Kumpulan Puisi Pendek

Kumpulan Puisi Pendek
Kembali Pulang


__ADS_3

Reina dan aku sudah bersahabat sekian lama, hingga bertahun-tahun. Namun, tiba-tiba ia pergi ke luar negeri tanpa berkabar denganku. Sungguh, aku benar-benar kaget saat aku mengetahui kabar itu dari orang lain dan bukan darinya sendiri. Aku berusaha menghubunginya berkali-kali, namun tidak ada jawaban. Awalnya aku berpikir mungkin saja dia masih ada di dalam pesawat. Aku menunggu dia membalas chatku. Namun, tidak ada balasan apa pun. Lebih mengejutkan lagi, dia hanya membacanya. Hatiku terasa seperti tersayat berkali-kali. Perih.


Aku berusaha mengechatnya kembali, menanyakan dia ada masalah apa. Dia hanya menjawab singkat bahwa semuanya baik-baik saja. Namun, perkataan itu benar-benar berbanding terbalik dengan kenyataannya. Aku tahu itu walau dia tidak mengatakannya. Banyak usaha yang sudah kulakukan untuk membujuknya kembali sesegera mungking. Namun, dia selalu menolak dan mengatakan bahwa tempatnya di sana, sendirian tanpa aku.


Aku sama sekali tidak paham. Mengapa ia tidak mau menceritakan hal sebenarnya? Mengapa ia hanya menjawab tanpa menjelaskan? Apa kesalahanku hingga membuatnya bisa pergi? Apa masalahnya hingga ia harus menetap di sana selamanya dan tak pernah kembali lagi? Aku tidak pernah paham atau mungkin aku tidak mau paham.


*Hanya ada hitam putih


Tanpa warna yang bersemi


Hanya terbayang suatu ilusi


Yang cukup untuk menyenangkan hati


Kukira ini akan terjadi selamanya


Namun, ia sudah lebih dulu meninggalkan


Pergi tanpa ucapan atau kata kata

__ADS_1


Dan tak pernah kembali ke asalnya


Hei, sahabatku


Pulanglah, ini terlalu sepi untukku


Hingga jika aku berbisik, semua orang akan tahu


Tidakkah kau merasa begitu?


Hei, sahabatku


Kepergianmu melepaskan anak panah itu


Yang benar benar tajam menusukku


Pesan ini hanya melayang di udara


Lalu hilang tersamarka**n jarak

__ADS_1


Dan tak akan pernah sampai pada tujuannya


Hanya bisa menangis dalam diam


Maafkan aku dan kesalahanku


Maafkan aku karena tidak pernah memahimu


Baiklah jika semua ini kemauanmu


Aku akan menerima dengan sepenuh hatiku*


Sahabatku, Reina


Terima kasih atas segala waktumu yang sudah kamu relakan untuk dihabiskan bersamaku. Terima kasih atas semua hadiah dan perilaku indah yang sudah kamu berikan kepadaku. Terima kasih atas segala hal yang sudah kamu relakan dan lakukan untukku.


Maaf jika aku tidak pernah menjadi sahabat yang kamu harapkan. Maaf jika aku tidak pernah memahimu sepenuhnya. Maaf atas segala hal yang mengecewakanmu dan aku tidak pernah bisa menjadi orang yang diharapkan olehmu.


Aku harap kamu bisa bertemu dengan orang yang bisa benar-benar memahimu, sahabat yang kamu harapkan. Semoga kamu bisa tetap bersama dengannya hingga kamu harus pergi atau dia yang harus pergi. Kamu tenang saja, aku tidak akan pernah melupakanmu sampai kapanpun. Walaupun nantinya aku sudah memiliki sahabat baru lagi selain dirimu, kamu tetap yang terbaik.

__ADS_1


Saat itu, kita tidak berpisah dengan baik-baik. Sekarang, mari kita saling mengucapkan 'Sampai jumpa' sebagai kata terakhir masing-masing dari kita! Mari kita saling mendoakan agar masing-masing dari kita bisa bahagia walau tanpa kamu di sisi dan berharap agar kita bisa menemukan seorang sahabat sejati, sahabat yang akan selalu bersama tak peduli apa pun hal yang terjadi dalam dunia kita, hidup kita. Sampai jumpa ya! Semoga kita bisa bertemu lagi.


__ADS_2