
Reina dan aku sudah bersahabat sekian lama, hingga bertahun-tahun. Namun, tiba-tiba ia pergi ke luar negeri tanpa berkabar denganku. Sungguh, aku benar-benar kaget saat aku mengetahui kabar itu dari orang lain dan bukan darinya sendiri. Aku berusaha menghubunginya berkali-kali, namun tidak ada jawaban. Awalnya aku berpikir mungkin saja dia masih ada di dalam pesawat. Aku menunggu dia membalas chatku. Namun, tidak ada balasan apa pun. Lebih mengejutkan lagi, dia hanya membacanya. Hatiku terasa seperti tersayat berkali-kali. Perih.
Aku berusaha mengechatnya kembali, menanyakan dia ada masalah apa. Dia hanya menjawab singkat bahwa semuanya baik-baik saja. Namun, perkataan itu benar-benar berbanding terbalik dengan kenyataannya. Aku tahu itu walau dia tidak mengatakannya. Banyak usaha yang sudah kulakukan untuk membujuknya kembali sesegera mungking. Namun, dia selalu menolak dan mengatakan bahwa tempatnya di sana, sendirian tanpa aku.
Aku sama sekali tidak paham. Mengapa ia tidak mau menceritakan hal sebenarnya? Mengapa ia hanya menjawab tanpa menjelaskan? Apa kesalahanku hingga membuatnya bisa pergi? Apa masalahnya hingga ia harus menetap di sana selamanya dan tak pernah kembali lagi? Aku tidak pernah paham atau mungkin aku tidak mau paham.
*Hanya ada hitam putih
Tanpa warna yang bersemi
Hanya terbayang suatu ilusi
Yang cukup untuk menyenangkan hati
Kukira ini akan terjadi selamanya
Namun, ia sudah lebih dulu meninggalkan
Pergi tanpa ucapan atau kata kata
__ADS_1
Dan tak pernah kembali ke asalnya
Hei, sahabatku
Pulanglah, ini terlalu sepi untukku
Hingga jika aku berbisik, semua orang akan tahu
Tidakkah kau merasa begitu?
Hei, sahabatku
Kepergianmu melepaskan anak panah itu
Yang benar benar tajam menusukku
Pesan ini hanya melayang di udara
Lalu hilang tersamarka**n jarak
__ADS_1
Dan tak akan pernah sampai pada tujuannya
Hanya bisa menangis dalam diam
Maafkan aku dan kesalahanku
Maafkan aku karena tidak pernah memahimu
Baiklah jika semua ini kemauanmu
Aku akan menerima dengan sepenuh hatiku*
Sahabatku, Reina
Terima kasih atas segala waktumu yang sudah kamu relakan untuk dihabiskan bersamaku. Terima kasih atas semua hadiah dan perilaku indah yang sudah kamu berikan kepadaku. Terima kasih atas segala hal yang sudah kamu relakan dan lakukan untukku.
Maaf jika aku tidak pernah menjadi sahabat yang kamu harapkan. Maaf jika aku tidak pernah memahimu sepenuhnya. Maaf atas segala hal yang mengecewakanmu dan aku tidak pernah bisa menjadi orang yang diharapkan olehmu.
Aku harap kamu bisa bertemu dengan orang yang bisa benar-benar memahimu, sahabat yang kamu harapkan. Semoga kamu bisa tetap bersama dengannya hingga kamu harus pergi atau dia yang harus pergi. Kamu tenang saja, aku tidak akan pernah melupakanmu sampai kapanpun. Walaupun nantinya aku sudah memiliki sahabat baru lagi selain dirimu, kamu tetap yang terbaik.
__ADS_1
Saat itu, kita tidak berpisah dengan baik-baik. Sekarang, mari kita saling mengucapkan 'Sampai jumpa' sebagai kata terakhir masing-masing dari kita! Mari kita saling mendoakan agar masing-masing dari kita bisa bahagia walau tanpa kamu di sisi dan berharap agar kita bisa menemukan seorang sahabat sejati, sahabat yang akan selalu bersama tak peduli apa pun hal yang terjadi dalam dunia kita, hidup kita. Sampai jumpa ya! Semoga kita bisa bertemu lagi.