
Hei, kamu yang di sana
Yang sedang tertawa bahagia
Apa kabar dirimu? Bahagia?
Atau hanya sebuah pura-pura
Agar bisa menutupi sedihnya
Tertawa dalam sakit itu hebat
Walau hati sering patah dan terbebat
Kamu tetap melangkah walau berat
Kamu tetap bertahan walau sekarat
Kamu tetap tersenyum walau untuk sesaat
Saya tahu semua itu walau tanpa kamu memberi tahuku karena hatimu sudah berbicara kepadaku. Ia bercerita tentang seberapa sakitnya engkau sebelumnya hingga saat ini di mana kau sedang tertawa bersama mereka. Mungkin mereka tidak tahu, namun aku tahu. Tapi, tetap saja aku sama dengan mereka. Mereka tidak berbuat apa-apa, sama halnya denganku dan tentunya dengan alasan yang jauh berbeda.
Mereka tidak berbuat apa-apa karena mereka sama sekali tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu. Sedangkan, aku tidak berbuat apa-apa karena aku tidak bisa melakukannya. Aku bingung harus bagaimana. Untuk bertatap mata denganmu saja aku tidak kuat. Apalagi jika aku harus berbicara denganmu, hanya berdua. Mungkin aku sudah pingsan. Namun sayangnya, itu tidak akan pernah terjadi.
Aku tahu kau sedang menahan tangis saat ini. Jika kau tidak kuat, maka kau akan pergi atau tetap tertawa dengan mengeluarkan air mata yang seharusnya air mata bahagia. Sayangnya, kau tidak pernah melirikku hanya untuk sekedar tahu siapa diriku dan seperti apa rupaku. Kau tidak pernah ingin tahu, walau kau tahu aku sering memerhatikanmu.
Kutatap gerak-gerikmu
__ADS_1
Kuhapal suara serakmu
Kuperhatikan teman-temanmu
Kudengarkan kata hatimu
Kau tak mau tahu, bukannya tak tahu
Berpikiran bahwa aku pengkhianatmu
Karena ia menghancurkanmu lebih dulu
Tak mau percaya lagi padanya juga padaku
Aku tahu semuanya
Menumpahkan gelisah yang tersimpan
Dan menangis sendu dalam diam
Kau tak perlu tahu tentangku
Cobalah mengerti diriku
Seperti aku memahami kamu
Sepenuhnya mengerti tentang masa lalu
__ADS_1
Jangan berpikiran buruk
Hanya menambah hiruk-pikuk
Yang membuat dahi tertekuk
Lalu diam diam merutuk
Aku tidak akan lagi memintamu untuk peduli dengan kehadiranku. Aku tidak meminta kamu untuk berbicara kepadaku. Aku hanya ingin kamu mengerti bahwa aku adalah orang yang berbeda dari perempuan yang dulu menyakitimu tanpa maaf. Karena perempuan itu, kamu terluka dan meninggalkan bekas yang masih basah. Karena perempuan itu juga, kamu selalu berpikiran buruk terhadap wanita-wanita lain yang memperhatikanmu dalam diam. Kau benar-benar abai terhadap mereka termasuk diriku karena kau berpikir bahwa kami semua sama saja. Sama-sama akan menyakiti dirimu.
Tapi, kumohon bukalah matamu. Lihat baik-baik mereka dan pahami bagaimana rasa yang mereka miliki terhadap dirimu. Jangan terus tertidur dalam mimpi buruk! Bangunlah dan lihat dunia dari sisimu yang baru, sisimu yang ceria seperti semula.
Jangan menyangkal hal tersebut! Hatimu sendiri yang mengatakannya padaku. Kamu selalu berdiri diam, tak ingin keluar dari ruangan hitam tanpa waktu. Mungkin ragamu berada di sisi cerah, namun jiwamu berada jauh dari sisi ragamu. Kamu bukannya tidak bisa, kamu hanya tidak mau meninggalkan sisi yang pernah cerah melebihi sisi cerahmu saat ini.
Mohon mengerti, ya! Pahami dirimu sendiri, lalu pahami perempuan-perempuan yang memiliki rasa terhadapmu. Iya, termasuk diriku.
Semoga kamu mendengar kata-kataku yang tak pernah terucap dari mulutku. Terus bahagia, ya! Benar-benar bahagia yang bukan kepura-puraan. Aku akan diam di sini menunggumu sadar akan diriku yang berbeda.
Hai para readers!
Bagaimana episode kali ini? Silahkan tulis di comment, ya!
Jangan lupa juga untuk vote cerita ini!
Sampai jumpa di episode berikutnya! ^_^
__ADS_1