Kumpulan Puisi Pendek

Kumpulan Puisi Pendek
Dilema


__ADS_3

Aku menyukai seorang perempuan. Sangat amat menyukainya hingga ingin sekali aku memiliki dirinya. Namun, ada satu masalah yang terus mendebat keinginanku itu. Perempuan itu telah memiliki kekasih.


Sekarang, seperti biasanya, aku sedang berada di coffee shop bersama seorang temanku. Ia seketika menggelengkan kepalanya berulang kali ketika selesai mendengar ceritaku tentang perempuan itu.


"Tama, Tama, sampai kapan lo mau ngeluhin itu cewek? Lo sendiri udah tau situasinya, kan? Dia udah punya pacar, terus apa lagi yang mau lo harapkan?"


"Lo, mah, selalu gitu! Enggak ada support-nya sama sekali. Kasi saran kek, apa kek."


"Percuma gue ngasi saran kalau ujungnya enggak dilakuin." Ia mencibir.


"Makanya kasi saran yang membangun, jangan yang menjatuhkan."


"Mau disemangatin ngerebut pacar orangnya? Sesat dong gue! Satu-satunya saran yang paling membangun adalah dengan hilangin perasaan lo itu sesakit apa pun! Dia juga enggak bakal suka sama lo."


"Siapa bilang? Dia suka kok sama gue, buktinya dia mau gue ajak jalan besok."


"Emang cocok berarti, sama-sama enggak bener. Udah, ah! Gue cabut, mau jalan sama ayang." Ia pergi begitu saja dengan menggengam kunci motornya.


Aku menghela napas panjang, merasa semakin pusing dengan perasaanku sendiri. Sudah sering kali aku bercerita kepada Genta tentang perempuan itu. Reaksinya pun kurang lebih sama. Aku juga yakin ia pasti bosan mendengar ceritaku yang masih stuck di sana. Namun, aku membutuhkan dukungan. Dukungan atas keputusan hatiku yang kutahu jelas-jelas salah. Genta benar, tetapi melakukannya tentu tidak semudah kata-kata yang keluar dari mulutnya.


Perasaan ini terus mengembang begitu saja tanpa bisa kukendalikan. Memang sakit saat melihat ia bersama pacarnya. Namun sepertinya, hatiku sudah cukup kebal menahan goresan luka.


Kerap terlintas pikiran untuk berhenti mengharapkan dirinya, tetapi hasilnya percuma. Nyatanya, hatiku masih lebih menginginkannya. Tak peduli sesakit apa.


Terombang-ambing dalam arus hati dan logika


Hati berkata ya


Namun, logika menentangnya


Membingungkan pemiliknya

__ADS_1


Harus mengikuti yang mana


Cinta memabukkan hati


Membutakan indera


Mengaburkan logika


Hati terus mendamba


Meski, ia tahu rasa sakitnya


Logika hanya diam


Ia tahu tak akan bisa menang


Walau cintanya kelam


Memenangkan pertandingan perasaan


Aku berjalan gontai ke luar dari coffee shop itu dan tak sengaja berpapasan dengan Hera, perempuan yang kusukai itu. Ia sedang bersama pacarnya.


"Hai, Tam! Kamu udah mau pulang?" tanya Hera ramah.


Aku terpaksa menghentikan langkahku dan berusaha menjawab biasa saja, "Iya, nih! Kenapa?"


"Enggak apa-apa. Kalau gitu, kita masuk dulu, ya? See you besok!"


Hanya senyuman paksa yang bisa kuberikan, lalu kembali melanjutkan langkahku yang sempat terhenti. Satu lagi hal yang membuatku semakin merasa bersalah. Caraku mendekati Hera yang terbilang terang-terangan dan anehnya pacarnya sama sekali tidak terganggu akan hal itu. Dilema ini semakin menjadi.


***

__ADS_1


Langit terlihat sepi malam ini. Tak ada bulan, bintang, maupun awan. Aku sedang berdiri menghadap jendela dengan ponsel di tanganku. Merenungkan pesan yang baru saja kuterima. Terus kubaca ulang pesan terakhir dari Hera yang membatalkan janji. Ia bilang bahwa besok ia akan pergi bersama pacarnya. Aku keberatan, aku cemburu. Tapi, aku siapa? Hanya teman untuknya.


Tanpa sadar, air mata menetes dan langsung kuseka. Ini bukan yang pertama atau kedua kalinya, tetapi rasa sakitnya masih sama membekas. Sudah sesakit ini pun, hatiku masih ingin memilikinya. Padahal logikaku tahu bahwa itu tidak akan pernah terjadi.


Biarkan sakitnya


Cukup nikmati saja


Sebab pada akhirnya


Pasti 'kan berakhir juga


Lelah pun akan terasa


Saat itu tiba


Hatimu akan kalah


Kini tugas logika


Membenahkan salah


Perlahan pun


Engkau akan terbiasa


Kembali seperti semula


Hai, semuanya! Aku kembali, hehe. Bab kali ini adalah permintaan salah satu dari kalian. Semoga bisa terpenuhi dan puas sama ceritanya, ya! Terus jaga kesehatan kalian karena itu penting. Aku tunggu tema cerita dari kalian semua. See you!


Follow instagram author @aisy.deli

__ADS_1


__ADS_2