
Alba senpai yang masih meringkuk di tanah memandang ke arahku dengan tatapan kebencian.
" Karena kau, hanya karna Sampah sepertimu, Ririna membuangku, andaikan saja kau tidak ada "
Katanya geram dengan penuh amarah hingga menggigit Bibirnya Sampai Berdarah.
" Iya , mungkin kau benar andaikan saja aku tidak ada, mungkin kau bisa bersama dengan Ririna "
" Lalu sekarang kembali ke kenyataan dengan aku yang ada disini, kau mau apa Alba_ senpai "
Tanyaku sambil duduk di dedepan tempat dia tersungkur.
" Kau, suatu saat aku akan membalasnya dan akan ku buat Ririna menyesali perbuatannya padaku "
Aku masih diam mendengar omongan pecundang darinya.
" Oh iya, kau tau kalau ayah Ririna adalah bawahan dari ayahku, bagaimna jika aku menyuruh ayahku melakukan sesuatu padanya hingga membuat Ririna menyesali perbuatannya hahahhaha "
Tawa gila dan kata - katanya berhasil memancing emosiku. Akupun membuat area mana untuk menutupi keberadaan kami dari orang lain.
" Sepertinya kau tidak menyadari posisimu senior, apakah kau pikir kau bisa selamat dari sini dan membiarkanmu melakukan apa yang kau katakan tadi "
Ucapku sambil mengeluarkan belatiku.
" Menggunakan kekuasaan ayahmu untuk merusak keluarga orang yang berharga bagiku, besar juga nyalimu memancing amarahku hingga seperti ini"
Tatapanku membuatnya sangat ketakutan, aku berteleport dengan mereka bertiga ke gunung tempat aku berburu Bloody Wolf.
Aku mengikat tangan dan kakinya lalu menghisap habis mana di tubuh mereka dengan mana Predator hingga membuat mereka tidak akan bisa menggunakan sihir.
Lalu aku menambahkan skill Purify aktif untuk menyelubungi mereka sehingga membuat mereka sisembuhkan sesaat setelah para serigala itu menggigit mereka.
Setelah persiapannya selesai aku melempar mereka bertiga ke dalam gua, sarang dari blody wolf.
Mereka terus berteriak hingga tenggorokan mereka tidak bisa mengeluarkan suara. Setelah suara mereka tidak terdengar aku memeriksa keadaan mereka bertiga.
Aku juga sekalian ingin melihat apakah regenerasi yang disebabkan oleh manaku menyembuhkan mereka lebih cepat dari pada kerusakan yang di sebabkan oleh serigala - serigala itu.
Lalu setelah aku datang, tatapan mereka menunjukkan rasa penyesalan dan memohon belas kasihanku untuk melepaskan mereka.
" Rui, aku mohon selamatkan kami, aku berjanji tidak akan melakukan hal yang membuatmu marah lagi ". Ucap Alba.
__ADS_1
" Kenapa aku harus mempercayaimu"
" Aku mohon aku sudah tidak tahan dengan penderitan ini, aku tidak akan berani lagi membuatmu marah, aku akan menjauhi Ririna, aku bersumpah demi nama leluhurku"
" Kenapa orang - orang seperti kalian harus menderita dulu supaya menghargai hidup orang lain, tapi baiklah karna aku orang baik dan suka mengampuni . Aku akan memaafkan kalian"
Yah lagi pula aku sudah memenuhi tujuanku. Aku lalu membunuh semua serigala yang disana dengan belati sihirku dalam hitungan menit.
Lalu menyerap kembali mana purify ke dalam tubuhku.
" Dengarkan aku, kalian bertiga "
Mereka langsung duduk dan bersiap mendengarkan ucapanku.
" Aku sudah menanamkan manaku pada kalian bertiga, jika kalian macam - macam lagi dan jika ada yang membocorkan masalah ini, aku akan langsung menemui kalian dan menghabisi kalian bertiga "
Mereka mengangguk dengan sangat cepat.
" Dan untukmu Alba, jika aku tau kalau kau melakukan sesuatu yang membuat Ririna sedih, bukan hanya kau, tapi orang - orang yang terlibat dalam hidupmu akan menanggung akibatnya "
Alba cuma mengangguk dan tidak berani menatap mataku. Setiap skill yang aku keluarkan membuat mereka bertiga kaget tapi tidak berani bertanya lebih jauh dan cuma diam saja.
