Kumpulan Puisi Pendek

Kumpulan Puisi Pendek
Guruku


__ADS_3

Hari ini, Rabu, 25 November. Taukah kalian hari ini hari apa? Iya, hari ini adalah Hari Guru. Biasanya pada hari ini akan diadakan upacara untuk memperingatinya. Semua siswa dan guru berkumpul di lapangan, bersiap mengikuti upacara dengan baik. Lalu, sehabis upacara, para murid akan memberikan hadiah secara personal, seperti bunga atau coklat kepada guru-guru. Kemudian, berfoto bersama sesuai kelas masing-masing dengan wajah dipenuhi senyum lebar dan kedua tangan membawa bunga ataupun coklat.


Namun sekarang, tentu saja tidak seperti itu. Keadaan mengubah segalanya, menjauhkan jarak kita. Pembelajaran saja masih melalui layar handphone, apalagi hanya sekadar berkumpul di sekolah, hampir tidak pernah. Tidak ada lagi upacara dengan banyak peserta berdiri siap di lapangan. Sekarang mungkin hanya para guru dan OSIS yang bertugas mengikutinya. Semuanya serba terbatas. Bunga dan coklat mungkin juga tidak bisa dikirim dan diterima secara langsung. Untungnya, ucapan selamat dan terima kasih serta maaf tetap bisa tersampaikan hingga memenuhi isi grup kelas. Mengembangkan senyum meski jari lelah harus men-scroll tanpa henti hingga perbincangan habis.


Tetapi, suasana tetap saja berbeda. Tulisan berbeda dengan suara. Meski sudah menginjak kurang lebih 8 bulan belajar dari rumah, momen seperti ini tetap saja terasa berbeda. Suasana yang biasanya ramai menjadi sepi. Teriakan semangat dalam berbagai lomba hanya bisa diucapkan lewat kata-kata tanpa intonasi hingga menimbulkan kesan berbeda. Tahun ini memang tidak semeriah sebelumnya. Sekolah yang biasanya dipenuhi dengan anak sekolah sudah tidak berlaku lagi saat ini. Bunyi bel yang biasanya berdering juga tidak pernah kudengar langsung lagi. Lagu-lagu yang selalu muncul sebelum pelajaran pertama dimulai juga tidak berdendang lagi. Tapi, mau bagaimana lagi? Harus diterima, bukan? Walau harus dengan berat hati. Namun, jangan pernah putus asa menghadapi! Bukankah Januari akan segera kembali? Lalu, kita bisa bertemu lagi dalam suasana yang lama tak terjadi.


Dan, untuk hari spesial ini. Kuhadirkan puisi yang benar-benar berbeda dari puisi sebelum-sebelumnya. Bagi para guru atau pengajar lain yang membaca puisi ini, semoga kalian menyukainya dan tetap semangat menebar ilmu pengetahuan.


Langit tanpa bintang tanpa purnama


Gelap kulihat di mana-mana


Tanpa adanya secercah cahaya


Kutermenung dalam kecewa


Berusaha tidak menitikkan air mata


Menjalin rangkaian kata bahasa


Agar kubisa bercerita padanya


Tentang memori yang tertinggal jauh di sana

__ADS_1


Pada masa itu


Kupunya kesempatan itu


Melihat wajah manusia-manusia itu


Setiap hari kecuali Minggu


Namun, pada masa ini


Saat dunia sedang melindungi diri


Dari pandemi yang belum berhenti


Di saat semua hanya dari rumah


Bukan lagi dari sekolah


Yang menambah susah payah


Meningkatkan rasa lelah


Namun, kau tak menyerah

__ADS_1


Engkau berdiri tegak, tak mengaku kalah


Tetap berusaha tegar, selalu tabah


Engkau pahlawan tak kenal lelah


Julukan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


Memang selalu sesuai untukmu


Pekerjaan mulia bagi kaumku


Tak pernah lelah menghadapi kaumku


Engkau bagaikan irama lagu


Yang akan selalu menjadi favoritku


Tak pernah lekang oleh waktu


Kudoakan engkau agar sehat selalu


Ini ucapan terima kasihku kepadamu semua. Orang-orang, entah perempuan atau pun lelaki yang pernah mengajariku di sekolah, kuucapkan terima kasih karena sudah mampu membimbingku dengan sebaik mungkin. Maafkan kesalahanku yang disengaja maupun tidak kusengaja. Semoga engkau tetap berdiri tegak, tidak dengan kepala menunduk.

__ADS_1


~Selamat Hari Guru <3~


__ADS_2