Kumpulan Puisi Pendek

Kumpulan Puisi Pendek
Spesial Masa Lalu


__ADS_3

Percuma sudah kuberharap


Sekarang kuhanya meratap


Melihat masa depan yang gelap


Bersamamu . . .


Tahun untuk patah hatiku


Tahun untuk derai air mataku


Tahun untuk hasil penantianku


Yang kini berujung pahit


Tidak, aku tidak patah hati


Tidak juga menangis sedih


Karena itu tidak menyakitkan


Justru membahagiakan


Lalu, kenapa bertanya begitu?


Takutkah kau menyakitiku?


Padahal sudah sering terjadi, selalu.


Caramu memperlakukanku


Tidakkah kejam menurutmu?


Dihadapi dengan ketidakpastian


Berakhir dengan fakta menyedihkan

__ADS_1


Lalu, untuk apa bertanya keadaanku?


Cerita ini sudah selesai, bukan?


Sejak saat itu


Kau meninggalkanku


Sendiri dalam sepi


Menyesatkan dan menyesakkan


Simpan saja pedulimu


Untuk orang baru itu


Tepat saat cerita kita selesai, aku menuliskan sesuatu untukmu. Sesuatu yang benar-benar kutuliskan dengan tangan menggunakan pulpen di atas kertas. Dan baru saja tadi, aku mengirimkan foto satu paragraf yang kutuliskan itu kepadamu.


Ini tidak akan pernah habis jika tak kuusaikan


Akan selalu ada kata-kata baru yang muncul untukmu


Yang selalu ditujukan padamu, hanya kepadamu


Ini seakan menjadi rutinitas yang selalu menghiasi hari


Entah itu ditemani bulan ataupun matahari


Tulisan ini akan hadir hari demi hari


Meskipun tak akan pernah tersampaikan nanti


Kau tidak begitu menanggapinya. Sungguh, itu tidak apa. Aku hanya ingin berbagi padamu. Berbagi kebahagiaan menjelang hari ulang tahunmu yang sebentar lagi. Anggap saja ini hadiah dariku. Mungkin menurutmu tidak spesial dan tidak penting. Namun, jika suatu hari kamu membaca ini, semoga kamu sedang tersenyum bahagia di tempatmu nanti. Ini memang pesan. Pesan yang tidak tahu akan tersampaikan atau tidak.


Selanjutnya hanya paragraf-paragraf yang pernah kutuliskan untukmu. Tidak apa jika kalian tidak ingin membacanya.


Aku tidak pernah tahu seberapa besar diriku mencintaimu. Aku tidak pernah tahu apakah rasa ini sudah hilang sepenuhnya. Yang kutahu adalah dirimu sudah menyukai orang lain lagi. Dihantui pertanyaan tentang aku dan kamu sudah menjadi hal biasa dalam hidupku dan aku menikmatinya. Meski aku harus menangis, marah, kecewa, itu tidaklah seberapa. Karena kamu selalu lebih indah daripada itu semua. Izinkan aku tetap menganggapmu spesial

__ADS_1


Kamu yang jauh di sana itu


Kamu yang aku tidak tahu bagaimana kabarmu


Kamu yang seperti hilang dari permukaan


Sudah lama aku tidak melihat namamu


Dari layar kaca ponselku


Jujur, aku sedang bertanya-tanya


Bagaimana kabarmu selama ini?


Selama aku tidak ada untuk hadir dalam hidupmu


Kukira itu sudah lama sekali


Saat kita berdua berbicara secara langsung


Tidak, aku tidak merindukanmu lagi dan berbasa-basi dengan menanyakan kabar


Aku hanya penasaran dan sedikit khawatir tentang keadaanmu


Apa kau tahu?


Aku takut kamu sedang tidak baik-baik saja


Kumohon, tetaplah baik-baik saja saat aku menghilang!


Hei, saat tulisan ini diterbitkan mungkin ini sudah terjadi lama sekali di tahun-tahun yang lalu. Aku tidak berani menerbitkannya di tahun peristiwa itu. Kenapa? Aku juga tidak tahu. Mungkin juga kamu sudah lupa, bahkan aku sendiri mungkin nanti sudah lupa. Tidak apa-apa. Ini hanya sebagai kenangan yang bisa dijadikan sebagai bacaan. Ini hanya kata-kata yang kutulis hampir tengah malam. Ini bisa jadi kebenaran, bisa jadi juga kebohongan.


Jika kalian merasa patah hati, tidak apa-apa. Patah hati itu wajar dan menandakan bahwa kita benar manusia. Menangislah jika memang perlu. Berteriaklah jika memang perlu. Berceritalah jika kamu tidak bisa memendamnya sendiri. Entah ada atau tidak manusia yang merindukan patah hati, patah hati itu tetap spesial di masa lalu. Patah hati itu menandakan bahwa kita pernah menyayangi dirinya sepenuh hati, segenap jiwa dan raga.


— Spesial Masa Lalu —


Bab ini adalah bagian dari masa lalu. Tidak ada yang benar-benar tahu kapan peristiwa ini terjadi, selain diriku. Entah sudah berapa hari, minggu, bulan, atau bahkan tahun yang terlewat sejak hari itu. Tidak perlu dipikirkan ataupun dipusingkan. Semuanya sudah terjadi dan tidak ada yang kusesali. Cukup nikmati cerita ini sebagai bagian dari cerita fiksi.

__ADS_1


See me at instagram @aisy.deli


__ADS_2