Mereka yakin bahwa apapun yang mereka lakukan tidak akan bisa menghentikanku dan sangat menghindari segala hal yang berhubungan denganku.
Lalu aku membawa mereka berpindah ke tempat aku biasa latihan sendiri. Rupanya disana ada Ririna yang sedang berlatih.
" Ruiii, kenapa hari ini kau tiba - tiba menghilang saat kelas selesai "
Ketika Alba dan teman - temannya muncul di belakangku, Ririna terkejut dan menanyakan apa yang mereka inginkan.
" Kenapa kau ada disini Alba, apakah kau ingin buat masalah denganku dan Rui "
Tanya Rurina mencurigai melihat mereka bertiga.
" Tidak, aku tidak akan melakukan itu, apa kau pikir aku segila itu, kalau begitu aku mohon undur diri, maaf sudah mengganggu waktu kalian berdua "
Setelah mengatakan itu, dia langsung pergi meninggalkan kami berdua.
" Bukankah Alba terlihat agak berbeda Rui.? "
Tanya Ririna melihat keanehan Alba.
__ADS_1
" Apa maksudmu "
Tanyaku pura - pura tidak tau.
" Yah biasanya dia bicara dan tertawa semaunya dan dia seperti sangat menghindariku"
" Yah, aku juga berfikir begitu, apakah itu membuatmu terganggu"
Tanyaku balik.
" Tidak, justru aku senang dia bisa terima dengan keputusanku kemarin, aku lega dia tidak bertindak macam - macam " ucap Ririna dengan senyum riangnya.
Setelah itu kami kembali ke asrama masing - masing. Besok adalah libur panjang kami dimulai. Ririna sangat menantikan itu karna aku berjanji akan mengajaknya ke rumah kakekku.
Kakak dan aku setuju untuk pergi bersama, walaupun Ririna belum tau masalahku dan alasan kenapa aku baru pulang sekarang.
Walaupun kakek sering kali mengirimkan surat ke akademi untuk menyuruhku sesekali pulang. Tapi aku bersikeras tidak mau karna aku trauma ditinggalkan orang ayahku dan ketika ibu yang satu - satunya menjadi tumpuan hiduku meninggalkanku juga, aku tidak tau untuk siapa aku menjalani hidupku.
Keesokan paginya kami bertiga berkumpul di desa tempat kami akan menyewa kereta kuda.
" Rui, bukankah akan lebih cepat jika kita menggunakan kemampuan berpindahmu saja " tanya Karin padaku.
" Iya aku pikir begitu, tapi Ririna bersikeras ingin naik kereta saja" jawabku
" Tentu saja harus dengan kereta, aku ingin menikmati perjalanan ini dengan kalian berdua, jika langsung sampai rasanya sangat di sayangkan" ucap Ririna
" Oh begitu, baiklah kalau itu maumu, kedengarannya menyenangkan " jawab Karin tersenyum.
Lalu kami naik kereta kuda dan mulai perjalanan untuk pulang. ditengah perjalanan Ririna tidak henti - hentinya menanyakan bagaimna aku ketika kecil dulu pada Karin.
Aku hanya mendengar dan kadang - kadang malu sendiri mendengar cerita karin.
Karin juga bercerita tentang tunanganku dengan Elia, kenapa tunangan kami batal dan alasan kenapa ayahku meninggalkanku. Setelah mendengar itu Ririna menangis dengan cukup keras.
" Hei sudahlah Ririna aku sudah baik - baik saja"
" Rui, ternyata kau sudah mengalami kejadian sepahit itu, jika aku bertemu ayahmu aku pasti akan menarik kumis dan memukul wajahnya " ucapnya sambil manangis.
Karin yang melihat tingkah laku Ririna menjadi tersenyum dan tertawa sepanjang perjalanan. perjalanan kami yang seharusnya tegang akan bertemu ibu menjadi sangat menyenangkan berkat riria yang ikut bersama kami.
Lalu tanpa kami sadari, kami sudah tiba di dekat lokasi mansion kakek dan bertemu dengan seorang pelayan dari kediaman kami.
__ADS_1
Melihat aku yang pulang dia langsung berlari menuju mansion dan memberitahu kakek dan nenekku. Melihat kedatangan kami kakek dan nenek menjadi terharu dan memeluk kami.
...the end...