
Aku ingin menghilang sejenak dari dunia ini
Aku sudah letih menghadapi
Ingin pergi ke tempat sepi
Agar aku bisa sendiri
Ingin lenyap dalam ruang gelap
Lalu tertidur dengan lelap
Agar aku bisa bermimpi sesaat
Meninggalkan dunia yang sesat
Letih ini kembali mencair
Setelah lama tidak terukir
Hingga mata meneteskan air
Tak kunjung berhenti bergulir
Senyap, hampa, tanpa waktu
Tidak lapar, juga tidak haus
Alat tulis serta kertas buku
__ADS_1
Hanya duduk diam, tergugu
Adakah ruang seperti itu
Aku ingin pergi dari hidup
Namun, tak mau mati dahulu
Aku ingin bahagia dengan hidupku
Tak ada asupan gembira lagi
Ia yang kukira bisa, sudah pergi
Pura-pura lupa telah mengenali
Menganggap kuhilang tertelan bumi
Ternyata tak seperti yang kukira
Hanya pura-pura tegar dan tabah
Padahal hati sudah sering patah
Sahabat langsung lenyap seketika
Saat aku mulai bercerita
Berakhir dengan kesenyapan
__ADS_1
Lalu, memilih menggantikan
Tidak penting,
Tidak berguna,
Tidak akan dihargai,
Memang sepantasnya seperti ini
Aku lelah menjadi orang baik
Ingin jahat, tetapi hati tak tega
Tak tega menyakiti orang lain
Mungkin memang sudah takdirnya
Ini melelahkan. Sungguh. Aku lelah, letih, capek. Sedih, tapi tak sanggup menangis. Marah, tapi tak bisa berteriak. Padahal itu bukan hal sulit. Seorang aktor bahkan bisa melakukannya dengan mudah. Oh, tentu saja. Ia sudah terlatih, berbeda denganku yang amatiran.
Sebenarnya, aku kurang apa dibandingkan orang lain? Hingga rasanya kalian enggan berteman denganku. Aku baik, pintar, siap menolong, seperti sahabat dan orang yang baik. Atau mungkin, kalian tidak memandangku seperti aku memandang diriku sendiri. Lalu, katakanlah! Apa yang kalian lihat dalam diriku? Apa kekuranganku yang tak bisa kalian terima?
Baiklah, baiklah. Mungkin aku tidak pantas disandingkan dengan kalian. Tapi, kenapa kalian hanya memanfaatkanku? Datang saat butuh dan lenyap tak berbekas saat diri ini butuh. Hei! Aku manusia, bukan penjahat apalagi hantu yang akan menyakiti kalian. Setiapku bertanya, selalu dijawab seadanya. "Tidak tau", "Aku lagi sibuk", "Coba tanya dia", "Tunggu" (tau-taunya tidak dijawab), "Just read". Setiap mereka bertanya, aku selalu berusaha menjawab. "Aku cari internet, kayak gini--", "Ini begini-begitu--blabla", dan jawaban lainnya yang sesuai dengan pertanyaan. Sekalipun aku tidak tahu, aku akan berusaha mencari tahu. Tidak seperti kalian.
Aku malah membanggakan diri bukan? Iya, ini aku. Suka membanggakan diri sendiri. Iya, ini dia alasan yang paling mungkin. Alasan kenapa mereka enggan berteman, enggan membantu, enggan melakukan sesuatu untukku. Tapi, lupakan itu. Jika aku sudah membantu, bukankah kau harusnya balik membantu? Oke, itu namanya tidak ikhlas. Tapi, aku ikhlas. Memang kalian tidak kesal jika kalian sudah membantu, tapi saat kalian meminta bantuan malah diabaikan?
Sekalipun aku ikhlas, rasa sakit itu tetap ada. Oke, mungkin tidak benar-benar ikhlas. Tapi, setidaknya aku membantu, bukan? Memang kadang terpaksa membantu, tapi itu berguna untuknya dibandingkan aku hanya diam. Astaga! Aku letih. Lelah. Capek.
Bertengkar dengan diri sendiri itu melelahkan. Di saat kau merasa sedih, ia malah membuatmu makin sedih. Tidak membantu sama sekali. Benar-benar parasit. Parasit yang kadang baik dan kadang jahat.
__ADS_1
Bagi kalian, yang sedang merasakan lelah atas kehidupan, stres karena sesuatu hal, patah hati karena habis putus, dan segala kesedihan, kemarah, kekecewaan yang sedang kalian alami. Ketahuilah, kalian tidak sendiri! Tidak akan pernah sendirian!
Semangat menjalani hidup karena aku juga begitu! Istirahatlah sejenak jika kalian tidak bisa melanjutkan. Namun, bukan berarti harus dengan mati agar kalian bisa beristirahat. Aku yakin kalian kuat, sangat kuat. Aku menyayangi kalian semua, dari penulis❤