Kumpulan Puisi Pendek

Kumpulan Puisi Pendek
Telah Berubah


__ADS_3

Hai, kamu!


Kamu yang pernah menjadi orang spesial dalam hidup saya. Kamu yang selalu baik sama saya dengan cara diam-diam. Kamu yang selalu ada buat saya dan tak pernah pergi dari sisi saya. Selalu setia mendengarkan semua cerita penting dan cerita tidak penting saya. Kalau kamu lagi baca ini, beri tahu aku, ya!


Dulu, kamu baik sekali sama saya. Untuk memukul apalagi berkata kasar kepada saya saja kamu tidak pernah, bahkan tidak ingin. Tapi, sekarang sudah tidak seperti itu lagi. Kamu sering berkata kasar pada saya, walau tidak pernah memukul karena untuk bertegur sapa di dunia nyata saja tidak akan bisa. Kata-kata kasar yang kamu ketikkan kepada saya lewat direct message sudah biasa untuk saya.


Dulu, kamu benar-benar hangat kepada saya. Tidak untuk sekarang. Sekarang, kamu dingin, cuek, dan tidak terlalu peduli lagi dengan saya. Untungnya, kamu tidak benci dengan saya. Tidak apa-apa. Itu bukan masalah besar untuk saya sekarang. Alasannya, saya sudah terbiasa.


Dulu, kamu sedia membantu saya dengan tulus. Tidak untuk sekarang. Sekarang, untuk bertanya saja saya ragu. Jika saya bertanya, belum tentu akan terjawab. Mungkin hanya dengan kata "Tidak tahu"-- tentu saja tidak sebaku itu.


Dulu, kamu selalu membalas chat saya secepat kilat. Sekarang, sudah berbeda. Mungkin masih terbilang cepat, namun sudah tidak secepat dulu. Namun, aku paham. Kamu mempunyai kehidupan dan mungkin saja kamu sibuk. Tidak apa-apa, saya paham.


Aku dan kamu menjadi kita


Kamu dan aku menjadi kita


Kita adalah kamu dan saya


Kita adalah saya dan anda


Namun, itu masih dahulu

__ADS_1


Sekarang, sudah tak seperti itu


Tak ada yang sama dengan dahulu


Maka, biarlah seperti itu


Tidak ada lagi kata 'kita'


Di antara kita berdua


Memang bukan musuh jawabannya


Karena aku dan kamu teman biasa


Tak bisa hilang secepat kedip mata


Kusimpan rasa ini tetap ada


Walau tanpa balasan darinya


Tanpa perlu tahu apa-apa

__ADS_1


Cukup merasakannya dengan gembira


Kegembiraan yang nelangsa


Berurai air mata sambil tertawa


Ini benar-benar saya, bukan orang lain. Mungkin kamu tak pernah mengira bahwa kisah kita bisa menjadi bagian dari sebuah buku. Bahkan mungkin, kamu tidak pernah membayangkan bahwa saya bisa menjadi orang yang pandai merangkai kata-kata. Namun, ini adalah diri saya. Bukan orang lain. Sesosok perempuan yang pernah kamu sukai dan cintai sepenuh hati tanpa perlu tahu apakah saya juga merasakan hal yang sama denganmu.


Jika kamu bertanya-tanya hal itu selama ini. Maka jawabannya adalah Iya. Iya, aku juga merasakan hal yang sama denganmu. Namun, hal itu sudah tak berguna lagi karena kita yang sekarang jauh berbeda dengan diri kita yang dahulu. Maka dari itu, semua hal yang saya tulis di sini, mungkin saja tak ada artinya untukmu.


Tetapi, ini cukup berarti untuk saya. Saya ingin mengenang kisah dan cerita kita berdua. Agar saya tak akan lupa bahwa pernah ada diri kamu yang mengisi hati saya. Semoga, kamu bisa terus bahagia dengan segala hal yang kamu miliki di hidupmu.


Dari saya untuk kamu yang tak akan pernah tersampaikan ^_^


***


Hai, semuaaa :)


Apa kabar? Semoga kalian tetap sehat di masa pandemi ini. Untuk kalian yang masih pelajar atau mahasiswa, tetap semangat menjalani kegiatan pembelajaran daring.


Sudah lebih 3 hari saya tidak update cerita ini. Mohon maaf bagi kalian yang menunggu-nunggu episode terbaru dari cerita ini. Saya akan berusaha untuk update lebih sering lagi. Jadi, saya harap kalian akan terus menyukai karya yang saya buat.

__ADS_1


See you soon😊


__ADS_2