka bilang ini adalah cinta
Jika benar, buatlah aku bahagia
Tertawa ria bersama dirinya
Berbagai ekspetasi muncul tak terkira
Yang kadang sejalan dengan realita
Tak jarang juga terbalik dengannya
Hingga tangis menjadi jalan keluarnya
__ADS_1
Tangis itu bukan penghambat
Melainkan menambah pikat
Yang terus muncul berlipat-lipat
Dan tak akan bisa berkarat
Wahai pujaan hatiku
Tahukah engkau perasaanku
Pesonamu berhasil menjadi candu
Tak pernah bosan menatap dirimu
Tatapanmu membekukanku
Ucapanmu melelehkanku
Karismamu mendebarkan hatiku
Semua tentang dirimu, sempurna untukku
***
Hai semuaaa :)
Hari ini double update ya
__ADS_1
Selamat menikmati <3