Kumpulan Puisi Pendek

Kumpulan Puisi Pendek
Letih


__ADS_3

Aku ingin menghilang sejenak dari dunia ini


Aku sudah letih menghadapi


Ingin pergi ke tempat sepi


Agar aku bisa sendiri


Ingin lenyap dalam ruang gelap


Lalu tertidur dengan lelap


Agar aku bisa bermimpi sesaat


Meninggalkan dunia yang sesat


Letih ini kembali mencair


Setelah lama tidak terukir


Hingga mata meneteskan air


Tak kunjung berhenti bergulir


Senyap, hampa, tanpa waktu


Tidak lapar, juga tidak haus


Alat tulis serta kertas buku

__ADS_1


Hanya duduk diam, tergugu


Adakah ruang seperti itu


Aku ingin pergi dari hidup


Namun, tak mau mati dahulu


Aku ingin bahagia dengan hidupku


Tak ada asupan gembira lagi


Ia yang kukira bisa, sudah pergi


Pura-pura lupa telah mengenali


Menganggap kuhilang tertelan bumi


Ternyata tak seperti yang kukira


Hanya pura-pura tegar dan tabah


Padahal hati sudah sering patah


Sahabat langsung lenyap seketika


Saat aku mulai bercerita


Berakhir dengan kesenyapan

__ADS_1


Lalu, memilih menggantikan


Tidak penting,


Tidak berguna,


Tidak akan dihargai,


Memang sepantasnya seperti ini


Aku lelah menjadi orang baik


Ingin jahat, tetapi hati tak tega


Tak tega menyakiti orang lain


Mungkin memang sudah takdirnya


Ini melelahkan. Sungguh. Aku lelah, letih, capek. Sedih, tapi tak sanggup menangis. Marah, tapi tak bisa berteriak. Padahal itu bukan hal sulit. Seorang aktor bahkan bisa melakukannya dengan mudah. Oh, tentu saja. Ia sudah terlatih, berbeda denganku yang amatiran.


Sebenarnya, aku kurang apa dibandingkan orang lain? Hingga rasanya kalian enggan berteman denganku. Aku baik, pintar, siap menolong, seperti sahabat dan orang yang baik. Atau mungkin, kalian tidak memandangku seperti aku memandang diriku sendiri. Lalu, katakanlah! Apa yang kalian lihat dalam diriku? Apa kekuranganku yang tak bisa kalian terima?


Baiklah, baiklah. Mungkin aku tidak pantas disandingkan dengan kalian. Tapi, kenapa kalian hanya memanfaatkanku? Datang saat butuh dan lenyap tak berbekas saat diri ini butuh. Hei! Aku manusia, bukan penjahat apalagi hantu yang akan menyakiti kalian. Setiapku bertanya, selalu dijawab seadanya. "Tidak tau", "Aku lagi sibuk", "Coba tanya dia", "Tunggu" (tau-taunya tidak dijawab), "Just read". Setiap mereka bertanya, aku selalu berusaha menjawab. "Aku cari internet, kayak gini--", "Ini begini-begitu--blabla", dan jawaban lainnya yang sesuai dengan pertanyaan. Sekalipun aku tidak tahu, aku akan berusaha mencari tahu. Tidak seperti kalian.


Aku malah membanggakan diri bukan? Iya, ini aku. Suka membanggakan diri sendiri. Iya, ini dia alasan yang paling mungkin. Alasan kenapa mereka enggan berteman, enggan membantu, enggan melakukan sesuatu untukku. Tapi, lupakan itu. Jika aku sudah membantu, bukankah kau harusnya balik membantu? Oke, itu namanya tidak ikhlas. Tapi, aku ikhlas. Memang kalian tidak kesal jika kalian sudah membantu, tapi saat kalian meminta bantuan malah diabaikan?


Sekalipun aku ikhlas, rasa sakit itu tetap ada. Oke, mungkin tidak benar-benar ikhlas. Tapi, setidaknya aku membantu, bukan? Memang kadang terpaksa membantu, tapi itu berguna untuknya dibandingkan aku hanya diam. Astaga! Aku letih. Lelah. Capek.


Bertengkar dengan diri sendiri itu melelahkan. Di saat kau merasa sedih, ia malah membuatmu makin sedih. Tidak membantu sama sekali. Benar-benar parasit. Parasit yang kadang baik dan kadang jahat.

__ADS_1


Bagi kalian, yang sedang merasakan lelah atas kehidupan, stres karena sesuatu hal, patah hati karena habis putus, dan segala kesedihan, kemarah, kekecewaan yang sedang kalian alami. Ketahuilah, kalian tidak sendiri! Tidak akan pernah sendirian!


Semangat menjalani hidup karena aku juga begitu! Istirahatlah sejenak jika kalian tidak bisa melanjutkan. Namun, bukan berarti harus dengan mati agar kalian bisa beristirahat. Aku yakin kalian kuat, sangat kuat. Aku menyayangi kalian semua, dari penulis❤


__ADS_2